
Empat puluh hari setelah kepergian Adelio Arsene Smith dari kehidupan Shaira Innira dan dunia ini untuk selamanya.
Shanum yang melihat adiknya berjalan menuruni tangga dengan langkah pelan dan tatapan matanya yang teduh membuat Shanun terenyuh hatinya melihat kondisi adiknya itu.
"Dede Aira kamu mau ke rumah sakit?" Tanyanya sambil menyuapi putri tunggalnya itu Nafesa Samara Abidzar.
Shaira berjalan ke arah meja makan dimana seluruh anggota keluarganya hadir disana dan mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan Shaira.
"Iya Mbak, tapi hanya mau menyetor surat pengunduran diri rising saja," jawab Shaira sambil menarik salah satu kursi untuk didudukinya.
"Mengundurkan diri,kenapa Nak?" Tanyanya Syam papanya yang terkejut mendengar perkataan dari putri bungsunya itu.
"Alhamdulillah aku mendapatkan tawaran bekerja di rumah sakit yang ada di Paris Perancis Pah. Aku sudah mengirimkan surat balasannya atas persetujuanku untuk bekerja di sana," balasnya Shaira yang mulai mengambil satu persatu makanan keatas piringnya itu.
"Tapi,dek ini sangat tiba-tiba sekali, kenapa kamu memilih untuk pergi jauh dari kami?" Cercanya Aidan.
"Iya dek, apa rumah sakit suamimu sudah tidak baik dan nyaman untukmu sehingga kamu memutuskan untuk pergi?" Tanyanya Abiyasa yang angkat bicara.
__ADS_1
"Bang Adelio itu mengamanahkan rumah sakitnya padamu dek, kalau kau tinggalkan siapa lagi yang mengurusnya?" Tanya Arion Snider yang tidak bisa diam mendengarkan perkataannya Shaira.
"Bukan mengamanahkan lagi, tapi sudah seratus persen miliknya Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari atas keputusan surat wasiat dari Adelio sebelum meninggal dunia," sahutnya Maryam Nurhaliza yang menggendong putra kembarnya Arsenio dan Arcelio yang rewel.
Semua orang mengeluarkan pendapatnya itu dan tidak ragu untuk berbicara karena cukup terkejut mendengar keputusan dan pilihan jalan hidupnya Shaira. Tanpa ada angin apapun hingga Shaira berniat untuk pergi.
"Kami tidak bisa mencegah ataupun memaksamu untuk melakukannya, kalau itu memang sudah kamu putuskan nak," imbuhnya Bu Rina Amelia.
Tanisha pun mulai berbicara," Shaira tapi gimana dengan amanahnya mas Adelio yang terakhir kalinya?" Tanyanya Sanika.
"Itu haknya Shaira mau menerima atau tidak, begitupun halnya dengan rumah sakit walaupun kami ini para dokter berharap agar Shaira menjadi CEO di rumah sakitnya sendiri,kalau belum bersedia yah mau diapa lagi," Ade Nugraha berujar.
Shaira menghela nafasnya dengan cukup pelan tapi panjang sebelum mulai berbicara.
"Pah, ini kesempatan yang cukup langka saya dapatkan, karena tidak hanya ditawar bekerja tetapi Alhamdulillah saya juga mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S3ku di sana Pah. bagi setiap dokter hal ini sangat diinginkan dan diidamkannya. Apakah saya harus melewatkannya begitu saja kesempatan yang luar biasa ini?" Shaira mengelus punggung tangan papanya itu.
"Sudahlah karena itu sudah menjadi keputusan finally mu Nak, papah tidak berhak untuk menghalangi cita-cita dan impianmu, Papah hanya berharap kamu bahagia dan jaga diri dimanapun kamu berada, dan mengenai amanahnya suamimu pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan," nasehatnya bijak Syamuel.
__ADS_1
Shaira hanya tersenyum simpul menanggapi sikapnya semua saudara-saudarinya itu beserta nenek dan papanya.
"Kalau masalah itu aku akan bertemu dengan mas Andrew untuk berbicara empat mata bagaimana baiknya, aku tidak ingin pergi dengan terbebani masalah amanahnya suamiku," ucapnya Shaira yang menutup perbincangan mereka bersama pagi itu.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah berangkat ke tempat kerja masing-masing. Shanun tetap di rumah menjaga putri semata wayangnya dan juga kedua anak kembarnya Aidan. Dia menjalani kehidupan pernikahannya dengan penuh kebahagiaan.
Tanisha yang baru saja melahirkan pun sudah off dari kantor tempat ia bekerja selama ini. Begitulah dengan Adisti yang hamil tiga bulan tidak beraktifitas berat lagi.
Kehidupan mereka berjalan seperti apa adanya dengan kehidupan yang damai dan tenang tanpa ada pengusik ataupun penganggu.
Shaira mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit dan berniat untuk berbicara empat mata bersama dengan Andre Parker.
Aku harus berbicara dengannya dan membatalkan perjanjian pernikahan kami. Aku tidak bisa menggantikan posisinya suamiku dengan laki-laki manapun lagi di dunia ini.
Mampir baca novel baru Fania yang judulnya Terpaksa Menjadi Orang Ketiga supaya hari ini bisa lulus kontrak dan retensinya mencukupi supaya menghasilkan cuan.
Mohon bantuannya yah kakak.
__ADS_1