Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 160


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, suasana masih nampak ramai di pesta perhelatan pernikahan antara Desta Alamsyah dengan Arabella Aqila. Hiruk pikuk tamu undangan maupun pihak wedding organizer masih nampak terlihat sangat sibuk.


Hingga dering ponsel seseorang dan teriakan penuh amarah, dendam, putus asa, kecewa, benci, dengki terdengar begitu nyaring dari salah satu panggung dimana kedua mempelai pengantin berada.


"Tidak!! Ini tidak mungkin Pak! Pasti ada kekeliruan dan kesalahpahaman yang terjadi, saya yakin itu atau mungkin bapak salah dengar saja jika saya dipindahkan ke daerah pelosok!?" Teriak seorang pria dewasa yang tidak menerima kenyataan yang terjadi.


Arabela dan Ariela memperhatikan gerak gerik papanya itu. Ada apa dengan papa kenapa reaksinya seperti itu yah?


Siapa orang yang menelepon papa, sehingga sikapnya menjadi aneh begini?


Segala macam pertanyaan muncul dibenaknya Ariella Ziudith dan Arabela Aqila.


Kedua anak kembarnya dokter Irwansyah segera berjalan ke arah papanya. Mereka cukup malu diperhatikan oleh beberapa tamu undangan dengan tatapan yang berbeda-beda. Bahkan banyak yang menatap mencemooh dan menghina mereka.


"Papa apa yang terjadi padamu? Kenapa meski berteriak-teriak seperti ini!" Gerutunya Arabela yang bukannya hanya sekedar berbasa-basi untuk bertanya malah seperti orang yang menghakimi saja.


"Iya papa kenapa papa sampai berteriak histeris seperti ini! Apa papa tidak berasa malu diperhatikan oleh para tamu undangan kita seperti itu dengan ulahnya papa sendiri?" Tanyanya Ariela yang ikut menambahkan pembicaraan mereka.


Irwansyah menatap nyalang satu persatu putri kembarnya itu," ini semua gara-gara kalian!! Anak tidak tak tahu diuntung, tak tau balas budi, anak sial!! Coba kalian yang akan menikah dengan Tuan Adelio Arsene atau pak Andrew Parker Smith pasti ceritanya dan kisahnya tidak seperti ini!!" Bentaknya pak Irwansyah.


Kedua anaknya itu terkejut bukan main dan tidak nyangka jika papanya akan bersikap kasar dan membentak keduanya. Padahal selama ini mereka berdua paling tidak pernah dikasari oleh papanya.


Irwansyah menatap tajam satu persatu putrinya itu," Ara coba kamu belum menikah dengan Desta pasti aku akan jodohkan kamu dengan pak Andrew sedangkan Ariela aku jodohkan dengan pak Adelio pasti papa tidak dimutasi ke daerah terpencil dan jabatan papa pun diturunkan!!" Hardiknya pak Irwan.


Semua orang mulai berkerumun dan mendekati ketiga orang yang berdebat itu. Desas desus semakin ramai terdengar saja.


Ariela menatap intens ke arah papanya dengan raut wajah yang sama sekali tidak percaya dengan perkataan papanya itu.

__ADS_1


Ariella dan Arabela sama sekali tidak menerima jika papa kandungnya mencibir dan menghinanya di depan umum banyak orang.


"Papa stop!! Saya sama sekali tidak menyukai perkataannya papa, apa papa lupa siapa yang menyarankan saya untuk menggoda mas Abdul Djailani, bukannya itu atas perintah papa sendiri sehingga kami pun menikah, tapi kenapa sekarang seolah tak mengingat semua hal penting itu! Apa jangan-jangan papa amnesia lagi!" Sarkasnya Ariella.


"Iya papa lah yang menganjurkan kami untuk mendekati dan kata papa kalau pria itu tidak mau maka kamu perlu melakukan cara-cara dan trik kotor tidak masalah yang paling penting kami bisa merebut semua Pria yang hendak menikahi anak-anaknya paman Samuel!?" Pekiknya Arabela.


Arabela mulai tersulut emosinya yang melupakan dimana dia berada. Karena tidak terima dengan kemarahan papanya itu yang akhirnya dengan sendirinya membongkar aib mereka sendiri di depan khalayak ramai.


"Kenapa kesalahan dan pilihan hidupnya papa sendiri malah menyalahkan kami yang hanya ikut dalam arus permainan Papa! bukannya papa sendiri yang mau kami menjadi wanita penggoda dari suami kami sendiri!" teriak Ariella dengan perut buncitnya yang berjalan mendekat ke arah papanya.


Hingga Irwansyah tanpa basa basi langsung melayangkan tamparan keras ke arah pipi kanannya Ariella.


plak!!


bugh!!


Suara tamparan keras itu cukup menggema dan nyaring bunyinya di dalam gedung perhelatan acara resepsi pernikahan tersebut yang begitu megahnya.


Tubuhnya Ariela terhuyung ke arah belakang, karena ketika ditampar dalam keadaan yang tidak berdiri baik yang memang mendapatkan pukulan yang cukup keras dan cukup kuat hingga punggungnya membentur beberapa kursi tamu undangan yang berjejer di sekitar area perdebatan mereka.


"argh!! jeritnya Ariela yang sudah tersungkur ke atas lantai sambil memegangi perutnya yang mulai bereaksi kram dan sakit.


"Ariela!" jeritnya Hanzal yang tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu oleh papa mertuanya sendiri.


"Ara lihat kakakmu ini lah akibatnya jika terus menentang dan melawan keputusannya Papa!! saya tidak akan segan-segan untuk memberikan kalian hukuman yang lebih parah dari itu


"Ya Allah ternyata seperti ini rupanya kedok rumah tangganya pak Irwan dokter terkenal baik dan bijaksana itu ternyata hanya alibi saja untuk menutupi kebusukannya," cibir seorang pria yang baru saja bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Iya yah baru kali ini nemu seorang laki-laki yang berstatus ayah melakukan segala cara demi kepuasan batinnya dengan menjadikan anak-anaknya tameng dan bidak catur di dalam keserakahan dan ketamakannya," nyinyirnya seorang ibu-ibu.


"Sudah-sudah kalian diam saja dan jadilah saksi bisu dari drama kolosal yang berjudul kedengkian dan kecemburuan sosial dari family seorang dokter!" Cibir dari seorang emak-emak lagi.


"Tidak kuduga besanku seperti ini rupanya, kenapa aku terlalu bego dan tolol untuk menikahkan putraku dengan putrinya yang tidak tahu diri itu, dasar wanita penggoda pantesan hamil duluan sebelum menikah! Karena terus menyodorkan tubuhnya ke hadapan putraku Hanzal Abdul!" Sarkasnya Bu Silviana mami kandungnya Hansal.


"Kamu yang terlalu lugu jika putramu dekat dengan anak dokter yang hebat katanya sehingga kamu menentang menjodohkan Hanzal dengan Shaira Innira yang dari segala-galanya berbeda dengan istrinya Hans itu!"pungkasnya pak Faisal Aswan papanya Hanzal.


Ya ampun dimana aku taruh mukaku ini jika orang-orang mengetahui jika saya membatalkan perjodohannya Desta anakku dengan Shanum putri angkatnya Syamuel, padahal masa depannya Sahnun lebih menjanjikan dari pada Arabela yang masih kuliah, kalau Irwansyah dipecat aku akan meminta putraku itu menceraikan istrinya!" Cercanya Bu Kharisma yang to the poin tanpa rasa segan mengatakan kenyataan yang tersembunyi di dalam keluarganya secara terang-terangan di depan orang lain.


"Kamu saja istriku yang terlalu gegabah bertindak hanya gara-gara Shanum tidak bisa hamil gara-gara sakitnya sampai-sampai kamu memutuskan untuk menyudahi rencana pernikahan anakmu dengan putrinya pak Syam yang lebih baik dari Arabela gadis muda yang sama-sama sekali tak tahu diri!"timpalnya Pak Gilang papanya Desta.


"Aku sungguh keheranan dengan sikapnya seorang dokter berpendidikan tinggi lulusan luar negeri lagi. Tapi sikapnya tak terpuji seperti orang yang tinggal di jalanan saja yang sama sekali tidak pernah sekolah," protesnya pak Hanif Yahya selaku papa angkatnya Hansal.


Irwansyah kembali menghubungi nomor ponselnya wakil direktur rumah sakit tempat dia bekerja selama lebih dua puluh tahun lamanya itu.


"Apa tidak bisa pak saya dipindahkan ke daerah Jawa saja, kenapa meski ke daerah Papua! tolong dipertimbangkan lagi pak keputusannya,saya yakin ini ada yang keliru dan salah jalan paham saja," bujuknya Irwansyah dengan mimik wajah memelasnya itu ketika bertelponan.


"maafkan saya pak Irwan ini sudah menjadi keputusan final dan bulat dari direktur, jika anda menolak mutasi ini jangan salahkan kami jika besok pagi Anda mendapatkan surat pemecatan tanpa pesangon sedikitpun sesuai dengan perjanjian yang Anda tanda tangani dulu!" tegasnya pak Robert dari seberang telpon yang segera mematikan sambungan teleponnya itu.


Irwansyah menghibah dan memperlihatkan wajah memelasnya ketika menelpon, "Pak Robert jadi maksudnya pak saya dimutasi ke daerah terpencil jika menolak keputusan ini adalah saya akan dipecat!?"


"Tepat di sekali pak Irwansyah Hatif Prasetyo,"jawab pak Robert Pattinson yang berbaring di ranjangnya.


Pak Robert sungguh terkejut setelah mendapatkan telpon dari Andrew Parker yang menyarankan dan memerintahkan khusus kepadanya untuk memecat atau memberikan surat mutasi untuk dokter yang terkenal pintar dan rajin itu.


"Tidak!! aku tidak mau dipecat!! aku tidak mau jadi miskin dan melarat!!" jeritnya Irwansyah yang suaranya cukup menggema memenuhi seluruh penjuru ruangan gedung itu.

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah Irwansyah yang seperti dokter gila saja dengan berteriak histeris dan kencang serta meraung-raung.


__ADS_2