Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 247


__ADS_3

Ya Allah bagaimana ini, pasti bakal ada perpecahan dan masalah besar jika Mbak Maryam membuka aibnya kak Aydan.


Aku yakin Tante Dewi dan paman Syam akan menderita dengan kenyataan cukup tidak baik itu.


Maryam pun tidak menduga jika reaksinya Dewi seperti ini. Hati orang tua mana yang tidak akan sedih, jika kehidupan rumah tangga anak-anaknya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Maryam sudah membulatkan tekadnya untuk mengatakan yang sebenarnya, walau fakta itu sangat tidak baik dan akan menggoyahkan kehidupan rumah tangganya Dewi dengan anak-anaknya. Maryam tetap akan berbicara terus terang.


"Kenapa kamu diam Nak? Mama yakin pasti ada yang kamu sembunyikan dari kami semua," terkanya Dewi.


"Sebenarnya Abang Aidan sudah…," ucapannya Maryam terpotong.


Perkataan Maryam terhenti ketika pintu berdecit dan masuklah beberapa orang dewasa dengan masing-masing membawa beberapa parcel dan mainan untuk kedua anak kembarnya Maryam.


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah pintu kamar perawatan Maryam Nurhaliza terbuka lebar.

__ADS_1


Adisti Ulfah segera membuka aplikasi ponsel pintarnya setelah ada pesan chat yang masuk. Dia melebarkan matanya hingga melotot saking terkejutnya melihat gambar atau foto yang salah satu teman kantornya mengirimkan foto tersebut.


Sesuai dengan permintaannya sendiri Adisti, untuk menyelidiki dan mengawasi apa yang terjadi pada Aidan Akhtar dengan sekretarisnya.


Dia semakin dibuat terkejut, ketika foto tersebut di dalamnya menggambarkan bahwa Rachel dan Aidan Akhtar keluar dari dalam ruangan praktek dokter spesialis kandungan.


"Astaughfirullahaladzim, ini tidak mungkin! Kenapa bisa mereka nekat berbuat seperti ini," cicitnya Adisti.


"Hemph, Adis apa yang terjadi padamu hey!?" Tepuk Shaira di pundaknya Adisti.


Adisti berulang-ulang menggelengkan kepalanya itu," tidak apa-apa kok kakak, hanya saja terkejut chat teman yang baru masuk ke nomor ponselku kak," kilahnya Adisti.


Dewi hendak mengintrogasi Maryam, tapi kedatangan putri angkatnya dengan anak menantunya, istrinya Abyasa anak sulungnya itu.


"Kamu tadi mau bicara apa nak? Kamu bisa melanjutkan perkataanmu," ucapnya Dewi.

__ADS_1


"Tidak perlu mah, aku hanya tidak punya pekerjaan jadi bertanya asal saja kok," elaknya Maryam.


"Mbak baik-baik saja kan? Dimana kedua jagoan kecilku Aunty mau bertemu dengan mereka," ujarnya Shanun yang segera mengalihkan perhatiannya Dewi.


Apakah Mbak Maryam sudah mengetahui apa yang terjadi pada kak Aidan? Apa aku sebaiknya bertanya kepada Shaira dan Adisti.


Sahnum mengarahkan pandangannya ke arah semua orang yang telah hadir di dalam ruangan tersebut.


Aku yakin mereka paham benar apa yang terjadi pada kak Aydan dengan perempuan yang tempo hari aku lihat di mall bersama dengan kak Aidan.


"Iya, aku juga mau lihat bayi kembarnya adik iparku, apakah mereka baik-baik saja," timpal Sanika Tanisha.


Maryam memperhatikan ke semua iparnya yang telah berkerumun di sekitar box bayinya itu.


Ya Allah aku harus gimana? Aku tidak mungkin mengatakan kekurangan suamiku di depan orang lain.

__ADS_1


Tapi, aku juga tidak mungkin memendam perasaan ini sendirian menanggung rasa kecewaku pada tingkah lakunya mas Aidan.


Tetapi, disisi lain aku juga tidak mungkin bisa meminta cerai pada mas Aidan. Ya Allah aku tidak sanggup hidup tanpa cinta dan kasih sayangnya mas Aydan.


__ADS_2