Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 61


__ADS_3

Kedatangan Dian Mayang Sari dan Nur Hayati di rumahnya sore itu membuat Dewi kegirangan bahagia. Dewi menyambut kedatangan semua orang-orang baik yang selalu ada menemaninya selama kehidupannya ini.


"Kamu tahu gak kami sangat bahagia karena kamu selamat dan baik-baik saja," imbuhnya Dian.


"Iya benar sekali yang dikatakan Mbak Dian, kami bahagia banget setelah mendengar jika Mbak baik-baik saja dan pulang dengan selamat," timpalnya Hayati lagi.


Dewi tersenyum simpul mendengar perkataan dari kedua sahabatnya itu," Alhamdulillah makasih banyak kalian selalu mendoakan yang terbaik untuk saya sehingga hari ini kita masih dipertemukan kembali dengan selamat," imbuhnya Dewi.


Dian memegangi puncak perutnya Dewi, "Tapi ngomong-ngomong perutmu baik-baik saja kan dan usia kandungannya sudah berapa bulan?" Tanyanya Dian.


"Alhamdulillah sudah enam bulan lebih Mbak,"jawabnya Dewi.


Dian yang sedang memegangi perutnya Dewi tiba-tiba bayinya dalam perutnya Dewi menendang. Dian yang baru saja mengalami hal seperti itu sangat terkejut hingga ia berteriak.


"Ya Allah.. bayinya menendang tanganku, lihat dia mungkin dengar doaku dalam hati sehingga babynya bereaksi dengan cara menendang," ucapnya antusias Dian.


Hayati pun tidak mau kalah, ia pun ikut menempatkan telapak tangannya fi atas perutnya Dewi.


"Serius Mbak? Saya juga pengen coba apa benar dia juga nendang tanganku kalau saya sentuh," ucapnya Haya.


Haya pun menempatkan tangannya dan langsung direspon segera oleh bayinya Dewi.


"Hore,dia juga merespon apa yang aku katakan, lihat dia bergerak setelah aku sentuh ternyata enak yah rasanya seperti ini, tapi gimana yah rasanya kalau aku sendiri yang hamil?" Haya mengkhayalkan dirinya yang berada diposisinya Dewi.


Plak!!


Dian yang usil segera memukul pundaknya Hayati dengan cukup keras karena lagi memikirkan dirinya juga hamil anaknya sendiri.

__ADS_1


"Auhh sakit Mbak!' pekik Hayati sambil melototkan matanya ke arahnya Dian sambil menatap jengah ke salah satu sahabatnya itu.


"Kamu yah kalau mau rasakan sensasi punya bayi segera nikah, makanya kalau ada yang dekati kamu dan melamar jangan ditolak segala dong cantik bisa-bisa kamu jadi perawan tua, karena terlalu pilih-pilih calon suami," candanya Dian.


"Bukan pilih-pilih sih sebenarnya Mbak,hanya saja aku tidak cinta pada mereka, belum mampu menggoyahkan hatiku ini," ucap Hayati dengan melo dan drama sambil menyentuh dadanya itu.


"Ish.. ish… mulai keluar dramanya lagi, ngomong-ngomong Dewi apa memang bayimu bisa nendang di bagian kanan perutmu juga bisa nendang dibagian kiri secara bersamaan yah, apa kah semua bayi seperti itu?" Dian mengerutkan keningnya tanda keheranan dengan tendangan bayinya Dewi.


Dewi yang mendengar perkataan dari temannya itu terkekeh mendengar perkataan dari Dian," sebenarnya itu tidak mungkin sih, tapi kalau bayinya lebih dari satu atau dua itu pasti bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan," balasnya Dewi.


Kedua membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Dewi langsung.


"Apa bayimu kembar?" Tanyanya Dian suaranya cukup besar.


"Apa calon anaknya Mbak Dewi kembar?" Terkanya Hayati yang keduanya langsung berdiri dari tempat duduknya itu.


"Alhamdulillah berarti kami akan memiliki dua keponakan sekaligus, semoga saja yah pengennya dua-duanya cewek," harap Hayati.


"Kalau aku sih berharap mereka terlahir cowok jadi gantengnya bisa ngalahin ayahnya nanti dan paling penting bisa jagain dan lindungi mamanya kelak itu yang terpenting," tutur Dian.


"Kalau cowok takutnya Dewi akan kewalahan masak dan beberes rumah jadi kalau mereka terlahir kedunia jenis kelaminnya perlu pasti akan jago masak, cantik seperti emaknya dan sholehah," tuturnya Haya dengan semangat yang sudah membayangkanc calon anaknya Dewi dan Syam.


"Intinya harus cowok titik!" Tegasnya Dian.


"Tidak boleh anak laki-laki harus perempuan yang cantik!" Tegas Hayati yang tidak mau kalah.


Keduanya akhirnya berdebat masalah jenis kelamin calon anaknya Dewi. Mereka bahkan tidak ada yang mau mengalah membuat Dewi tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat keduanya itu.

__ADS_1


"Astagfirullah aladzim, stop dong! Kenapa kalian jadi berdebat seperti ini katanya datang untuk melihat kabarku kalau seperti ini kalian datang karena hanya ingin melihat saya tertawa terbahak-bahak melihat ulah kalian berdua sampai-sampai perutku kram karena tertawa," guraunya Dewi.


Dian dan Hayati segera kembali duduk di tempat mereka semula dan ikut tertawa terbahak-bahak dengan ulah mereka sendiri.


"Kalian tidak perlu seperti ini kok, karena Alhamdulillah kedua calon bayiku jenis kelaminnya perempuan dan laki-laki," ungkap Dewi.


Perkataan dan penjelasan Dewi Kinanti Mirasih membuat keduanya kembali bereaksi diluar dugaan. Mereka bersorak gembira kegirangan saking bahagianya mendengar perkataan dari mulutnya Dewi. Bahkan keduanya percaya atau tidak percaya dengan kabar gembira itu.


"Serius apa yang Mbak katakan?!" Hayati mendekati Dewi sambil memegangi kedua lengannya Dewi saking terkejutnya sekaligus senang karena keinginan dan doanya serta harapannya sesuai dengan kenyataan.


Dewi menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mengiyakan perkataan sekaligus pertanyaan dari Nurhayat.


"Alhamdulillah kami sangat bahagia dengarnya jadi akan ada dua bayi yang nantinya akan kami gendong, aku sangat senang banget dengernya loh, semoga saja kami berdua cepat nyusul nikah dan punya anak seperti kamu De," doanya Dian.


"Amin ya rabbal alamin," jawab mereka serentak.


Keduanya kembali berbincang-bincang santai sampai mereka bertanya masalah kenapa bisa Dewi pergi dari sana tanpa berpamitan kepada mereka setidaknya mengatakan kalau dia akan pergi.


"Jadi sebenarnya Mbak Dewi ke Jakarta karena nyusul ingin bertemu dengan Mas Syamuel karena hendak memberikan kejutan jika Mbak itu hamil,tapi di tengah perjalanan semua barang-barang penting miliknya Mbak kecurian dan dimaling oleh dua orang pengendara motor tapi, karena kebaikan dan kemurahan hatinya Allah SWT sehingga Mbak Dewi dipertemukan oleh suami Mbak Mas Samuel," jelasnya Hayati sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dewi secara langsung.


Maafkan saya Mbak saya tidak mungkin mengatakan kepada kalian jika saya tinggal dan menetap di rumahnya istri keduanya Abang Sam. Apalagi mengatakan kepada kalian yang sejujurnya jika Abang Syam punya dua orang istri.


Saya akan berusaha untuk menyimpan rapat-rapat rahasia besar ini dan jika esok ada yang membongkar dan mengatakan di depan kalian mungkin barulah saya akan menjelaskannya dan berterus terang. Tetapi, untuk saat ini biarlah saya serta paman,bibi dan Dinar yang mengetahui jika saya orang ketiga di dalam hubungan pernikahannya Abang dengan Nadia Yulianti.


"Yang paling kamu sudah balik ke sini karena pepatah mengatakan sebaik-baiknya negri orang lebih baik negeri sendiri, untungnya kamu masih punya niatan untuk pulang dan melahirkan kedua anakmu di sini sehingga kami bisa membantu kamu untuk menjaga dan merawat mereka nantinya," imbuh Dian dengan penuh keyakinan.


Dewi menitikkan air matanya saking terharunya mendengar semua perkataan dari kedua rekan kerjanya itu.

__ADS_1


"syukur Alhamdulillah saya sangat bahagia dan bersyukur karena saya selalu di kelilingi oleh orang-orang baik, apalagi dalam hidupku dapat sayang seperti kalian sungguh luar biasa anugerah terindah yang Allah SWT berikan untukku," pujinya Dewi seraya menyeka air matanya itu yang menetes membasahi pipinya.


__ADS_2