Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 232


__ADS_3

Semua orang menunggu jawaban dari Sheila Alona yang sudah berdiri terkejut melihat siapa pria yang telah duduk di dalam ruangan itu sebelum kedatangannya.


"Mas Ade Nugraha, ke-na-pa bisa ada di sini?" Tanyanya Sheila yang mulai panik dan juga ketakutan.


Sheila takut karena dia ketahuan dan kedapatan bersama dengan pria yang menjadi alasan dirinya selama menikah dengan suaminya tidak pernah sedikitpun ingin disentuh oleh suaminya dan dia juga tidak mencintai pria itu yang tidak lain adalah Ade Anugrah.


"Kamu juga kenapa ada disini, apa kamu mengenal mereka atau?" Ucapan pertanyannya Ade digantung karena melihat tangannya Fariz terus menggenggam tangannya Sheila.


"Pasti istrimu ada disini karena dia calon istrinya adik sepupuku ini yang nekat banget mencintai istri orang," sahutnya Aidan yang masih tersenyum mengejek ke arah sepupunya yang lebih mirip bernada bercanda saja.


Bu Rina Amelia dan Karina Ranau yang mendengar gurauannya Aidan reflek berdiri dari posisi duduknya itu.


"Nak Aidan cucuku apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanyanya Bu Rina Amelia.


"Iya Aidan apa dan kenapa kamu berkata seperti itu, jika dia adalah istri dari pria yang mendekati Adisti, apa sebenarnya yang terjadi disini!? Tolong katakan pada bunda, apa jangan-jangan kalian sama-sama mencintai suami istri itu!?" Tanyanya Bu Karina yang menyerang beberapa pertanyaan ke arah Aidan dan yang lainnya seraya menunjuk bergantian ke arah Sheila dan Ade pastinya.


"Tante Karina mungkin tanpa aku berbicara untuk menjawab semua pertanyaannya dari Tante, pasti Tante sudah paham benar apa yang terjadi disini dan terutama apa maksud dari perkataanku," jelasnya Aidan.


Ade pun angkat bicara dan berjalan menuju ke Fariz dan Bu Karina," Sheila Alona Majid adalah istriku,tapi kami menikah karena dijodohkan, aku dan dia sama-sama tidak mencintai makanya besok kami memutuskan untuk bercerai, karena hubungan yang kami jalani akan sangat menyiksa kami berdua, jika hubungan kami diteruskan bukannya akan ada kebaikan di dalamnya, tapi malah akan sama-sama saling menghancurkan masa depan kami," jelasnya Ade yang sesekali melirik ke arah Adisti.


Adisti menatap tajam ke arah Ade Anugrah, pria yang sudah sengaja menjebaknya agar segera menerima hubungannya itu dan mulai menerima kehadirannya dalam hidupnya Adisty. Apalagi mereka sudah melakukan hubungan sebagai suami istri, walaupun dalam keadaan Adisty yang mabuk kala itu.


Sial!! Brengsek! ini semua gara-gara pria itu! Andaikan aku tidak membalas ciumannya dan meladeni permainannya, aku tidak akan berada di dalam kursi pesakitan yang lebih mirip sedang disidang di pengadilan agama saja.


Aku terlalu bego dan gegabah sehingga aku meladeni permainannya pak dokter gila itu. Aku terhipnotis oleh ketampanannya sampai-sampai lupa daratan.


Tapi, kenapa seolah-olah dia lah korbannya dengan hubungan semalam kami beberapa bulan lalu.


Astaga aku sangat heran kenapa seorang pria lebih merasa dirinya menjadi korban?, padahal seharusnya perempuan lah yang menjadi korban karena telah kehilangan kesuciannya dan juga harta paling berharga dalam hidupnya.

__ADS_1


Ade hanya sesekali tersenyum tipis menanggapi tatapan matanya Adisti, mungkin hari ini aku akan menunjukkan kepadamu jika aku sungguh serius untuk menikah denganmu.


"Bunda, kami saling mencintai, memang aku akui jika Sheila adalah istri orang lain, tapi besok pagi sudah akan melakukan persidangan gugatan perceraian yang dilayangkan oleh suaminya sendiri, lagian mereka itu tidak saling mencintai hanya menikah karena perjodohan saja, jadi aku mohon restui kami," rengeknya Faris Aditama.


"Apa! Apa kamu mengerti dengan apa yang dimaksud dengan cinta ha!! Kamu itu masih muda belum paham akan arti cinta yang sebenarnya, kamu itu hanya emosi sesaat sehingga mengatakan jika kamu mencintainya," Karina segera berjalan ke arah Faris dan Sheila Alona.


Semua orang hanya terdiam menyaksikan drama kolosal rumah tangga yang berjudul meminta restu menikahi istri pria lain.


Karina masih berusaha untuk membujuk putera tunggalnya itu dengan mengelus lengannya Fariz, "Putraku kamu itu tidak mengerti dengan apa yang kamu rasakan, bunda yakin jika kamu itu hanya terobsesi saja, sehingga jika esok dia kecewakan kamu maka hatimu akan hancur berkeping-keping, jadi bunda minta kamu berhenti berhubungan dengannya, perjalanan hidup kamu masih cukup panjang Nak, kamu belum lulus kuliah kamu juga masih anak-anak, jadi bunda yakin kamu itu belum mengerti dengan arti pernikahan yang sesungguhnya," Karina masih berusaha untuk membujuk anaknya agar mengurungkan niatnya untuk menikahi Sheila.


Faris Aditama tidak pantang mundur bahkan dia tidak peduli dengan penolakan dari bundanya itu. Dia akan tetap gigih untuk memperjuangkan cintanya itu. Faris terus menggenggam tangannya Sheila Alona, dia ingin menunjukkan kepada kedua orang tuanya, keluarga besarnya dan pada dunia jika cintanya tulus dan suci.


"Bunda, Ayah itu merestui hubungan kami, tapi kenapa bunda tidak mau merestui kami!? Aku sangat mencintainya dan tidak akan pernah berhenti untuk mencintainya, apalagi kami sudah pacaran sebelum dia menikah dengan pria yang berstatus suaminya hari ini dan esok mereka akan berpisah," ungkapnya Fariz.


Bu Karina segera melayangkan tamparan ke wajahnya Faris dengan menggunakan segala kekuatannya, saking marahnya dia mendengar perkataan dari putra semata wayangnya itu.


Satu tamparan cukup keras mengenai salah satu pipinya Fariz. Sehingga Fariz memegangi pipinya Fariz yang sedikit memanas terkena tamparan. Ia memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan keras itu.


"Bunda minta padamu, untuk segera meninggalkan perempuan bersuami ini? Apa kamu sudah gila ha!!" Teriaknya Bu Karina yang kembali ingin menampar wajahnya Fariz tapi tangannya segera dicegah oleh Syamil.


"Karina stop! Apa kamu tidak malu ha!! Lihatlah semua orang menatap kamu yang sudah keterlaluan, saya papanya sama sekali tidak melarang mereka berhubungan, karena mereka saling mencintai lagian Ade Nugraha sudah menjelaskan jika mereka akan resmi bercerai besok pagi, jadi apa lagi masalahnya!?" Tegasnya Syamil yang sedikit meninggikan beberapa oktaf suaranya itu.


Karina segera menghempaskan tangannya dari genggaman suaminya itu dengan penuh amarah.


Karina mengarahkan pandangannya ke arah Dewi, Syam dan keempat anaknya dan juga menantunya itu, "Saya tidak peduli dengan mereka semua, yang aku pedulikan adalah masa depannya putraku! Aku sangat malu dan tidak ingin putraku menikahi seorang perempuan yang berstatus seorang janda, dan kamu Adisty apa kamu sadar atau kamu sudah tidak waras menggoda dan menjalin hubungan dengan suami perempuan lain!" Teriak Karina.


"Karina! Mama mohon sudah, semua ini bisa dibicarakan baik-baik, kenapa meski menampar anakmu di depan orang lain lagi! Aku tidak menduga jika kamu bertindak seperti ini, sangat kasar dan mengecewakan," kesalnya Bu Rina Amelia.


Bu Rina Amelia memijit pelipisnya, karena kepalanya sudah mulai pusing dia hari ini cukup bahagia dengan pernikahan cucu pertamanya yaitu Abyasa Akhtam dan Sanika Tanisha. Tapi, baru dalam hitungan menit, sudah dua masalah yang terjadi di dalam keluarganya.

__ADS_1


Sheila yang terkenal penakut dan tidak bisa melawan apapun yang terjadi padamu pada dirinya termasuk tidak berani menentang perjodohannya sekitar tiga tahun lalu.


"Bang Fa, aku takut banget, aku pulang saja yah, ini semua gara-gara aku sehingga kamu ditampar, maafkan aku," cicitnya Sheila yang tubuhnya sudah gemetaran.


Faris tidak mau kalah dan semakin memperjuangkan cintanya dia seperti menentang apapun yang dikatakan oleh bundanya itu,"jika bunda memintaku untuk berpisah dan meninggalkannya, itu tidak mungkin bisa terjadi karena Sheila sudah hamil anakku!" ucapnya Fariz Aditama dengan suara yang cukup lantang.


"Apa! Kamu sudah gila!" Geramnya Karina yang semakin dibuat marah dan murka dengan fakta yang baru saja diucapkan oleh Fariz.


Adisti dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan dari Fariz, mereka menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Fariz.


"Astaughfirullahaladzim, nak Fariz apa yang kamu katakan? Jelaskan pada Tante apa maksud dari kamu ini, apa benar adanya?" Tanyanya Dewi yang mulai berbicara karena baginya ini sudah tidak terkendali lagi.


Syamil pun mulai bereaksi dan segera memukul putranya itu.


Bugh!!


Syamil menarik kera lehernya Fariz,"Ayah sangat kecewa padamu, ayah pikir kamu tidak seperti anak muda lainnya yang jauh berbeda dengan mereka,tapi sungguh ayah tidak menduga kamu tega mengkhianati kepercayaan ayah nak," ucapnya penuh rasa kecewa Syamil yang segera meninggalkan ruangan tengah rumahnya Syam dengan penuh kemarahan dan kecewa yang mendalam.


Syam dan Dewi segera menyuruh Fariz dan Sheila untuk mengantarnya pulang.


Tanpa melihat ke arah Sheila Sam berbicara, "Faris antar dia pulang, besok kita bicarakan kembali masalah ini, aku mohon jangan bertindak gegabah," nasehatnya Syam seraya menepuk pundak keponakannya.


Baru sepersekian detik saja kepergian keponakan paling kecilnya, tiba-tiba suara jatuh ke atas lantai.


Brak!!


suara jatuh itu membuat semua orang mengalihkan pandangannya ke arah lantai dimana sumber suara itu.


"Nenek!!" teriak Shaira, Sahnum, Abyasa dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2