Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 239


__ADS_3

Semua orang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupannya. Siapapun orangnya mereka sama-sama mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terkecuali, termasuk ketiga anak-anaknya dokter Irwansyah Hatif dan Dina Anelka Mulya.


Adelio terdiam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Shaira istrinya itu seperti anak kecil saja yang baru dapat hadiah dari papanya karena mendapatkan nilai yang tertinggi di dalam kelasnya.


Adelio menarik tubuhnya Shaira ke dalam pelukannya, "Kamu sungguh sangat cantik bahkan kecantikanmu mengalahkan keindahan gaun yang kamu pakai ini," pujinya Adelio seraya menoel hidung mancungnya Shaira seperti yang kerap kali dilakukannya itu.


Shaira memegangi dadanya tepat disekitar detak jantungnya yang semakin berdetak kencang tak karuan.


Apa yang terjadi padaku, apakah aku sedang jatuh cinta pada suamiku sendiri.


Adelio tersenyum samar hingga tidak terlihat oleh matanya Shaira.

__ADS_1


"Ada apa dengan jantung Bu dokter, apakah baik-baik saja?" Seringai liciknya Adelio muncul ketika melihat wajah dari istrinya yang tidak pernah seperti ini bukannya tidak pernah, tapi malahan sangat jarang.


Shaira menolehkan kepalanya ke samping karena terlalu malu ketahuan jika jantungnya berdetak tidak normal.


"Kamu tidak perlu menolehkan kepalamu bidadari surgaku, karena aku sangat menyukai jika kamu seperti ini, sungguh hal semacam ini yang selalu membuatku tidak bisa berjauhan darimu cintaku, hidupku dan duniaku," ucapnya Adelio.


Wajahnya Shaira semakin merona memerah bahkan sudah keliatan merah dan sudah sedikit panas. Adelio mengendus wangi aroma tubuhnya Shaira. Aroma khasnya Shaira menjadi candunya.


Adelio kemudian mengecup leher jenjangnya Shaira yang tertutupi oleh hijab. Apa yang dilakukan oleh Adelio membuat Shaira kegelian. Shaira mengigit bibir bawahnya saking gelinya diperlakukan seperti itu.


"Istriku aku ingin melakukannya sore ini, apa kamu bersedia membahagiakan suamimu ini?" Tanyanya Adelio yang sorot matanya sudah berkabut menginginkan hal lebih dari sekedar menghirup aroma wangi tubuhnya Shaira.

__ADS_1


Jakunnya naik turun saking tidak mampunya menahan gejolak dari dalam dirinya itu yang temponya semakin meningkat dalam dirinya.


"Aku pasti bersedia memenuhi kebutuhan suamiku, karena itu kewajiban setiap istri apalagi pahala besar menanti, silahkan saja suamiku penuhi keinginanmu karena semua yang ada pada diriku ini adalah milikmu seutuhnya," tuturnya Shaira sembari memainkan dada bidangnya Adelio yang memakai kaos oblongnya.


Shaira spontan menolehkan kepalanya ke arah Adelio tanpa disadari dan terduga, Shaira langsung mengalungkan tangannya ke lehernya Adelio. Dia segera memajukan wajahnya hingga hidung keduanya saling berdempetan.


Shaira menggesekkan hidung mancungnya khas orang pribumi itu. Dia mulai lebih berani untuk berinisiatif memulai kegiatan keduanya. Tapi, Sahira langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Shaira mengarahkan tatapannya matanya sambil menunjuk ke pintu.


Shaira kembali mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Adelio," pak Adelio Arsene Smith apakah pintunya sudah dikunci rapat? Karet saya tidak ingin apa yang kalian kita lakukan sore ini tidak diganggu oleh siapapun," Shaira berucap seraya mengerlingkan matanya.


Adelio mengecup sekilas bibir mungil nan merah bak delima itu sekilas sebelum berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


Shaira segera berjalan ke arah dalam kamar ganti pakaian sebelum memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Dia berniat untuk mengganti pakaiannya dengan lingerie seksi berwarna merah hadiah dari suaminya khusus dibelinya dari Paris Perancis ketika Adelio berpergian dalam rangka perjalanan bisnisnya.


Shaira sudah duduk dengan cantiknya di atas ranjangnya dengan memakai pakaian yang pastinya sangat disukai oleh Adelio. sedangkan Adelio setelah mengunci rapat pintu kamarnya,ia segera berjalan ke arah Shaira dengan senyuman yang selalu tersungging saking bahagianya melihat penampilan langka dari Shaira yang hanya spesial dan khusus diperlihatkan untuk dirinya seorang.


__ADS_2