
"Ini tidak mungkin! Saya tidak ingin menjadi orang miskin! Ini pasti berita yang kebohongan saja, aku tidak ingin hidup melarat!" Teriaknya Bu Karisma yang histeris setelah mendengar perkataan dari suaminya itu lewat telpon.
Beberapa security segera mengamankan Bu Kharisma yang tidak terkontrol lagi tindakannya. Dia sudah mengamuk seperti orang gila. Semua orang menjaga jarak dari amukannya bu Karisma.
"Astaughfirullahaladzim, tolong pihak keamanan kesinilah bantu kami, cepat Pak!! Teriaknya Bu Rina Amelia yang semakin ketakutan karena Bu Karisma bersikap seperti orang yang tidak waras saja.
"Pak security sebelum dia melukai orang lain, kami mohon cepatlah!" Jeritnya Dewi Kinantii.
Aidan Akhtar, Abiayasa Akhtam dan Syamuel serta Aryon segera membantu untuk memegangi Bu Karisma yang ingin memukuli siapapun yang dilihat dan ditemuinya iya.
Suara deru langkah kaki beberapa pihak keamanan diatas lantai keramik terdengar begitu jelas dan nyaring.
"Apa yang terjadi di sini!" Tanyanya security itu.
"Tidak perlu banyak tanya Pak amankan saja perempuan gila itu!" Ucapnya Bu Karina mamanya Adisty.
"Iya kalau Anda banyak nanya bisa-bisa wanita gila itu akan mengamuk kembali," ketus Syamil.
__ADS_1
Adisti bersembunyi di belakang punggungnya papanya Syamil karena baru pertama kalinya melihat ada orang yang lepas kendali dan kontrol seperti Bu Karisma.
"Pengaruh uang sungguh sangat besar dampaknya terhadap seseorang sehingga hati nurani tertutupi oleh harta dan kemewahan dunia semata, hingga timbullah keangkuhan dan keegoisan," cicitnya Adisty Ulfa.
Bu Rina Amelia memegangi sepintas tangannya cucu paling kecilnya itu.
"Beginilah tipu daya dunia nak, jika uang dijadikan raja dan satu-satunya tujuan dalam hidup, maka orang akan bersikap seperti dia kehilangan akal sehat dan hatinya tertutupi akan nilai-nilai moral kebaikan," sahutnya Bu Rina.
"Benar sekali nenek, aku sangat takut," ucapnya Adisti Ulfah lagi.
Bu Karisma terus memberontak untuk meloloskan dirinya dalam pegangan tangannya kedua pihak keamanan yang bertubuh kekar dan gempal itu.
"Ibu tenang saja kalau begitu, sampaikan apa yang ingin ibu katakan di depan kantor polisi saja, karena gara-gara ulahnya ibu semua pasien dan orang-orang disekitar sini ketakutan dan sangat terganggu," ujarnya pihak keamanan.
Bu Karisma akan diamankan dan digelandang ke kantor Mapolres Jakarta Selatan. Dia sudah tidak waras sehingga jalan satu-satunya adalah membawanya ke pihak berwajib.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka semua baru saja tenang dalam hitungan menit. Tetapi, semuanya kembali dikejutkan oleh informasi yang menarik dan disampaikan oleh Arion Sneider Oesman.
__ADS_1
"Saya sudah mendapatkan siapa otak dalang dan pelaku dibalik terbaringnya Arabela Aqila dan Ariela Ziudith," ujarnya Arion yang tersenyum penuh misterius.
Semua orang berdiri dan nampak tegang. Terutama Dina Anelka Mulya. Dia reflek berjalan ke arah Arion berada di mana Sahnum selalu mendampingi suaminya itu.
"Abang Ar maksudnya apa? kenapa ngomong seperti ini," Sahnum Inshira kurang paham dengan perkataannya suaminya sendiri.
"Sha kamu pasti akan terkejut dengan apa yang akan saya sampaikan kepada kalian," sahutnya Arion.
"Arion jangan main teka-teki nak, kamu to the poin saja katakan pada kami siapa orangnya!" Tegasnya Dewi Kinanti.
Syam pun bangkit dari posisi duduknya itu, "Iya Nak Arion jangan bermain misteri seperti ini, kita ini sedang dalam masalah jadi papa mohon berterus terang saja," pintanya Samuel Abidzar lagi.
Arion mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut, dan tersenyum tipis. Dia sudah mengetahui siapa pelaku sebenarnya, sebelum Arion memerintahkan kepada anak buah kepercayaannya dan terbaiknya yang memang handal dan jenius di bidang IT dan hecekr.
"Tante Dina kamu harus sabar dan tabah karena pelakunya adalah orang yang telah menganiaya Ara dan Ariela adalah papa kandungnya sendiri," ungkapnya Arion dengan suara yang cukup jelas dan lantang itu.
Dina Anelka tubuhnya kembali terhuyung setelah mendengar perkataan dari Arion suami dari keponakannya sendiri.
__ADS_1
"Aku sudah menduga siapa orangnya, dan Alhamdulillah kecurigaanku sudah terbukti dan menjadi kenyataan, kalau pelakunya adalah dokter gila itu!" Sarkasnya Bu Rina Amelia.