
Bi Ijha segera ngacir dari kamar yang dipakai oleh Saistha Tanisha. Perempuan yang bekerja sebagai sekretarisnya Abyasa Akhtam di perusahaan tempat dia bekerja.
Karena kedatangannya yang tak terduga dan tanpa diketahui oleh orang lain, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan dan pemikiran lain-lain dan aneh dari kedua asisten pembantu rumah tangganya Syamuel Abidzar dan Dewi Kinanti.
Berselang beberapa menit kemudian, beberapa penghuni rumah sudah duduk di depan meja makan.
"Mama belum balik dari rumah sakit?" Shaira mengedarkan pandangannya ke sekeliling dapur mencari keberadaan mamanya.
"Iya papa dan mama menemani Tante Dina di rumah sakit," jawabnya Shanum.
Aidan menatap ke arah kedua adik perempuannya itu," iya katanya mama akan balik pagi ini, dia tidak mungkin meninggalkan Tante Dina seorang diri di rumah sakit," Jawab Aidan.
Arion Sneider, Adelio Arsene, Maryam Nurhaliza dan Adisty sudah berada di depan meja makan di kursi masing-masing.
Kalau Nyonya Dewi belum balik jadi siapa perempuan berambut panjang yang dilihat oleh bibi Siti? Ya Allah apa jangan-jangan ada penyusup yang tinggal di rumah kita ini.
Bi Ijah mulai ketakutan jika dugaannya terbukti benar adanya. Sedangkan anggota keluarga lainnya sudah hadir di meja makan siap untuk menyantap santap sarapan pagi mereka.
"Shaira apa kamu sudah sembuh dek?" Tanyanya Maryam.
"Alhamdulillah sudah baikan Mbak, berkat suamiku yang selalu siap sedia menemani, menjagaku dan merawatku sepenuh hati, sehingga kondisi kesehatanku semakin membaik," jelasnya Shaira seraya memegangi punggung tangannya Adelio.
Adelio yang diperlakukan seperti itu hatinya terharu, bahagia dan pastinya sangat beruntung karena Shaira selalu berbaik sangka padanya.
"Non Shaira pasti bakal cepat sembuh karena mendapatkan suami yang serba bisa, sudah dimasakin makanan yang enak kurang apalagi coba sebagai seorang suami." Celetuknya Bu Siti.
Bi Siti yang baru muncul dengan sebuah mangkok berisi nasi goreng yang asapnya masih mengepul.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah Adelio dengan tatapan memuja dan bangga.
"Kalau menurut Ijah Alhamdulillah Bu Dewi dan Pak Syam mendapatkan tiga sekaligus menantu yang sangat baik, perhatiannya luar biasa terhadap pasangannya masing-masing, ganteng dan cantik tajir melintir lagi," pujinya Bi Ijah yang ikut nimbrung dengan pembicaraan mereka pagi itu.
__ADS_1
Adelio mengecup punggung tangannya Shaira Innira sebelum mengeluarkan statementnya, "Kalian terlalu memuji, itu aku lakukan karena memang Shasa adalah istriku jadi wajarlah aku bersikap tulus penuh perhatian padanya, kan tidak mungkin orang lain yang peduli padanya sedangkan aku ada disisinya," tampiknya Adelio.
Arion menepuk punggungnya Adelio," adik ipar memang luar biasa, apalagi dengan perjuangannya mendapatkan Shaira pasti semua orang kagum padanya," ujarnya Arion yang tersenyum lebar.
"Suamiku juga luar biasa, karena berkat kehadirannya kemarin di rumah sakit Bu Kharisma akhirnya mendapatkan pelajaran dan hukuman yang pantas dia dapatkan," ucapnya Sahnum yang memuji suaminya sendiri.
"Ya Allah kalian romantis banget deh saling memuji satu sama lain, apa kalian boleh berhenti! Kalian itu sama saja pamer di depan gadis cantik yang masih jomblo seperti saya ini," candanya Adisty Ulfa.
Hahaha
Suara tawa membahana memenuhi ruangan dapur setelah mendengar gurauannya Adisti cucunya Bu Rina Amelia yang paling kecil.
"Makanya cepat nikah sana supaya kamu enggak selamanya jadi jomblowati karatan," candanya Aidan.
"Iya nih tapi gimana caranya mau nikah bang kalau pacar saja kagak punya apalagi calon suami," timpalnya Fariz kakak kandungnya sendiri.
"Sudah-sudah kasihan Adisty kalau digoda terus, kalau mau aku ada calon suami yang ganteng,baik hati dan sholeh loh namanya Satrio Wibowo dia asisten pribadiku yang baru bekerja denganku,dia masih lajang dan pekerja keras, gimana Adisti kebetulan dia akan datang menjemputku," usulnya Arion yang ingin menjodohkan asistennya dengan Adisti adik sepupu dari istrinya itu.
"Makasih banyak atas usulannya mas Arion tapi aku sudah punya pria yang aku sukai, walaupun Pria itu entahlah apa dia mencintaiku atau enggak," cicitnya Adisty.
Bu Rina melihat hanya satu cucunya yang belum muncul pagi itu. Abiayasa Akhtam yang belum nongol kelihatan batang hidungnya.
"Sha abangmu Abyasa kok tidak berkumpul bersama kita untuk makan, apa dia sudah berangkat ke kantornya?" Tanyanya Bu Rina Neneknya keempat kembar itu yang mengedarkan pandangannya mencari cucu sulungnya.
Sahnum yang ditanyai mengarahkan pandangannya ke arah tangga sambil menunjuk ke arah tangga," lihatlah prince Abyaza akhirnya sudah muncul juga, tapi ngomong-ngomong gadis cantik bersamanya itu siapa?"
Semua orang reflek mengarahkan sudut pandang mereka ke atas tangga dimana Abiyasa berjalan perlahan menuruni anak tangga bersama dengan seorang gadis. Siapa lagi kalau bukan Shanika Tanisha Armin Rahmansyah namanya cukup panjang yah. Hehehe.
Perempuan yang akan menumpang tinggal beberapa hari di rumah yang cukup besar itu. Semua orang mengerutkan keningnya melihat siapa perempuan itu. Adelio tidak heran, karena ia sudah mengenal dengan jelas siapa perempuan itu.
"Assalamualaikum, selamat pagi semua," sapanya Abyasa yang sangat santai dan rileks tanpa beban menarik dua kursi untuk dirinya dan khusus untuk Tanisha.
__ADS_1
"Waalaikum salam, met pagi juga Abang Abya," sahutnya Sahnun.
"Ngomong-ngomong rumah kita rupanya kedatangan tamu cantik, tapi siapa dia yah apa jangan-jangan dia adalah…" ucapannya Aidan Akhtar sengaja digantung dan tidak diselesaikan.
Maryam dan kedua adik iparnya yaitu Adelio dan Arion hanya menatap kedatangan kakak iparnya bersama dengan perempuan cantik.
Ya Allah apa jangan-jangan dia perempuan yang menghuni kamar tamu,berarti dugaanku tentang ratu Kunti itu tidak benar adanya.
Astaughfirullahaladzim dia adalah temannya Tuan Muda Abyasa, berarti saya dan Ijah sudah salah paham. Alhamdulillah kalau perempuan berambut panjang itu bukan hantu atau sejenisnya.
"Silahkan duduk, santai saja saudara saudariku memang suka bercanda jadi jangan dimasukkan dalam hati," ujarnya Abiayasa seraya mempersilahkan Tanisha duduk di sampingnya.
Bu Rina mengelus punggung tangan Tanisha yang memang duduk tepat disampingnya, "Santai saja nak anggap rumah sendiri, memang cucu-cucuku itu semua memang rada-rada suka bercanda, kalau begitu mari kita menikmati makanan yang dibuat oleh bi Siti Fatimah dengan Bi irjawanti yang sungguh lezat ini," imbuhnya Bu Rina dengan senyuman merekah di bibirnya melihat Abyasa yang akhirnya menemukan gadis tambatan hatinya.
Semuanya makan dengan lahapnya karena tidak ada lagi yang ditunggui oleh mereka. Sesekali mereka bercanda bersama untuk menghilangkan rasa bosan dan terlalu seriusnya mereka. Seperti itulah kebiasaan anggota keluarganya Dewi dan Sam yang bercengkrama ketika makan bersama.
Suasana keakraban mereka terlihat jelas di tengah-tengah mereka yang sedang makan bersama. Tanisha senang karena kedatangannya disambut hangat oleh seluruh adiknya Abyasa.
Ya Allah betapa bahagianya siapapun yang hidup di dalam rumah ini. Andaikan aku bisa menjadi anggota keluarganya, pasti aku akan sangat bahagia.
Astauhfirullah aladzim kenapa aku bisa berfikir seperti itu, lagian mana mungkin pak Abyaza melirik dan melihatku yang hanya gadis kampung yang mengadu nasib di ibu kota Jakarta.
"Nek dia ini sekretarisku di kantornya mas Adelio, tapi ada sedikit masalah di kelurganya sehingga untuk sementara waktu dia akan tinggal bersama kita, nenek tidak keberatan kan dengan kehadirannya disini?" Tanyanya Abiyasa.
"Mana mungkin nenek keberatan, apalagi nenek melihatnya dia gadis baik-baik dan ramah, semua pasti tidak mempermasalahkan hal itu jadi nenek hanya bilang padamu selamat datang untuk semua anggota keluarga baru kita," ujarnya ibu Rina Amelia orang yang paling tua yang ada di sana.
Semua sudah bersiap untuk berangkat bersama dengan mobil masing-masing. Shanum Inshira berangkat bersama dengan suaminya sedangkan Adelio pun sama mengantar Shaira terlebih dahulu ke rumah sakit tempat ia bekerja sebelum ke perusahaannya.
Sedangkan Abyasa bersama dengan Tanisha, Aidan dengan istrinya satu mobil juga. Ada lima mobil yang meninggalkan rumahnya Dewi pagi itu termasuk Adisty bersama dengan kakaknya Fariz.
Rina Amelia tersenyum penuh kegembiraan dan bahagia melihat kedekatan dan rasa saling menghargai satu sama lainnya.
__ADS_1
"Semoga kalian selalu bahagia dan diberkahi cinta dan kasih sayang dari pasangan kalian masing-masing."