
Shaira mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut, ia masih sedikit tidak percaya, kaget dan tidak menduga jika Adelio Arsene Smith telah berpindah keyakinan mengikutinya.
Ya Allah apa yang harus aku lakukan, apa aku terima saja atau memberikan waktu dan kesempatan untuk membuktikan kepada kami bahwa dia berubah karena benar-benar keinginannya sendiri atau karena alasan hanya ingin menikah denganku saja.
Segala macam pemikiran muncul dibenaknya Shaira,dia tidak habis pikir pria yang hanya sekedar teman biasa di dalam hidupnya itu malah malam ini Du depan orang banyak dirinya dilamar dan dipersunting oleh seorang pengusaha muda dari Eropa tepatnya UK Inggris.
"Nak Shaira apa yang kamu tunggu, Adelio dan yang lainnya meminta kamu untuk memberikan segera jawaban, apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidupnya Adelio ataukah tidak," ucapnya Bu Rina Amelia dengan penuh kelembutan.
Bu Rina dan lainnya tidak ingin memaksa ataupun mendesak Shaira sehingga akan memberikan jawaban yang tergesa-gesa tidak dipikirkan matang-matang terlebih dahulu.
Dewi mendekati putri bungsunya itu," Nak Aira kami tidak memaksa kamu untuk secepatnya menerima lamarannya Nak Adelio, berfikir bijaksana lah Nak dan jangan menjawab karena terpaksa, yang paling penting kamu menjawab sesuai dengan apa yang hatimu inginkan bukan karena keinginan dan desakan kami, ingat kamu adalah orang yang akan menjalani kehidupan pernikahan ini bukan kami keluargamu," nasehatnya Dewi sambil memeluk erat tubuh putri semata wayangnya itu.
Dulu mas Hans memberikan cincin pengikat sebagai pertunangan kami dengan mudahnya aku terima karena aku terlalu percaya dan mencintainya setulus hatiku,tapi apa yang dia balas dengan kekecewaan dan rasa sakit yang teramat.
Kata orang hidup dan berdampingan dengan pria yang sangat mencintai kita lebih baik dari pada menikah dengan orang yang kita cintai.
Karena jika menikahi pria yang benar-benar mencintaiku itu aku yakin akan melakukan segala cara dan menempuh berbagai macam cara untuk membahagiakanku.
Dede Aira mas mohon jangan terima lamarannya pria asing itu, karena aku akan segera menceraikan Ariella Ziudith jika anaknya lahir ke dunia ini.
Aira aku yakin kamu masih sangat mencintaiku, buktinya kamu lama berfikir untuk memberikan jawaban.
Hansal Abdul Djailani berharap cinta pertama dan sejatinya itu tidak menyetujui lamarannya Adelio langsung di depan umum.
Tapi,bagus sih sebenarnya kalau Shaira menikah dengan pria yang bernama Adelio itu agar tidak ada lagi yang mengacau dan mengusik ketenangan rumah tanggaku kelak.
Walaupun saya cemburu dan jengkel melihat mereka bersaudari mendapatkan calon suami yang lebih kaya dari suamiku Hanz dan Desta Alamsyah suaminya Arabela Aqila.
Shaira menatap intens ke arah Adelio pria yang telah membuktikan diri jika ia sanggup untuk memenuhi tanggung jawab dan tantangan yang diberikan oleh kedua kakaknya itu. Shaira berjalan ke arah Adelio yang sedari tadi terduduk dia atas mimbar altar pengantin ketika melakukan Ijab kabul.
Shaira mengulurkan tangannya ke arah Adelio dengan senyuman tipisnya, Adelio pun tanpa sungkan dan segan apa lagi berlama-lama menyambut uluran tangannya Shaira perempuan yang sangat dicintainya melebihi dirinya sendiri di dunia ini. Kakinya Adelio cukup kram karena terlalu lama duduk bersila di hadapan kitab suci Alquran.
__ADS_1
Adelio memegangi tangannya Shaira, "Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari apakah kamu bersedia menjadi teman hidupku, pendamping hidupku dan menjadi satu-satunya perempuan yang aku cintai di dunia ini hingga hanya maut yang memisahkan raga ini, tapi aku pastikan cintaku padamu akan utuh untuk selamanya hanya kamu seorang," terangnya Adelio.
Shaira memang gadis pertama yang dicintainya itu, walau memang sudah pernah menikah sebelumnya. Tapi, karena terpaksa dan terdesak bahkan Adelio adalah duda rasa perjaka.
Sekalipun belum pernah melakukan hubungan yang berupa memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang suami di atas ranjang.
Brianna Adeline Smith itu lahir ke dunia karena bukan dia papa biologisnya, hanya karena rasa iba sehingga ia menikahi ibu kandungnya Bryanna waktu itu.
Shaira menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan cukup pelan, "Bismillahirrahmanirrahim, saya bersedia menikah dengan Adelio Arsene Smith dan menerima segala kekurangannya dan siap mendampingi hidupnya Abang Adelio hingga akhir nafasku hanya satu suamiku kelak tidak ada orang lain selain Adelio," imbuhnya Shaira.
Perkataan ini lah yang sejak tadi orang-orang Ingin dengarkan dari bibir mungilnya Shaira. Semua orang bisa bernafas lega karena Shaira sudah setuju dengan lamarannya Adelio.
Semua tamu undangan mengucap syukur alhamdulilah atas ucapannya Shaira yang bersedia untuk menikah dengan Adelio.
Kecuali hanya Ariela Ziudith dan pak Irwansyah Hatif yang sama sekali tidak merasakan kebahagiaan sedikitpun.
Sial!! Mereka akan menikah, kalau seperti ini aku kalah telat lagi dengan Samuel Abidzar Al-Ghifari brengsek itu!!
Irwan menatap tajam ke arah Syam yang selalu tersenyum penuh kegembiraan karena anaknya yang satunya akan menikah lagi.
Aku akan menuntut rugi kepada pak Andrew Parker karena sudah menggangu kenyamanan acara resepsi pernikahannya Ara. Aku akan meminta ganti rugu uang yang tidak sedikit secara mereka kan pengusaha 1 M bukan apa-apa bagi mereka.
Bu Rina dan yang lainnya segera memeluk satu persatu Shaira dan mengucapkan selamat kepada calon manten itu. Mereka berbondong-bondong memberikan ucapan selamat dan doa setulus hati untuk keduanya.
"Syukur alhamdulilah makasih banyak kau bersedia menikah denganku," tuturnya Adelio yang masih berbicara terbata dalam memakai bahasa Indonesia.
Shaira hanya tersenyum simpul dan kedua pipinya merona ketika Adelio mengecup punggung tangannya Shaira seperti ala orang barat memperlakukan pasangannya itu.
"Syukur alhamdulilah selamat yah dede kamu akan menikah," ucap Shanum.
Shaira segera melepas tangannya dari genggaman tangan Adelio dan memeluk tubuh kakaknya itu.
__ADS_1
"Selamat bro kamu akan menjadi calon adik iparku, tapi ingat jika jangan pernah bermimpi untuk menyakiti adikku jika tidak kamu akan berurusan denganku!" Ancamnya Abiayasa Akhtam sambil berjabat tangan ala anak muda jaman sekarang.
"Semoga kamu tidak menitikkan air mata adikku yang paling berharga ini, bahagiakan dia karena adikku layak mendapatkannya, dia gadis yang baik dan palingan berharga di dalam keluarga kami," terang Aidan yang merangkul pundak adik bontotnya itu.
Andrew memeluk kakaknya itu dengan penuhi semangat dan gembira," akhirnya perjuangan kakak tidak sia-sia dengan pengorbanan yang tidak sedikit," Andre menepuk punggung lebar kakak sulungnya itu.
"Jadi kapan kamu mau meresmikan pernikahan kalian Nak karena kebetulan dua hari lagi kami akan mengadakan akad nikah ketiga putri putra kami tepatnya di hari jumat," ujar Syamuel.
Adelio menatap ke arah Hansal terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari calon papa mertua itu.
"Kalau masalah segala sesuatunya saya sudah urus dan persiapkan Om, kalau Shaira sudah siap lahir batin insya Allah hari jum'at kami menikah, acara resepsi pernikahannya saya akan adakan di hari minggu saja karena Amar Alfarizi hari sabtu dengan Vela Angelina dan juga Insha Allah bulan depan di London tempat saya dilahirkan Om," jelasnya Adelio panjang lebar.
Pelukan demi pelukan hangat penuh kebahagiaan diterima dan didapatkan oleh Shaira dari teman, sepupunya dan juga tamu undangan. Perbincangan mereka berlanjut hingga menjalar kemana-mana, suara intrupsi seseorang mampu mengalihkan perhatian beberapa orang.
"Karena kalian mengadakan lamaran dadakan di dalam tempat perhelatan anakku alangkah baiknya jika kalian sadar diri apabila saya yang telah menyewa gedung ini, jadi sebaiknya kalian memberikan kompensasi atas ulah kalian yang telah mengusik ketenangan para tamu undangan kami!" Sarkasnya Irwansyah.
Adelio dan Andreu maju ke depan untuk menimpali perkataan dari pak Irwansyah bersamaan dengan kedatangan Arion Sneider Oesman di dalam acara tersebut karena permintaan dari Shanum dan memang mendapatkan undangan dari Desta Alamsyah yang memang CEO perusahaan tempat Desta bekerja.
"Berapa kompensasi kerugian yang harus kami bayar Tuan Irwansyah Hatif?"
Saya akan memecat kamu tunggu saja besok Pak dokter Irwansyah yang terhormat. Geramnya Andre Parker.
Dokter Irwan tersenyum penuh kelicikan," sedikit kok dan bagiku Anda pasti sanggup membayarnya yaitu 1 Milliar ganti rugi yang saya minta!" Tegasnya Irwansyah yang penuh kelicikan setiap perkataannya.
Semua orang terkejut,kaget dan tidak menyangka jika Irwansyah akan berkata seperti itu.
"Mas Irwan ini tidak masuk akal!" Teriaknya Dina Anelka Mulya yang tidak terima keputusan mantan suaminya itu.
"Kamu diam saja! kamu tidak punya hak untuk berbicara ataupun mengeluarkan pendapatmu jaga batasanmu Dina!" bentaknya Irwansyah.
Suasana kembali panas dan semakin heboh dan ramai dengan suara desas desus dari para tamu undangan yang hadir di malam hari itu.
__ADS_1