Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 201


__ADS_3

Tubuhnya Pak Kirman sudah tak sadarkan diri lagi setelah dipukuli, dihajar dengan membabi buta yang dilakukan oleh Abyasa.


"Inilah resiko yang harus kamu terima karena berani menampar wajahnya gadisku!!" Abyasa segera men*ndang dengan kuat tulang kem*luannya pak tua bangka itu untuk terakhir kalinya sebelum Pak Kirman tak sadarkan diri lagi.


Adelio menatap salah satu anak buahnya untuk segera mengamankan keenam pria tak berguna itu yang sudah babak belur dihajar oleh Abyasa dan anak buahnya Adelio.


"Cepat bawa mereka ke dalam UGD tapi, jika ada yang bertanya kepada kalian katakan saja mereka korban begal atau mereka tawuran antar geng!" Perintahnya Adelio.


"Baik Tuan Muda Adelio,kami akan segera menjalankan tugas yang diperintahkan untuk kami!" Balasnya sang anak buah sambil menundukkan kepalanya sebelum bergerak.


Shaira berusaha untuk menenangkan diri Tanisha yang terguncang hebat psikis dan jiwanya itu. Tanisha masih menangis tersedu-sedu dalam pelukannya Shaira.


Abyasa meringis kesakitan ditangannya, karena pukulannya tidak terhitung lagi diarahkan untuk memukuli dan menghajar pria yang berani menarik dan menampar wajah perempuan yang disayangi dan dicintainya itu.


"Kakak ipar kamu harus ke UGD untuk mengobati lukamu ini, Tanisha juga perlu dirawat sepertinya karena jiwa dan raganya cukup terguncang!" Titahnya Arion.


Adelio memerintahkan kepada anak buahnya juga untuk mengamankan rekaman cctv di lokasi itu. Dia juga segera memerintahkan kepada officer boy ob untuk membersihkan bekas kekacauan yang ditimbulkan oleh pak Kirmanto Hadiwijaya saudagar juragan kaya di kampung halamannya Sanika Tanisha.


"Kamu tenanglah, tidak bakal ada lagi yang terjadi padamu dan keluargamu, karena kami sudah mengamankan segalanya, kamu sudah aman dan tidak perlu memikirkan segala sesuatunya," ucapnya Arion yang berusaha untuk membantu menenangkan Tanisha yang masih terlihat menangis tersedu-sedu.


"Iya apa yang dikatakan suamiku itu benar adanya, kamu tidak perlu takut atau mencemaskan segala sesuatunya, karena semuanya sudah beres dan aman terkendali," bujuknya Shanum Inshira yang memeluk tubuhnya Tanisha.


Tanisha sesekali menyeka air matanya dan sesegukan dalam pelukannya kedua calon adik iparnya itu. Suara Isak tangisannya terdengar menyayat hati Abyasa. Tapi, dia bisa bernafas lega, karena kedua adik iparnya membantunya sehingga tidak perlu ada yang dia khawatirkan lagi.


"Tanisha saya akan lakukan apapun demi kebahagiaanmu dan bisa terlepas dari jeratan pria brengsek aki-aki bau tanah itu, saya sudah menghajarnya pasti dia tidak akan berani lagi mengusik ketenangan kamu, adik-adik dan bapakmu juga sudah dalam perjalanan ke Jakarta kecuali kamu ibu tirimu," jelasnya Abyasa yang sesekali meringis kesakitan.


"Bang kita ke UGD untuk mengobati luka dipunggung tanganmu itu, takutnya terjadi infeksi," pintanya Shaira Innira.

__ADS_1


"Tolong jangan sampai papa Sam dan mama Dewi mengetahui apa yang terjadi padaku, Abang enggak ingin mereka khawatir dan mencemaskan kondisiku," cegahnya Abiyasa Akhtam yang tidak ingin kejadian ini tersebar luas.


Sahira dan Sahnum hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya dari kakak sulungnya itu. Mereka sangat mengerti dan memaklumi apa yang terjadi pada kakaknya itu.


Semua orang berjalan ke arah ruangan ugd untuk mengobati lukanya Abyasa yang sudah memerah dan membiru. Wajahnya juga Tanisha cukup memprihatinkan karena terdapat bekas tamparan pria yang ingin menikahinya itu. Pria tua yang sudah memiliki istri lima orang itu berusia hampir lima puluh tahun.


Kekuasaan, uang dan kekuatan yang dimiliki oleh Adelio Arsene Smith dan Arion Sneider Oesman mampu membuat kondisi itu kondusif dalam waktu hitungan detik saja. Tanpa bocor ke publik apa yang sudah terjadi.


Ya Allah apa benar yang dikatakan oleh pak Abyaza jika dia melakukan hal ini semua telah membahayakan keselamatan dirinya sendiri karena dia mencintaiku.


Ataukah aku hanya salah dengar dan salah paham saja, tapi apabila semua yang aku dengar dan dikatakan oleh pak Abyaza itu benar adanya, sungguh bahagia hatiku ya Allah.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam ruangan perawatan VVIP room plamboyan. Vela berusaha untuk meyakinkan suaminya, jika semua yang insiden yang terjadi padanya bukan kesalahannya sepenuhnya.


Vela berusaha untuk meraih tangannya Amar suaminya itu, tapi segera ditepis oleh Amar Alfarizi dengan tatapan matanya yang sulit diartikan itu.


Vela tergugu dalam tangisannya itu,dia sangat menyesal telah menerima ajakannya Akhsan Khaidir mantan kekasihnya itu untuk bertemu diam-diam tanpa meminta izin kepada suaminya terlebih dahulu.


"Saya akui saya salah besar karena sudah pergi bertemu dengan pria Edi luar sana tanpa mengatakan kepada mas sebelumnya, saya sadar jika semua kesalahan ada padaku, tapi terserah saja pada mas jika tidak percaya padaku, yang paling penting aku sudah jujur dan menjelaskan apa yang terjadi," ungkapnya Vela Angelina yang sudah pasrah pada keadaan yang ada.


Amar segera meninggalkan ruangan perawatan istrinya itu secepatnya, karena tidak ingin melihat raut wajah sedih istrinya. Hatinya seperti teriris sembilu ketika melihat dan mendengar kesedihannya Vela. Tapi,rasa egonya dan amarahnya lebih dominan sehingga dia memilih untuk pergi meninggalkan istrinya seorang diri.


Vela aku terlalu mencintaimu sehingga aku tidak bisa menerima semua kenyataan jika kamu bertemu dengan pria brengsek dan luknut itu!


Amar mengeratkan kepalan tangannya dan segera meninju tembok pembatas kamar perawatan istrinya itu.


Bugh!!

__ADS_1


Aku tak bisa melupakan jika pria itu yang telah merenggut segalanya dari dirimu yang mendahului diriku ini!


Aku tidak sanggup mengingat dan membayangkan bagaimana hubungan kalian selama di London Inggris UK.


Air matanya Vela semakin menetes deras mengalir membasahi pipinya itu,dia tidak bisa membayangkan jika suaminya meninggalkannya dalam keadaan tak berdaya seperti saat ini.


Ya Allah aku sudah bersalah pada suamiku, karena pergi tanpa sepengetahuannya. Tapi aku melakukan semua itu karena aku ingin memberitahukan kepada Ahsan jika hubungan kami sudah lama berakhir sebelum kami menikah.


Astaughfirullahaladzim semua ini salahku sendiri yang sudah membuat suamiku murka kepadaku.


Ya Allah aku serahkan padaMu, jika memang mas Amar adalah yang terbaik untukku maka bantu aku untuk mempertahankan hubungan kami ini, aku tidak sanggup hidup tanpa dirinya


Hiks.. hiks.. aku tidak bisa hidup tanpa mas Amar, aku sungguh tak bisa hidup tanpa dirimu mas Amar. Aku sangat sedih calon bayiku meninggal dunia,tapi apakah ini jalan yang terbaik agar Ahksan tidak lagi menganggu hidupku.


Vela semakin mengeraskan suara tangisannya itu, dia tidak sanggup hidup dengan kemarahan suaminya itu. Dia tak habis pikir jika keputusan sepihaknya itu telah mendatangkan kedukaan dan kesengsaraan hingga calon anaknya harus meninggal dunia.


Vela berusaha untuk meraih kotak tissue, tapi karena tangannya tidak sanggup menjangkau kotak itu, sehingga dia terjatuh ke atas lantai keramik.


Brak!!


Prang!!


"Ahh, tolong!!"jeritnya Vela sebelum terjatuh dan punggungnya tersentuh ke atas lantai.


Suara tubuhnya Vela terjatuh dan tiang selang infus pun sudah tergelatak di atas lantai.


"Mas Amar!!" Teriaknya Vela yang mengayunkan tangannya ke arah pintu yang masih tertutup rapat itu.

__ADS_1


__ADS_2