Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 125


__ADS_3

Cindy adalah teman kelas satu jurusannya Vela sehingga Cindy pun datang berkat undangan khusus dari Vela sendiri.


Betapa beruntungnya, bahagianya dan juga terkejutnya bercampur menjadi satu bagian di dalam hati dan pikirannya Cindy Clara. ketika ia melihat kekasihnya yang entah statusnya sekarang apa, karena tidak putus dan juga sudah kehilangan kontak sekitar empat tahun lalu.


"Kenapa bisa aku bertemu dengan Aidan Akhtar disini, padahal impian dan angan-anganku kami akan bertemu di Jakarta. Ternyata dia adalah kakak laki-lakinya perempuan yang disukai oleh Abang Adelio,"


"Kalau gitu kita masuk saja dulu, masa sih tamunya harus berdiri Mulu di depan pintu," imbuhnya Vela yang mengajak teman-temannya masuk ke bagian terdalam asrama tersebut.


"Kalian masuk saja terlebih dahulu aku ada perlu di luar sebentar," ucapnya Aidan.


"Kalau kamu Cindy tadi katanya mau ke toilet? Ngomong-ngomong toiletnya ada diujung jalan lorong sana belok kiri sedikit itu sudah kamr kecikmyay,' jelasnya Vela.


"Makasih," ucapnya Cindy yang segera memisahkan diri dari rombongannya yang berjalan ke arah belakang rumah dimana anak-anak sudah menyalakan tungku pembakaran ikan.


Cindy mempercepat langkahnya karena betapa groginya setelah dipertemukan kembali. Tingkahnya seperti anak abg saja yang sedang dimabuk asmara yang selalu malu-malu kucing jika dia bertatapan langsung dengan Aidan.


Aidan memperhatikan gerak geriknya Cindy," engkau semakin cantik saja dimataku di dunia ini tidak ada wanita yang melebihi kecantikanmu,"


Aidan berbelok arah sedangkan orang-orang sudah berkumpul di belakang, untuk memulai acara kecil-kecilan sebagai tanda perpisahan mereka akan kembali ke negara dan kota asal mereka selanjutnya, setelah kurang lebih empat tahun menempuh pendidikan di luar negeri.


Aidan hanya memberikan kode kepada adiknya jika dia ada keperluan sebentar di depan. Shaira hanya menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan beriringan menuju teras belakang.


Aidan berdiri di depan pintu masuk toilet, dia mengangkat salah satu kakinya dan melipatnya kebelakang. Sedangkan kedua tangannya dilipat tepat di depan dadanya.


Cindy segera keluar dari dalam toilet setelah menyelesaikan urusannya di dalam sana. Ia segera berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya terlebih dahulu.


"Sudah empat tahun kamu meninggalkanku tanpa kabar sedikitpun, kenapa dan apa yang terjadi padamu? Semua email yang aku kirimkan pun satupun tidak kamu balas padahal setiap saat aku berharap kamu membalasnya, apa yang terjadi padamu! Mana janji manis mu mencintaiku hingga nanti!?"


Cindy sangat mengetahui dengan jelas siapa orang yang berbicara itu. Dia berhenti sejenak dan kembali melangkahkan kakinya ke arah dalam rumah tanpa peduli dengan kehadiran Aidan.

__ADS_1


Pria yang sangat dicintainya itu, tapi perbedaan diantara mereka yang menyebabkan sehingga Cindy Clara harus menghindari, memutuskan hubungannya dan juga harus mengakhiri segalanya yang pernah terjadi. Tanpa menolehkan kepalanya sedikitpun ke arah orang tersebut, dia semakin mempercepat langkah kakinya.


Tapi langkahnya terhenti ketika Aidan menarik tangannya Cindy sekuat tenaga. Aidan mendorong tubuhnya Cindy hingga menyentuh tembok. Aidan memegangi kedua tangannya Cindy dengan menggunakan salah satu tangannya saja.


"Cindy katakan padaku apa salahku? Kenapa kamu meninggalkan aku tanpa menoleh sedikitpun untuk melihatku yang begitu tulus mencintaimu!?" Teriaknya Aidan Akhtar.


Aidan yang seolah ingin melepaskan amarahnya yang meledak-ledak saking ingin mengetahui kenapa alasannya sehingga ia dicampakkan oleh seorang perempuan yang pertama kali dicintanya dalam hidupnya hingga detik ini.


Cindy menolehkan kepalanya ke arah lain, ia berusaha keras untuk menahan air matanya dan menutup mulutnya rapat-rapat.


"Cindy! Please aku mohon padamu katakan yang sejujurnya kenapa kamu tega meninggalkan aku, sedangkan kamu tidak memberikan aku waktu dan kesempatan untuk mengetahui penyebabnya," Aidan menyentuh bibir mungilnya Cindy Clara yang pernah sekali mereka berciuman.


Cindy tidak mampu untuk menatap kedalam matanya Aidan ia pasti akan kesulitan untuk menahan diri dan mengontrol perasaannya. Aidan mengerang prustasi dengan sikapnya Cindy terdiam seperti orang bisu saja.


Aidan memegangi tengkuk lehernya Cindy agar bisa menatap dirinya, ia pun tak segan-segan mulai mengecup bibirnya Cindy yang tertutup rapat. Cindy awalnya menolak keinginannya Aidan, tapi lama kelamaan pun sudah mulai membalas perlakuannya Aidan hingga ia pun melingkarkan tangannya ke lehernya Aidan.


Orang itu meremas ujung hijabnya dengan kuat, "Ya Allah… kenapa Aidan melakukan ini padaku, katanya dia bahagia bersamaku, tapi hari ini aku lihat langsung dengan kedua mataku jika dia melakukan hal itu dengan perempuan lain, apa kah selama ini hubungan kami berdua ini tidak ada artinya dimatanya? Ataukah aku hanya dijadikan pelampiasan semata!?"


Perempuan itu segera berlari meninggalkan tempat tersebut yang awalnya ingin mencari keberadaan pacarnya. Hubungannya pun hanya diam-diam tanpa ada seorang pun yang mengetahui hal tersebut.


Hubungan backstreet yang dijalaninya selama dua tahun terakhir ini berjalan mulus, lancar dan baik-baik saja walau hubungan mereka terkesan hubungan jarak jauh dan sesekali dalam tiga bulan bertemu.


"Apa yang terjadi dengannya kenapa berlari seperti itu, Abang Aidan kemana, tadi katanya Maryam ingin mencari bang Aidan yah," gumamnya Shaira yang melihat Maryam berlari cepat ke arah dalam kamarnya.


Shaira pun segera berjalan ke arah kiri,tapi usahanya terhenti ketika seseorang memanggilnya.


"Shasa mau kemana?" Tanyanya seorang pria dengan suara baritonnya itu mampu membuat Shaira berhenti sejenak.


"Eh Pak Adelio, ada perlu apa Pak,atau mungkin ada yang bisa aku bantu?" Tanyanya Shaira.

__ADS_1


Adelio sering menyapa Shaira dengan sapaan Shasa alasannya Adelio Arsene Smith adalah bertujuan agar berbeda dengan orang lain dan ia tidak ingin disamai oleh siapapun spesial dari dia seorang.


"Apa kamu boleh membantuku untuk mengambil beberapa barang di dalam bagasi mobilku?" Pintanya Adelio yang berjalan semakin mendekat ke arah Shaira.


"Ihh bisa kok Pak Adelio, Anda tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan ku, insha Allah saya selalu siap sedia membantu Anda pak Adelio," imbuhnya Shaira yang tersenyum lebar menunggu Adelio berjalan ke arahnya.


Sedangkan Aidan dan Cindy tidak peduli lagi dengan dimana sekarang berada. Mereka masih berciuman dengan mesra dan tanpa ragu lagi. Aidan melupakan jika ia punya kekasih lain,tapi sampai detik ini hanya perasaan nyaman yang dirasakannya saja dengan perempuan baik hati dan cantik itu.


Vela Angelina mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat acara. Tetapi, tidak menemukan Shaira, Adelio, Maryam, Aidan dan juga Cindy teman kelasnya.


"Mereka berlima kemana perginya? tadi katanya hanya pamit sebentar saja, tapi sudah menghilang," ketusnya Vela.


Vela mempercepat langkahnya dan menemukan dua sejoli pasangan muda-mudi yang saling menyalurkan rasa rindu dan bahagia mereka lewat ciuman saja.


"Ya Allah apa mereka sudah lama saling kenal, apa jangan-jangan pria yang pernah diceritakan oleh Cindy adalah Aidan,tapi mereka kan berbeda keyakinan sama halnya dengan pak Adelio dan Shaira. Kalau seperti ini cinta yang sungguh rumit,"


Vela segera melangkahkan kakinya menuju ke arah luar, ia ingin melihat apa yang dilakukan oleh Shaira dan Adelio karena belum balik juga.


"Tapi ngomong-ngomong gimana dengan Maryam, bukannya mereka menjalin hubungan tanpa diketahui oleh saudara-saudarinya itu,kecuali saya Mrs.Love apa jangan-jangan Maryam melihat mereka sedang… Vela menepuk jidatnya itu," astaauhfirullahaladzim semoga saja tidak ketahuan jika Aidan selingkuh dengan perempuan lain sahabatku sendiri," gumam Vela.


Vela kembali melanjutkan perjalanannya menuju bagian depan dan ia melihat Shaira dan Adelio berjalan beriringan tapi, terpisah jarak yang cukup berjauhan dengan keduanya menenteng kantong plastik kresek belanjaan.


Ketiganya pun berjalan ke arah bagian belakang asrama yang khusus untuk tiga orang saja setiap unitnya. Vela bernafas lega ketika melihat Aidan Akhtar, Maryam Nurhaliza, Cindy Clara bersampingan. Ditengah-tengah berdiri Aidan dan diapit kanan kiri oleh dua perempuan.


"Apakah akan tercipta cinta segitiga antara mereka, bagaimana ini yah Allah mereka adalah dua-duanya sahabatku, entah apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka,ah ha lupakan sejenak mereka bertiga kebetulan kekasihku juga sudah datang, tapi kami akan berpisah beberapa bulan kedepannya, apa aku akan melanjutkan rencana ku selajutnya bersama Akhsan?"


Ingat yah akan ada beberapa pembaca setia yang akan dapat give away tapi nanti author g a j i a n yah.. hehehe


syaratnya harus dan wajib baca, like, komentar setiap babnya, vote, kalau poin punya silahkan berbagi untuk pamanmu adalah jodohku.

__ADS_1


__ADS_2