Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 39


__ADS_3

Keduanya segera masuk ke dalam mobil, mereka bergegas menuju kantor polisi.


"Orang itu tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas menghirup udara di luar sana setelah apa yang dilakukannya padamu! Saya tidak akan membiarkan orang itu bebas lari dari jeratan hukum!" Geramnya Dokter Irwansyah.


Seorang dokter umum yang masih muda yang beberapa bulan lalu menangani penyakitnya kesehatannya Dewi. Dia juga tidak lain adalah sahabat dari suaminya Dewi yaitu Samuel Abidzar Al-Ghifari. Pria yang jatuh cinta pada istri dari sahabatnya sendiri. seorang laki-laki yang hampir saja menjadi pebinor yaitu pengganggu bini orang lain.


"Iya Mas dokter saya akan menuntut tanggung jawabnya berupa memenjarakan dirinya atas perbuatannya sendiri, bagaimana kalau kedepannya akan ada lagi yang disakiti dan dilecehkan oleh pria brengsek itu! Makanya saya tidak ingin menunda sampai besok pagi," ucapnya Dewi.


"Sebenarnya sebaiknya besok saja tapi, jalan terbaik adalah melaporkan memang malam ini agar besok pagi bisa mereka proses secepatnya, takutnya pria itu kabur dari hukuman yang seharusnya dipikulnya itu," timpalnya Irwan.


Dewi mendengarkan semua perkataannya Irwansyah dengan seksama tanpa menyela ataupun memotong pembicaraannya itu. Dewi malah mengirim pesan singkat ke nomor hpnya Syam untuk meminta ijin keluar bersama dengan dokter Irwan tujuannya pun Dewi jelaskan akan ke kantor polisi.


Abang Sam harus tahu jika saya pergi bersama dengan temannya sendiri, saya tidak ingin jika kepergian saya tanpa meminta ijin terlebih dahulu menjadi masalah kedepannya di dalam rumah tanggaku kelak.


Irwan sesekali memperhatikan apa yang dilakukan oleh Dewi, yang terkadang membuatnya mengerutkan keningnya melihat reaksinya Dewi yang bermain gedjet nya itu.


Apakah Syam yang ditemani oleh Dewi, hatiku sangat sakit melihat senyuman manisnya terbit dari sudut bibirnya itu karena gara-gara Syam. Aku sebenarnya sangat benci jika Dewi menyebut namanya Syam di depanku. Tapi,mana mungkin aku terang-terangan menyatakan didepannya atas ketidaksukaanku dengan hubungan mereka.


Jika aku sampai memperlihatkan bahwa aku marah, benci, cemburu dan kesal melihat interaksi Sam dengan istrinya melalui telepon pasti Dewi akan menghindariku dan bahkan yang lebih parah adalah tidak akan menemui ku karena benci dan marah terhadapku.

__ADS_1


Itu tidak boleh terjadi pada hubungan kami, aku harus pintar meredam emosi dan amarahku di depannya dan harus pintar-pintar menyembunyikan perasaan cemburuku di depannya langsung.


"Kamu telponan dengan siapa tadi?" Tanyanya Irwan sekedar berbasa-basi padahal sudah mengetahui dengan jelas siapa orang itu.


Dewi mengalihkan pandangannya ke arah Irwansah yang seperti seseorang yang sedang berusaha dan berjuang menahan amarahnya yang bergemuruh di dadanya itu.


"Ehh itu Abang Syam suamiku yang tadinya nelpon," jawabnya Dewi dengan singkat.


"Kenapa kamu menelponnya apa kamu enggak takut ketahuan dengan istrinya yang ada di Jakarta?" Ketusnya Irwan lagi.


"Katanya Abang dia ada di kantornya malam ini lembur banyak kerjaan yang harus diselesaikannya terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah, jadi kami ada waktu untuk berkomunikasi dan berbincang-bincang walaupun hanya sebentar saja," balasnya Dewi dengan santai dan lugas.


"Oh Mbak Nadia Yulianti namanya, saya tahu kok mas dokter batasan yang harus saya lakukan,mana mungkin saya dengan bodohnya merecoki hubungan keduanya yang nantinya pasti akan berimbas padaku juga, aku harus pintar-pintar dan pandai mengatur kapan waktu yang tepat untuk kami berkomunikasi untuk kebaikan kami bertiga kedepannya, lagian saya sadar diri kok jika saya adalah orang ketiga di dalam hubungan mereka, jadi aku tidak mungkin nuntut banyak pada abang karena satu hal yang aku harapkan dan inginkan adalah meraih pahala yang besar bekal akhirat kami, itu saja sudah cukup bagiku." Jelasnya Dewi panjang lebar.


Irwansyah membuang nafasnya dengan cukup kasar, untungnya Dewi tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Irwansyah yang sangat marah mendengar perkataan dari Dewi yang menceritakan keinginannya bersama Syam.


Kenapa hatiku semakin terbakar api cemburu ketika dia menyebut nama pria lain di depanku. Apalagi pria itu adalah suaminya, aku tidak rela ya Allah… perempuan yang aku sayangi memilih hidup dengan pria lain. Padahal sudah jelas-jelas Pria itu punya istri dua.


Andaikan aku bisa aku sangat ingin membawa kabur Dewi dari sini dan pergi ke tempat yang sangat jauh agar Sam tidak lagi menemukan Dewi Kinanti Mirasih untuk selamanya.

__ADS_1


Apakah aku akan selamanya akan hidup dengan mencintai perempuan bersuami? Aku semakin menyanggah kebenaran itu semakin kuat pula rasa cinta dan cemburu yang aku rasakan. Andaikan aku boleh berandai aku akan meminta Dewi untuk bercerai dan meninggalkan suami rakus, brengseknya itu sekarang juga.


Tapi itu tidak mungkin aku lakukan itu sama saja dengan membuat hubunganku dengan Dewi akan rusak dan pasti Dewi akan pergi meninggalkanku untuk selamanya. Jadi jalan yang terbaik satu-satunya bisa aku lakukan adalah bersabar dan harus kuat menahan rasa cemburu ini.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di area kantor polisi. Kedatangannya disambut baik oleh beberapa polisi yang sedang berjaga malam itu. berkat koneksi dan melihat siapa Irwansyah sehingga memudahkan Dewi untuk melapor kejahatan Herman Aidil. keduanya duduk saling berhadapan dengan dua orang polisi yang mengisi berita acara pelaporan yang dilakukan oleh Dewi.


"Baiklah kami sudah menerima pengaduan Anda dan juga sudah menggenggam bukti kuat tersebut, pihak kami juga sudah memeriksa keaslian dari rekaman tersebut, besok pagi kami akan mengirimkan surat penahanan terhadap saudara Herman atas tuduhan tindakan kekerasan yang direncanakan oleh Herman sendiri, sewaktu-waktu kami akan menghubungi nomor hp bapak dan ibu untuk meminta keterangan lebih lanjut," ujarnya seorang polisi yang tidak lain adalah kenalannya Irawansyah.


Dewi bersyukur karena apa yang dilakukannya dan dikerjakannya berjalan lancar dan mulus.


Herman ini jalan yang terbaik saya tempuh agar kamu segera sadar dan bertaubat atas apa yang sudah kamu perbuat padaku, semoga kamu mengerti jika saya dan siapapun berada di posisiku tidak akan menyukai jika diperlakukan dengan sangat tidak sopan, terhormat dan tidak terpuji seperti yang saya alamin dulu semoga kelak menjadi pelajaran untuk diriku sendiri khususnya, untuk Herman tentunya dan untuk orang lain pastinya sebagai pembelajaran yang sangat berharga.


Irwansyah menjabat tangan polisi kenalannya itu dengan tersenyum simpul, "Makasih banyak Pak atas bantuannya semoga semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang kami inginkan dan insha Allah tidak akan ada Herman kedua ketiga dan selajutnya untuk kedepannya,"


"syukur Alhamdulillah makasih banyak Pak polisi sudah membantu menangani kasus ini dengan baik saya harap secepatnya Herman diadili dan dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya sendiri!" tegas Dewi lagi.


"Siap! ini sudah menjadi tugas kami sebagai abdi negara dan pengayom masyarakat," imbuh Pak polisi tersebut.


Keesokan harinya, Dewi tidak sempat memeriksakan kondisinya ke dokter ataupun rumah sakit karena, berangkat kerja lebih awal dan tidak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi pada Herman selanjutnya.

__ADS_1


Beberapa orang pria dewasa berpakaian seragam polisi masuk ke dalam sebuah toko mini market yang pagi itu sudah dipadati oleh pengunjung. Mereka semua terkejut melihat kedatangan satu mobil kompoi polisi ke dalam swalayan tersebut.


__ADS_2