
Orang yang baru masuk ke dalam rumah itu melihat langsung tubuh gadis yang jatuh ambruk ke atas lantai.
"Vela putriku!" Teriaknya Pak Danu ayahnya Vela.
"Astauhfirullah aladzim Vela kamu kenapa Nak?" Teriak Bu Fina ibunya Vela.
Afiq dan Samil segera membantu mereka untuk menggendong tubuhnya Vela, dikarenakan kondisi fisik ayahnya Vela tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut.
"Ya Allah putriku apa yang terjadi padamu, kamu tadi menelpon kami kamu sangat gembira dan ceria tapi sekarang sudah tak sadarkan diri," ratapnya Bu Fina ibundanya Vela.
"Nyonya harus sabar yah, Insha Allah Vela akan baik-baik saja kok," bujuknya Dina yang membantu ibunya Vela berjalan.
Kedua pasangan suami istri itu sudah cukup lansia. Karena sejak mereka menikah hingga pernikahannya masuk usia lima belas tahun barulah Vela lahir ke dunia ini. Sehingga kedua orang tuanya itu, cukup tua dibandingkan dengan orang tua teman-temannya Vela sendiri.
"Dina apa suamimu ada? Kalau ada tolong panggil untuk periksa Vela," pintanya Afiq yang melupakan jika ada dua dokter muda di dalam ruangan itu.
"Ya Allah Paman, apa kalian lupa jika Shaira itu seorang dokter, kenapa meski harus menyusahkan Om Irwan yang super sibuk," tampiknya Shanum yang tidak menyukai pamannya itu setelah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya antara papa dan dokter Irwansyah tanpa sengaja.
Afiq memukul keningnya dengan sikapnya sendiri," ya Allah kenapa bisa aku tulalit seperti ini hanya karena gara-gara melihat temannya Aira yang pingsan aku pikun seperti ini," Afiq terkekeh.
Hubungan pernikahan Samuel dan Nadia Yulianti telah berakhir tapi hubungan tali silaturahmi mereka terus berlanjut. Mengingat istri dari Afiq yaitu Karmila kakak sepupunya Dewi yang kebetulan asli Jakarta dari pihak almarhumah ibunya Dewi.
"Abi Afiq memang begitu Om kalau dalam suasana genting tiba-tiba muncul sifat pikunnya," candanya Amber Rosemalia.
Semuanya tertawa terbahak-bahak mendengar candaan dari Amber, tapi langsung berubah ketika mereka melihat Maryam dan Shaira saling bertatapan satu sama lainnya dan bergantian memeriksa kondisi kesehatannya Vela Angelina sahabatnya itu.
Dewi menyentuh punggung tangannya Shaira," sayang putrinya Mama,ada apa nak kenapa kalian diam setelah memeriksa kondisi kesehatannya Vela, dia baik-baik saja kan Nak?" Tanyanya Dewi yang mulai khawatir.
Shaira menatap intens ke tantenya Dina dan berganti ke arah Maryam. Sedangkan Maryam hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari Shaira lewat kode yang diberikan olehnya.
"Tante Fina dan Tante Dina apa saya boleh berbicara dengan kalian berdua?" Pintanya Shaira.
"Cucuku kenapa meski mereka berdua saja yang ingin kamu temani berbicara? Kenapa tidak sebaiknya apa yang ingin kamu sampaikan di depan kami saja, agar kami juga mengetahui apa yang terjadi kepada Vela cucuku," imbuhnya Bu Rina Amelia neneknya Shaira.
"Iya Nak Shaira lagian kenapa meski Tante juga ikut bukannya Vela anaknya Bu Fina bukan putriku," tampiknya Dina mamanya Arabela Aqila saudari kembarnya Ariella.
__ADS_1
Maryam dan Shaira kebingungan harus berbicara apa di depan semua orang, ia tidak mungkin mengatakan secara terbuka dan gamblang jika Vela sedang hamil dan prediksi usia kehamilannya sudah jalan tiga bulan.
"Ya apa yang seharusnya kami perbuat, kami tidak mungkin langsung jujur dihadapan mereka semua, ya Allah tolonglah kami apa yang seharusnya kami perbuat," Shaira mengulum ujung hijabnya.
Seperti itulah kebiasaan yang sering dilakukan oleh Shaira jika dalam keadaan genting atau terdesak dan juga kebingungan.
Maryam menyentuh tangannya Shaira sambil tersenyum simpul, "Bismillahirrahmanirrahim…" ucapannya terhenti seketika itu ketika Vela sudah sadarkan diri.
"Air," lirihnya Vela.
"Air nak, tunggu Ibu akan ambilkan untuk kamu air putihnya," ujarnya Bu Fina ibundanya Vela.
"Kamu enggak apa-apa kan Nak? Kami sangat khawatir dengan keadaannya kamu loh yang tiba-tiba pingsan," tampiknya Karlina mamanya Amber.
"Aku…" Vela mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja melihat mamanya Akhsan Khaidir kekasihnya itu.
Vela langsung menangis tersedu-sedu karena sudah sangat paham betul apa yang terjadi padanya. Vela meneguk air mineral dalam gelas tersebut sambil sesegukan.
"Apa Paman dan yang lainnya boleh keluar dulu kasihan Vela yang butuh angin segar, cukup Mama Dewi, nenek,Bu Fina dan Tante Dina," harapnya Shaira.
"Astauhfirullah aladzim kenapa firasatku tidak enak yah, apa jangan-jangan Vela hamil karena apa yang aku alami dulu tidak jauh berbeda dengan Vela, semoga saja dugaanku ini salah dan tidak benar adanya," Sahnum memperhatikan dengan seksama Vela dan adiknya itu.
"Kak Sha tolong buatkan teh hangat untuk Vela yah," pinta Shaira sebelum Sahnun pergi dari dalam kamar tamu.
Shanum hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum simpul. Ia pun keluar menyusul yang lainnya.
"Tante Fina dan Tante Dina sebenarnya saya sebenarnya tidak ingin mengatakan apa yang terjadi sebenarnya pada Vela, tapi kalian berdua berhak mengetahui apa yang terjadi pada Vela," tuturnya Shaira.
Dina menunjuk ke arah dirinya sendiri," kenapa meski Tante juga harus mengetahui kondisi kesehatannya Vela? Sedangkan saya bukan orang tuanya," tukasnya Dina yang menautkan kedua alisnya mendengar perkataan dari keponakannya.
"Vela hamil muda calon cucunya Tante Dina, anaknya Ahksan," cicitnya Shaira.
Dina, Bu Fina dan Vela terkejut secara bersamaan," apa!? Ini tidak mungkin?!" Jerit ketiga perempuan beda usia itu.
"Aira sa-ya ha-mil?" Tanyanya Vela dengan air matanya yang semakin menetes membasahi pipinya itu.
__ADS_1
Maryam segera memegangi kedua tangannya Vela sahabatnya itu.
"Iya cantik kau akan segera memiliki seorang anak dan Ahksan Khaidir calon bapaknya kan? Selamat yah," ucapnya Maryam yang berusaha menetralkan perasaannya Vela.
"Ya Allah putraku kenapa bisa seperti ini, kemarin Ariella mengatakan sudah menikah siri dengan Hanzal Abdul Djailani sekarang putraku yang menghamili anak gadis orang lain, ya Allah apa salah dan dosaku sehingga kedua anakku salah jalan dalam hidupnya," ratapnya Bu Dina.
"Apa yang kamu katakan! Hans menikah dengan Ariella!? Bukannya Hanz akan melamar cucuku Syaira! Apa yang terjadi disini yah Allah! Tega banget putrimu merebut kekasihnya Shaira!? Apa tidak cukup suamimu dulu selalu mengejar anak menantuku Dewi untuk menjadi istrinya padahal jelas-jelas Dewi sudah menikah dengan putraku Samuel!" Ketusnya Bu Rina Amelia.
Semua orang kembali terkejut dan kaget mendengar perkataan dari Bu Rina bersamaan dengan pintu kamar terbuka lebar dari arah luar ketika Shanum masuk, sehingga semua orang yang kebetulan berdiri di depan ambang pintu mendengar perkataannya dari semua orang.
Dewi segera memeluk putrinya itu, begitupun dengan Bu Fina sedangkan Dina terduduk di salah satu sofa mendengar perkataan dari Bu Rina Amelia mertua kakaknya.
Syam segera masuk ke dalam kamar itu, "Tidak mungkin!? Dina bagaimana caramu mendidik putrimu itu! Apa dia lupa ingatan sehingga ia melupakan jika setahun yang lalu Shaira Putriku dan putranya Mas Hanif Yahya itu sudah bertunangan!?" Bentaknya Syam.
Dewi mengelus punggungnya Shaira yang berusaha untuk menguatkan anak bungsunya itu. Shaira berusaha untuk tersenyum dan dia sudah move on dengan kejadian itu.
"Sa-ya ti-dak pernah mendidik mereka seperti itu Mas Syam, saya bahkan tidak menyangka jika putriku dan putraku bersikap seperti itu di luar negeri, saya tidak pernah mengijinkan Ariella untuk kuliah di luar negeri tapi, suamiku mas Irwan yang mengijinkan putrinya ke luar negeri melanjutkan pendidikannya," ungkapnya Dina yang sudah menitikkan air matanya.
Arabela memeluk tubuh mamanya yang sudah bergetar hebat dalam tangisannya. Maryam Nurhaliza tidak menyangka ternyata di balik keharmonisan rumah tangga dan keluarga besar yang dilihatnya ternyata menyimpan banyak rahasia.
"Entah kenapa Irwansyah sedari dulu tidak pernah ingin melihat saya bahagia dengan Dewi istriku bahkan dia sudah menikah dengan Dina tapi mengatakan padaku jika dia akan membalas dendam padaku karena aku menikahi Dewi dan tidak menceraikan Dewi, apa jangan-jangan kamu dinikahi oleh Irwansyah hanya untuk mendekati Dewi dengan niat terselubungnya itu!?" Tebaknya Sam yang mulai tersulut emosinya.
Shanum segera memeluk tubuh papanya agar mengingat kesehatannya untuk tidak terlalu emosi dan bisa mengontrol kemarahannya itu.
"Astaughfirullahaladzim, kenapa seperti ini, kasihan sekali cucuku pria yang disayanginya harus menikah dan direbut oleh adik sepupunya itu, kenapa Ariella sungguh kejam padahal jika nenek melihat anak itu tidak mungkin berbuat seperti ini, tapi sudahlah ini lah namanya buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya! Anak dan bapak sama saja, sama-sama tidak tahu diri dan bejak!" Sarkasnya Bu Rina.
Vela juga tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu dalam pelukan mamanya," maafkan saya, sudah membuat ummi dan Abi sedih dan kecewa bahkan kelakuanku ini sungguh membuat malu kalian," sesalnya Vela.
"Dina mbak mohon segera suruh Ahsan balik secepatnya ke Jakarta untuk menikahi Vela takutnya Vela kondisi perutnya akan semakin membesar, kasihan dia jika anggota keluarganya yang lain mengetahui semuanya pasti akan mendapatkan hinaan," pintanya Dewi.
"Mama saya sudah ikhlas kok, lagian saya juga mengetahui kalau Ariella dan Abang Hansal sudah menikah seminggu yang lalu dan mereka tidak lama lagi akan mendapatkan calon bayi mereka, aku tidak masalah kok dengan pernikahan mereka, karena aku yakin Hans bukan jodoh terbaik untukku," terangnya Shaira dengan bijak.
Makasih banyak atas dukungannya...
akhir bulan give away kecil-kecilannya yah.
__ADS_1