
Maryam Nurhaliza dan Aydan Akhtar serta Shanum Inshira dan Arion Sneider sama-sama saling membahagiakan pasangan masing-masing.
Kedua pasangan suami istri itu setelah beraktifitas panjang, mereka bersiap ke acara resepsi pernikahan Vela dan Amar. Malam harinya pesta pernikahan Amar dan Vela akan berlangsung sedangkan pesta untuk anak-anaknya Syamuel Abidzar dan Dewi Kinanti akan berlangsung beberapa hari setelahnya, mengingat Adelio yang tiba-tiba harus melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negeri Eropa.
Syam melihat anak-anaknya sudah bersiap untuk berangkat ke pesta, "Bagaimana apa kalian sudah siap berangkat bareng dengan Papa?" Tanyanya Sam.
Semua anak-anaknya dan menantunya sudah bersiap untuk berangkat, hanya minus Shaira dan Adelio saja.
"Kami sudah siap kok Pa, emang kenapa?" Tanyanya Shanun.
"Nggak apa-apa kok hanya bertanya saja, jangan sampai kalian belum siap atau mungkin ada yang tidak bisa ikut bareng papa," ucapnya Samuel lagi.
"Kalau kami yang ada di sini sudah siap sedia pa, hanya Dede Aira yang belum bersiap sepertinya," jawabnya Abyasa Akhtam yang melihat adik paling bontotnya belum hadir di tengah-tengah mereka.
Semua orang saling berpandangan satu sama lainnya mencari Shaira dan Adelio yang belum muncul juga.
"Apa yang terjadi dengan Shaira, Adelio juga tidak ada, apa mereka baik-baik saja?" Tanyanya Dewi yang mulai mencemaskan kondisi dari anaknya dan menantunya itu.
Semua orang pun mencari keberadaan Shaira dengan suaminya, terutama Dewi yang baru kali ini merasa aneh dengan tidak hadirnya Shaira yang biasanya dia yang paling cepat bergerak apalagi mengingat yang punya hajatan adalah sahabat terbaiknya.
"Katanya mereka akan ikut bersama kami pa,tapi kok belum bersiap yah," sahutnya Aidan.
Adisty yang belakangan berjalan menuruni tangga membuat semua orang mengalihkan perhatiannya ke arah tangga. Adisty yang diperhatikan seperti itu merasa aneh dan salah tingkah.
"Kenapa kalian menatapku seperti ini? Apa gaun pesta yang aku pakai jelek, tidak cocok aku pakai, atau aku tidak pantas memakai pakaian ini?" Cercanya Adisty Ulfa yang melayangkan berbagai pertanyaan untuk semua orang.
Maryam berjalan ke arah adik sepupu suaminya itu," kamu sangat cantik memakai gaun ini dan sangat pas ditubuhmu, kami hanya mencari keberadaan Shaira kok," jelasnya Maryam yang tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kalau Mbak Aira tidak bisa gabung dengan kita Tante Wi, karena Mbak Aira kurang sehat tamu bulanannya datang, jadi kondisinya tidak memungkinkan untuk ikut bareng kita ke pesta," terangnya Adisty.
"Apa kakakmu sudah minum obat, suaminya ada bareng dia kan?" Tanyanya ibu Rina Amelia yang mulai panik mendengar kondisi cucu kesayangannya itu.
Adisty terkikik jika mengingat insiden kedatangannya ketika membawa pembalut untuk Shaira, "Alhamdulillah suaminya Mbak Aira menjaganya dengan baik, mulai dari memberikan obat, hingga menyediakan roti bersayap juga dilakoni oleh bang Adelio, intinya suami siaga banget yang menjaga Mbak Aira," jelasnya Adisty.
"Mama akan mengecek kondisi adikmu, kalian duluan saja ke mobil, Mama hanya sebentar kok hanya ingin melihat adikmu saja," ucap Dewi.
"Kami menunggu Mama di sini saja, kami tidak masalah menunggu sampai Mama datang," balasnya Aidan.
Dewi pun segera memeriksa putrinya dan sedikit khawatir, karena Shaira kalau datang tamu bulanan kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Semoga saja anakku baik-baik saja, aku tidak ingin suaminya dihari pertamanya menikahi putriku langsung diberikan beban yang cukup berat seperti ini.
Dewi hendak memutar kenop pintu kamar salah satu anaknya itu, tapi segera terhenti karena pintunya terbuka lebar dari arah dalam.
Dewi tersenyum teduh membalas senyumannya Adelio Arsene.
"Syaira baik-baik saja kan? Karena kami mencari Shaira, apakah dia mau ikut gabung dengan kami ke acaranya Nak Amar atau enggak, karena katanya Adisti Shaira istrimu kurang sehat," ujarnya Dewi yang masih nampak mencemaskan Shaira.
"Insya Allah Shaira sudah membaik ma setelah minum obat, tapi masih butuh istirahat yang cukup. Hanya saja tadi terlambat minum obat makanya efeknya masih dirasakan sampai sekarang, tapi Mama tidak perlu khawatir insya Allah setelah istirahat cukup Shaira akan membaik dan kembali normal seperti sedia kala," terang Adelio yang berusaha untuk menenangkan mama mertuanya.
"Syukur alhamdulilah kalau seperti itu nak, kalau gitu Mama dan yang lainnya pamit pergi dulu kalau ada apa-apanya dengan Shaira kamu tidak perlu sungkan ataupun segan untuk menghubungi kami, makasih banyak sudah menjaga putriku dengan begitu baiknya," tuturnya Dewi.
"Apa Mama enggak masuk dulu mungkin mau melihat Shaira? Kalau masalah itu sudah menjadi tanggung jawab dan kewajibanku sebagai suaminya, jadi tidak perlu repot-repot berterima kasih segala Ma," tukasnya Adelio.
Dewi pun berpamitan kepada Adelio dan Bu Ijah sedangkan Adelio berjalan ke arah dapur karena hendak mengambil beberapa makanan untuk istrinya dan dirinya sendiri yang memang belum sempat santap malam.
__ADS_1
Adelio tidak menduga jika malam pertamanya akan berakhir mengecewakan. Malam pertama yang didambanya tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasinya.
Adisty segera pergi dari kamar itu setelah menyelesaikan pekerjaannya, yaitu mengganti pakaiannya Shaira.
Bang Adelio ganteng tapi aku berasa mas Andrew lebih menggoda dan seksi dari pada kakaknya.
Adisty Ulfa menepuk jidatnya setelah berfikiran yang tidak-tidak tentang dua pria bersaudara itu.
Astaughfirullahaladzim kenapa bisa aku memikirkan tentang mas Andrew disaat seperti ini, apa jangan-jangan aku sudah mulai suka padanya yah?
Malam harinya, Adelio dan Shaira meminta ijin kepada anggota keluarganya, karena tidak bisa hadir di pesta pernikahan antara Amar Alfarizi dan Vela Angelina. Shaira sangat sedih dan kecewa disaat hari penting dan bahagia sahabatnya dia tidak hadir di acaranya.
"Vela pasti sedih bang Lio jika saya enggak hadir," ucapnya Shaira dengan sendu.
Adelio yang duduk tidak jauh dari ranjang segera menghentikan aktivitasnya malam itu. Dia berjalan ke arah dimana Shaira berada.
"Abang yakin Vela mengerti dengan kondisi kamu yang seperti ini, kamu jangan sedih seperti ini, Abang jadi sedih juga kalau kamu seperti ini," ucapnya Adelio sambil menggenggam kedua tangan istrinya itu.
Shaira tersenyum simpul mendengar perkataan dari suaminya itu," ya Allah abang apa aku sudah menganggu aktifitasnya? Maafkan aku yang gara-gara mendengar keluh kesahku sehingga pekerjaannya abang terganggu," sesalnya Shaira yang tidak enak hati dengan apa yang sudah diperbuatnya itu.
Adelio tersenyum tipis menanggapi perkataannya Shaira yang sesekali mengecup punggung tangan istrinya itu.
"Kamu sama sekali tidak pernah menganggu aktifitasnya abang, lagian abang senang kok kalau kamu mengangguku karena itu satu kesyukuran untuk abang jika kamu bersikap seperti ini padaku, berarti kamu menghargaiku dan menganggap aku suamimu yang selalu kamu butuhkan dalam hidupmu," imbuhnya Adelio.
Shaira yang diperlakukan seperti itu oleh suaminya sungguh membuat hatinya tersentuh dan berbunga-bunga.
Adelio tersenyum melihat tingkah lakunya Shaira yang malu-malu dan membuatnya semakin cantik dipandang mata.
__ADS_1
Awal bulan sembilan masih ada beberapa readers terpilih yang akan mendapatkan bonus baca bagi readers yang konsisten mendukung novelku.