
Sekujur tubuhnya bergetar hebat ketika berhasil membuka pintu kamar perawatan suaminya. Ia kembali dikejutkan oleh banyaknya orang yang berseragam dokter mengelilingi tubuhnya Adelio yang terpasang banyak alat bantuan medis.
Semua saudara-saudarinya, kakak kandung, kakak ipar dan sepupunya sudah datang di rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Ade Nugraha dan Maryam Nurhaliza.
Ya Allah apa yang terjadi pada suamiku, kenapa dia seperti ini?
Shaira tubuhnya kaku melihat para tim dokter mengelilingi ranjangnya Adelio, dari mimik wajah mereka seperti nampak serius, panik dan cemas.
Bagaimana tidak orang nomor satu di rumah sakit itu dalam keadaan gawat dan kritis. Kedatangan Shaira diketahui oleh beberapa dokter dan perawat, sehingga beberapa diantaranya menyambut kedatangan Shaira yang notabene adalah istri dari pemilik rumah sakit itu.
"Dokter Shaira," sapanya salah satu perawat.
"Nyonya Muda kenapa berdiri terus di luar sana," imbuhnya sang asisten pribadi Adelio.
Shaira sama sekali tidak menggubris perkataannya mereka. Ia hanya terus berjalan ke arah ruangan untuk melihat apa yang terjadi pada suaminya itu.
Shaira langsung berhamburan memeluk tubuhnya Adelio. Air matanya semakin tumpah ruah saking sedih, menyesal, takut, khawatir dan mencemaskan keadaannya Adelio.
"Apa yang terjadi pada suamiku!?" Teriak histeris dari Shaira.
"Tuan Adelio kondisinya sangat kritis, kami sudah berusaha sekuat tenaga dan kami sudah mengerahkan kemampuan terbaik kami, tapi seperti ini lah hasilnya Allah SWT berkehendak lain," ucapnya kepala rumah sakit.
Tubuhnya Shaira terhuyung ke belakang saking kagetnya mendengar perkataan dari dokter paling tinggi jabatannya di rumah sakit itu.
Untungnya Andrew Parker segera datang untuk menolongnya, sehingga tubuhnya Shaira terselamatkan dari ambruk ke atas lantai.
"Kamu harus kuat dede Aira. Insha Allah Abang Adelio akan selamat dan baik-baik saja," ucapnya Andrew.
Shaira yang menyadari siapa pria yang membantunya itu segera menolehkan kepalanya ke arah belakang dengan tatapan matanya yang tajam. Shaira segera melepaskan pegangan tangannya Andrew dari tubuhnya.
Shaira memegangi dengan erat tangannya Andrew adik iparnya itu," Aku yakin kamu sudah lama mengetahui suamiku mengidap penyakit yang mematikan ini. Tapi, kenapa kamu tidak mengatakannya padaku!" Teriak Shaira.
Shaira memukul-mukul dadanya Andrew," kenapa? Kalian menyembunyikan masalah ini padaku? Apa aku tidak pantas untuk mengetahuinya dan apa aku istri yang tidak dianggap oleh kalian sehingga merahasiakannya dariku!" Jerit Shaira yang tangannya terus memukuli tubuhnya Andrew.
Sedangkan Andre sama sekali tidak membalas pukulannya Shaira dan hanya terdiam saja.
__ADS_1
"Apakah alasannya selama beberapa bulan terakhir ini yang katanya selalu pergi ke luar negeri katanya urusan bisnis ternyata untuk berobat ha!! Kenapa kalian tidak mengatakan kepadaku yang sejujurnya. Apa kah aku tidak layak!?" Geramnya Shaira.
Shaira terus memukul-mukul dada bidangnya Andrew, sakit iya karena Shaira jago karate dan taekwondo sehingga pukulannya cukup terasa ditubuhnya Andrew.
Sedangkan Andrew hanya terdiam membisu tanpa bertindak untuk menghalangi, menghalau ataupun melindungi tubuhnya dari serangan pukulannya Shaira yang semakin brutal karena menumpahkan segala kemarahannya.
"Maaf, aku tidak berdaya. Aku tidak sanggup menolak keinginannya kakakku," cicitnya Andrew.
Shaira menatap jengah ke arah Andrew," apa aku ini bukan istrinya ataukah aku ini tidak layak untuk mengetahui kondisi kesehatannya suamiku sendiri, pria yang sangat aku cintai gas!?"
"Keinginan!" Shaira melepaskan pegangan tangannya itu dari bajunya Andre yang awalnya dari lengannya.
Andrew meringis kesakitan karena dadanya yang terus dipukuli oleh Shaira, tapi berusaha sekuat tenaga untuk melawannya.
"Apakah Bang Adelio memintamu merahasiakannya padaku! Tapi kenapa bisa seperti itu dan apa alasannya? Andaikan aku bukan istrinya itu bisa saja dilakukannya. Tapi, aku ini istrinya," kesalnya Shaira yang air matanya semakin menetes tak terbendung.
Sedangkan beberapa tim dokter terus berupaya untuk mengobati Adelio Arsene Smith. Pria yang terbaring lemah di atas bangkar rumah sakit.
Shaira berjalan tertatih ke arah suaminya itu,dia terduduk di samping tubuhnya Adelio. Air matanya terus menetes membasahi pipinya itu. Penampilannya sudah kacau balau dan berantakan.
Kakak-kakaknya sudah tiba di rumah sakit, tetapi hanya Shaira yang bisa berada di dalam kamar khusus ICU hanya untuk Adelio seorang diri saja.
Air matanya Shanum, Maryam, Adisti Ulfah, Sanika Tanisha, Sheila Alona melihat ketidakberdayaan Shaira.
"Ya Allah cobaan apa lagi yang Engkau berikan kepada kami ya Allah. Baru setengah tahun kepergian Mama Dewi dan hari ini di depan mata kami melihat suaminya Shaira yang sedang berjuang melawan penyakitnya," ratapnya Shanum.
"Bang Adelio pria yang baik, insha Allah pasti akan berumur panjang," sahutnya Maryam.
"Entah bagaimana Shaira kedepannya jika suaminya seperti ini kondisinya," cercanya Tanisha dengan tubuhnya yang cukup besar karet dalam keadaan yang hamil sembilan bulan calon anak pertamanya itu.
Tanisha memeluk tubuh suaminya Abyasa Akhtam," aku pun sangat sedih melihat adikku diposisi seperti itu, tapi mau dikata apa jika semua ini terjadi karena kehendak Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa," imbuhnya Abyaza.
"Mah, kamu sudah pergi meninggalkan kami, janganlah Engkau ya Allah mengambil Adelio dari kehidupan kami ini. Aku tidak sanggup melihat adikku sedih dan aku yakin bakal akan kehilangan banget," sahutnya Aidan.
Arabela Aqila dengan suaminya yang bernama Gala, Ariella Ziudith dengan tunangannya pun sudah datang sang duren duda keren itu. Ariela memeluk tubuhnya Bayu sang kekasih karena tak sanggup melihat kakak sepupunya terpuruk.
__ADS_1
Sheila Alona pun tidak pernah mau jauh dari suaminya Faris sebagai sandarannya dikala sedih. Ahksan Haydar dan Meila yang berencana akan berangkat ke kampung halaman sang istri di Padang tertunda setelah mendengar kabar duka itu.
Dina Anelka Mulya dan suaminya yang tidak lain adalah adik dari papa mereka pun barusan datang untuk melihat kondisi terakhir Adelio Arsene.
"Sha apa yang terjadi pada suaminya adikmu Nak?" Tanyanya Syamil.
"Kondisi terakhirnya kritis Om," balasnya Shanum.
"Astaughfirullahaladzim, yah Allah kenapa Engkau memberikan kami kembali cobaan yang begitu besarnya. Belum cukup setahun kepergian Mbak Dewi dan hari ini Adelio yang menunggu keajaiban dari Sang Maha Pencipta." Ratapnya Bu Dina.
"Ini sudah kehendak Allah SWT Sang Maha pemilik Kehidupan umatnya, apa bh mau dikata kalau seperti ini lah garis tangannya Shaira." Imbuhnya Aydan lagi.
Semua orang terduduk di kursi masing-masing yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berada.
Andrew berjalan sempoyongan ke arah luar dan meninggalkan Shaira berduaan dengan suaminya di dalam sana.
"Mas Aidan aku takut jika Shaira menjadi janda padahal usianya masih sangat muda bahkan rasa cinta mereka sungguh dalam, dan sayangnya belum dikaruniai seorang anak pun," cerca Maryam.
"Mau diapa kalau memang seperti itulah kisah hidupnya Shaira adikku, tapi kita harus bantu doa untuk keselamatan dan kesembuhan dari Nak Adelio saja, semoga Allah SWT segera mengangkat segala macam penyakitnya dan kita semua diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menjalaninya." Harapnya Bu Rina Amelia.
"Papa gimana di rumah mas Aydan? Apa papah sudah meminum obatnya?' tanyanya Maryam yang tetap mengkhawatirkan kondisi dari papa mertuanya itu.
Hubungan antara Maryam dan Aidan, beberapa bulan terakhir ini cukup renggang dan bermasalah. Tetapi, hari ini tanpa sengaja dan tak terduga mereka akhirnya berbicara saling membalas perkataan dan sudah nampak baik kembali seperti sedia kala tanpa sengaja.
Awalnya Maryam Nurhaliza yang melihat kedatangan suaminya langsung berhamburan memeluk tubuhnya Aidan tanpa ragu untuk meluapkan kesedihannya itu.
Aidan hanya bisa menautkan kedua alisnya dan tersenyum lega dan bahagia karena akhirnya setelah enam bulan dirinya berselisih paham gara-gara pelakor yang bernama Rachel Amanda.
Semua orang tersenyum bahagia melihat kedekatan keduanya yang seperti dahulu kala. Tetapi, teriakannya Shaira dari dalam ruangan tersebut membuat semua orang berlarian ke arah dalam.
"Abang Adelio, tolong!" Jeritannya Shaira.
mampir Baca juga yah novel baruku yang berjudul Terpaksa Menjadi Orang Ketiga.
Ditunggu yah kakak readersnya Satu Atap Dua Hati.
__ADS_1