Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 204


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Vela Angelina keluar dari rumah sakit, tapi hubungannya dengan suaminya masih dingin dan tak ada yang mengubah kondisi seperti itu.


Vela Angelina masih dalam mode mendiamkan suaminya sedangkan Amar Alfarizi bersikap seperti itu, karena terlalu malu dengan sikapnya sendiri yang terlalu egois sehingga Vela mengalami drop dua kali selama dirawat di rumah sakit.


Vela maafkan Abang terlalu malu dan segan untuk berbicara seperti biasanya sebelum kejadian itu.


Mungkin kedepannya hubungan kita berdua layaknya partner seatap saja, bahkan aku berniat untuk menjalin hubungan seperti layaknya sahabat, karena kalau cinta ini aku paksakan padamu yang aku yakin belum seratus persen untukku,maka akan timbul keegoisan lagi.


Hingga dua bulan itu pun mereka masih belum pernah melakukan hubungan selayaknya seperti pengantin baru lainnya. Karena memang Amar, sudah berjanji kepada istrinya untuk tidak akan menyentuh Vela selama dalam keadaan hamil. Yang artinya Amar tidak ingin meminta tanggung jawabnya kepada istrinya sendiri.


Mungkin untuk sementara biarlah rumah tanggaku seperti ini, aku tidak mempermasalahkannya biarkan lah kami menata sendiri terlebih dahulu hati ini.

__ADS_1


Tetapi, di hadapan orang lain ataupun keluarga besarnya, mereka akan menampilkan hubungan layaknya pasangan suami-istri yang sangat ideal.


Hubungan semacam itu berlangsung hingga detik ini tanpa ada yang mengetahui. Apalagi mereka tinggal di rumah pribadi mereka sendiri, jauh dari kedua orang tuanya.


Sedangkan di tempat lain, Adelio bepergian dalam rangka bisnis ke Paris Perancis, Selandia Baru dan juga akan ke Sydney Australia. Rencana awalnya dua minggu yang lalu seharusnya memulai perjalanannya,tapi terkendala dengan perpanjangan paspornya yang belum selesai, serta banyaknya kejadian yang terjadi di dalam keluarga besar mertuanya.


Shaira duduk di tepi ranjangnya seraya melipat beberapa pakaian yang akan dibawa oleh suaminya ke London Inggris.


Shaira merasa sedih, karena selama dua bulan menikah untuk pertama kalinya Adelio berpergian tanpa bersamanya.


"Abang Lio apa baju kemejanya abang yang warna hijau aku masukkan juga ke dalam koper?" Tanyanya Shaira yang sedikit meninggikan volume suaranya beberapa oktaf.

__ADS_1


Adelio yang berada di dalam kamar mandi segera berjalan ke arah pintu kemudian menyembulkan kepalanya ke arah luar.


"Itu baju hadiah dari kamu kan?" Tanyanya balik Adelio dengan aksen bahasa Inggrisnya yang lebih kental dari pada bahasa Indonesia.


Shaira hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari suaminya itu. Dia pun melipat rapi pakaian itu hingga semuanya sudah terletak di dalam koper berwarna hitam yang ukurannya kecil saja.


Shaira kembali mengecek beberapa berkas penting milik suaminya itu, dia tidak ingin ada barang penting kepunyaan suaminya terlewatkan atupun terlupakan.


Shaira segera mengganti pakaiannya karena berniat ingin mengantar kepergian suaminya ke negara Eropa dan tidak akan pulang dalam waktu tiga bulan rencananya.


Dewi, Syam dan Adisti Ulfah serta Bu Rina Amelia sudah berada di dalam ruangan keluarga yang sudah bersiap untuk menemani Shaira ke bandara internasional Soekarno Hatta.

__ADS_1


"Kenapa Shaira dan suaminya lama banget, katanya jam dua siang penerbangannya, tapi kok belum nongol juga," gerutunya Bu Rina Amelia yang mulai mondar mandir kesana kemari di depan anak dan cucunya.


"Tenanglah Nek, insya Allah mereka tahu waktu kok, maklumlah mereka agak lama karena kan mau pisah beberapa bulan jadi mungkin kangen-kangenan dulu," bujuknya Adisty Ulfa yang berjalan ke arah neneknya yang seperti setrikaan saja.


__ADS_2