Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 257


__ADS_3

"Ya Allah pantesan sejak aku melihat Sahnas aku sudah merasakan jika ada sesuatu yang membuatku seolah terkait dan terhubung dengan wajahnya Shanas yang seperti Aidan ketika masih bayi juga," ungkapnya Dewi Kinanti.


"pantesan aku tidak pernah menganggap orang lain putriku, aku selalu merasakan jika aku selalu bersama dengan putri kandungku sendiri bukan bayinya orang lain," terangnya Sahnum.


Shanum segera mengambil beberapa lembar foto tersebut dan semakin mengeraskan suara tangisannya itu. Dia antara sedih dan juga bahagia karena,anak angkatnya sudah jelas asal usulnya itu.


"istriku, mereka tidak akan pernah memisahkan kamu dengan putri kecilmu," bujuknya Arion.


Sahira segera berjalan mendekati kakak angkatnya itu dengan senyuman teduhnya bersamaan dengan mamanya Dewi.


Shaira memegangi kedua tangannya Shanum," kakak Sha, kami sama sekali tidak bermaksud untuk merebut Nafesa dari tangannya kakak kok, mungkin kak mengira kami ini mencari tahu keberadaan putrinya Kak Aidan karena ingin memisahkan kak Sha," Shaira menoel pipi gembulnya Nafeesa.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh adikmu Nak, Adelio hanya ingin memenuhi amanah dari adik sepupunya sebelum meninggal untuk menemukan keponakannya dan menyerahkan kepada kami kalau ketemu dan alhamdulilah berkat Restu Allah SWT, ternyata cucuku putri tunggalnya Aidan adalah anak angkatmu yang selama ini bersama kita semua," ucapnya Dewi yang berusaha untuk menenangkan Shahnum.


"Shanun, seharusnya kamu merasa bersyukur karena anak yang kamu angkat dan anggap sebagai anakmu adalah anaknya saudaramu sendiri, dan kami minta jangan sekali-kali merasa mereka akan memisahkan kamu dengan Nafeesa," ujarnya Dina Anelka.


"Apa perbincangan ini bisa diganti topiknya dengan tema lain saja,ingat jangan sampai Rachel mengetahui apa yang kalian bicarakan hari ini, karena akibatnya akan fatal," imbuhnya Arion.


"Tapi, kita patut bersyukur karena orang kepercayaan yang terus diperintahkan untuk membuntuti kemanapun perginya kami hari ini bisa kami kelabui dan untungnya Aryon segera tersadar dengan hal itu," terangnya Shaira.


Semua mengarahkan pandangannya ke arah Arion," maksudnya apa Nak, kenapa meski berbicara seperti itu?" Tanyanya Bu Rina Amelia.


Adelio mengedarkan pandangannya ke arah sekitarnya, karena ia takut jika Rachel Amanda mendengar perkataan mereka semua.


"Nenek, saya minta kita cari tempat lain saja untuk membicarakan semua ini, aku minta jangan paksa kami untuk menjelaskan lebih detail, tolong pahami ini," pintanya Adelio sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Iya kami meminta kepada kalian semua yang ada di dalam sini,kami minta untuk sementara waktu rahasiakan apa yang kalian dengar hari ini juga,demi keamanan Sahnaz sendiri," mohonnya Shaira Innira.

__ADS_1


Semua orang duduk sambil sesekali menyantap makanan ringan dan juga minuman yang baru disuguhkan oleh Bu Ijha dan bibi Siti ke atas meja sofa.


"Apa tidak sebaiknya kalian jelaskan saja di sini Nak dan memangnya kenapa kalau Rachel mengetahui jika Sahnas adalah putrinya Cindy dengan Aidan?" Tanyanya Samuel Abidzar yang semakin tidak percaya kenapa mereka harus merahasiakan hal sepenting ini kepada Rachel istrinya Aidan.


"Mama,Papa Cindy Clara Smith itu siapa?" Tanyanya Rachel yang baru saja muncul di tengah-tengah mereka sambil menahan rasa sakit yang kadang tiba-tiba di perutnya itu.


Semua orang melihat ke arah kedatangan Rachel dan juga saling bertatapan satu sama lainnya. Mereka salah tingkah, panik dan takut jika apa yang mereka bicarakan ketahuan oleh Rachel.


Adisti menatap tajam ke arah Rachel, entah kenapa aku merasa dia perempuan yang tidak benar. Apalagi bang Adelio mengatakan jika rahasia ini harus disembunyikan.


Kenapa Bang Adelio dan Arion harus merahasiakan segala fakta yang baru kami dengarkan. Apa memang ada yang tidak beres dengan sikap istri barunya kak Aydan?


Arabela Aqila tersenyum simpul melihat kedatangan Rachel.


Ya Allah semoga saja Rachel tidak mendengar apa yang kami katakan, takutnya dia sudah mendapatkan informasi tentang Nafeesa Samara lagi.


Sahnum segera berjalan ke arah suaminya sambil menggendong tubuhnya Shanaz.


Rachel menatap intens ke semua orang yang hadir di dalam ruangan itu," kenapa kalian terdiam saja, apa kedatanganku tidak diharapkan oleh kalian?" Tanyanya Rachel yang berpura-pura sedih.


"Nyadar diri yah Mbak, kalau kehadiran Anda di dalam keluarga kami ini tidak pernah diharapkan!" Ketusnya Ariella Ziudith yang menatap mencemooh ke arah Rachel.


Dina segera menepuk pahanya Ariella anak keduanya itu," hush,jangan berbicara seperti itu Nak,mau diapain pun dia itu tetap istri dari kakak sepupumu," kesalnya Dina dengan sikap kasarnya Ariela.


"Augh! Mama sakit tau dipukuli," kesalnya Ariela.


"Ya Allah Ariela kamu ini terkadang ada benarnya juga omongan kamu!" Cibirnya Adisti Ulfah yang sengaja memprovokasi keadaan yang ada.

__ADS_1


"Ariela mah, selalu gitu kok. Si lidah pahit," candanya Fariz.


"Tidak apa-apa kok Tante Dina, aku lebih suka dengan sikapnya Ariella kasar tapi jujur daripada sopan dan kelihatan ramah tapi jahat dan bohongnya lebih banyak kan enggak enak kalau seperti itu," ketusnya Abyasa.


Entah kenapa feelingku mengatakan jika merahasiakan tentang berita penting ini dari Rachel memang benar adanya.


Pantesan mantuku melarang kami membicarakan masalah ini kepada Rachel karena mereka pasti memiliki rahasia besar dibalik semua ini.


Dewi segera bangkit dari duduknya itu sambil menyambut kedatangan Rachel. Dewi sengaja melakukan hal itu agar Rachel tidak curiga dengan apa yang mereka bicarakan.


Rachel terpaksa tersenyum penuh kepalsuan dan berpura-pura santai saja. Walau dalam hatinya penuh dengan amarah yang bergemuruh dalam dada dan benaknya. Tetapi berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.


"Apa maksudnya kalian, aku tidak paham dengan apa yang kalian katakan," kilahnya Rachel.


"Tidak apa-apa kok Nak, mereka hanya membicarakan masalah sahabatnya Ariela ketika di Inggris London, yang bernama Cindy Clara Smith yang sudah meninggal dunia tanpa kami bertemu dengannya dan katanya Ariela dia gadis yang sangat baik," sanggahnya Bu Rina Amelia.


"innalilahi wa innailaihi rojiun, alfatihah untuk beliau," sahutnya Ade Nugraha.


"Kami juga membicarakan mengenai pernikahan Tante kamu Dina dengan Om Syamil putraku calon suaminya. apa kamu juga kamu ingin bergabung dengan kami di sini Nak?" tanya ibu Rina Amelia yang sengaja berkilah untuk menutupi apa yang terjadi.


"Apa kamu juga ingin pesan pakaian seragam seperti kami? mungkin mau couple dengan kak Aidan,kalau aku dengan Daeng aku rencana mau couplean loh," tanyanya Tanisha Sanika yang ikut menutupi kenyataan yang ada.


ya Allah semoga saja Rachel tidak mendengar semua yang kami katakan, jika tidak keselamatan Nafesa menjadi taruhannya.


Maryam Nurhaliza tidak tenang, karena dia takut jika Rachel berbohong jika dia tidak mendengar semua apa yang mereka katakan.


Maryam tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak sambungnya yang baru saja diketahuinya itu.

__ADS_1


Makasih banyak bagi readers yang masih setia baca novel recehannya fania yah..


jangan lupa untuk tekan tanda like, komentar vote, gift iklannya dan poinnya juga kalau ada koin silahkan berbagi.


__ADS_2