
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan dari kau, bagiku urusan pribadiku tidak perlu kamu ketahui, karena masalah pribadiku bukan untuk konsumsi publik terutama kamu Adisty Ulfa Sabila jangan pernah melampaui batasanmu!" tegasnya Andrew yang sedikit meninggikan volume suaranya beberapa oktaf.
Adisty sangat kaget mendengar pria yang selalu dipuja-pujanya ternyata bisa berkata kasar dan membentaknya.
"Sa-ya ti-dak bermaksud seperti itu Mas Andrew, saya hanya mengutarakan apa yang ada di dalam hatiku selama ini, saya tidak sanggup untuk memendamnya sendiri, saya tidak ingin tersiksa dengan rasa yang akan selamanya aku pendam dan simpan, jadi hari ini aku menyampaikan apa yang seharusnya aku sampaikan," tampiknya Adisti Ulfah.
Andrew Parker mengusap wajahnya dengan gusar," astaughfirullahaladzim kenapa kamu seperti ini ha!! aku tekankan padamu apapun yang kamu perbuat bagiku kamu adalah adiknya kakak iparku Shaira Inshira, jadi.." Andre menangkupkan kedua tangannya ke depan dadanya. "Aku mohon hapuslah dan buang-buang jauh-jauh pikiran jelekmu ini, jangan biarkan dirimu menderita karena selamanya hingga sampai akhir hayatku aku tetap mencintai dia bukan dirimu," ucapnya Andrew yang mengeraskan volume suaranya beberapa oktaf.
Adisty kembali terperangah mendengar perkataan dari laki-laki yang dicintainya.
"Tapi mas Andrew cintaku padamu sungguh sangat besar saya..." ucapannya Adisty terpotong dengan sikapnya Andrew.
"Tolong cepat turun dari dalam mobilku! aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!! carilah Pria lain di luar sana yang bisa menerima cintamu!" Andrew turun dari mobilnya dan segera membuka pintu mobilnya didekat kursi penumpang.
Adisti mau tidak mau dia segera turun dari dalam mobil sport berwarna putih itu..Dia tidak menyangka jika, pria yang disukainya akan bersikap kasar padanya.
"Aku tekankan lagi padamu, jika cintaku hanya untuk seorang gadis yang sifatnya sungguh bertolak belakang denganmu, walau aku harus hidup seorang diri hanya hidup mencintainya, tapi aku tidak akan pernah menikahi wanita lain yang lebih baik dari dia sekalipun, walaupun cintaku padanya sulit untuk bersatu dengannya, tapi bagiku yang paling penting dia hidup bahagia itu sudah cukup puas bagiku," ungkapnya Andrew yang sudah menanamkan pada dirinya sendiri semua perkataannya.
Andre segera melajukan mobilnya itu setelah menurunkan secara paksa Aditi di tengah jalan.
Adisti mengerang keras saking kesalnya dengan sikapnya Andrew. dia menghentakkan kakinya ke atas aspal siang itu. Dia mengepalkan tangannya saking marahnya melihat sifat dari Andre yang mengacuhkannya.
Aku tidak akan pernah menyerah sebelum aku bisa membuatmu bertekuk lutut padaku. Aku bukan sepupuku Shanum Inshira dan Syaira Innira yang terlalu penurut dan alim sedangkan saya adalah Adisti Ulfah Salsabiela Syafiq. Kamu akan bertekuk lutut dan bawahku, aku janji akan hal itu dan aku jamin suatu saat nanti.
Adelio ke luar negeri dalam rangka perjalanan bisnisnya membuat hatinya Shaira sedih dan seolah nafsu makannya pun berkurang.
Malam harinya setelah Shaira mengerjakan kewajibannya sebagai seorang hamba Allah SWT, dia membaca beberapa surah Al-Qur'an untuk menenangkan hatinya yang sedih atas perpisahan sementara waktu dengan suaminya sendiri.
__ADS_1
Senja menciumi Alkitab Al-Qur'an dengan penuh takzim, karena melalui shalat dan tadarus Alquran bisa menutupi kegelisahan dan kegundahan hatinya.
Senja menengadahkan tangan dan kepalanya untuk terus mengagungkan kalam illahi yang begitu merdu terdengar hingga ketelinga siapapun yang mendengarnya.
Ya Allah hanya aku bersimpuh di depanMu, aku berpasrah kepadamu aku menyerahkan hidupku sepenuhnya padaMu.
Aku menyerahkan hidup dan matimu hanya ditanganMu ya Allah termasuk suamiku. Ya Allah ya Robbi ya Rohman ya Rohim…
Jaga dan lindungilah suamiku dimanapun berada, aku titip dia ya Allah… karena keadaan yang membuat aku berpisah dengan suamiku.
Jika terkadang aku salah melangkah ataupun berperilaku dan bersikap dibumi ini,maka tegurlah aku yah Allah…Tetapi janganlah biarkan aku karena cintaku kepada suamiku sehingga aku melupakanMu, Aku tidak ingin seperti itu yah Allah.
Aku ingin cintaku kepadaMu lebih besar dari cintaku kepada mahlukmu,ciptaanMu yang bernama Adelio Arsene Smith aku tidak ingin terperdaya oleh cintaku kepada manusia membuatku lalai dan terperangkap dalam godaan dunia.
Segala doa dipanjatkan oleh Shaira demi keselamatan suaminya, kedua orang tuanya dan juga sanak saudaranya dan untuk semua umat muslim di dunia ini.
Adelio pun segera menghubungi nomor ponselnya Shaira setelah sampai di Inggris UK London. Shaira sungguh bahagia karena akhirnya mendapatkan kabar tentang dia sampai di tanah air ratu Elizabeth.u
Sedangkan di tempat lain yang masih di dalam area lokasi rumahnya Dewi. Sam sedang duduk santai di balkon lantai dua sembari menyeruput kopinya bersama dengan gorengan yang baru saja disajikan oleh istrinya Dewi.
Abyasa Akhtam yang melihat papanya duduk seorang diri tersenyum gembira. Karena akhirnya setelah sebulan lebih lamanya menunggu dan mengundur untuk menyampaikan niat baiknya itu.
Bismillahirrahmanirrahim, semoga saja rencanaku untuk melamar Sanika Tanisha segalanya dipermudah dan dilancarkan atas segala niatku ini. Aku tidak sanggup lagi, jika harus menyimpan rahasia ini dan takutnya Tanisha dilamar oleh pria lain.
Akhirnya malam ini dia punya kesempatan emas untuk berbicara dengan papanya. Dengan mamanya terlalu sungkan dan segan untuk mengatakan niat baiknya itu.
"Assalamualaikum Pa," salamnya Abiayasa sebelum berada di depan papanya Samuel.
__ADS_1
Syam segera menenggak kopinya itu untuk menghabiskan minumannya sebelum menjawab salam putra sulungnya.
Sam tersenyum simpul melihat anaknya itu di dalam hatinya dia mengerti dan paham dengan apa yang terjadi pada putranya jika bersikap seperti ini.
"Waalaikum salam, baru balik dari kantor nak?" Tanyanya Samuel.
Abyasa segera duduk di hadapan papanya yang sedang bersantai itu.
"Iya Pa, baru beberapa menit yang lalu,hanya saja melihat papa begitu asyik menikmati santapan kudapan yang dibuat oleh mama membuatku ngiler dan pengen gabung dengan papa," balasnya Abiyasa yang segera mengambil sepotong pisang goreng kremes yang masih mengepul asapnya pertanda baru saja disajikan dari atas kompor.
"Hemp! Sepertinya ini ada hal penting yang ingin kamu katakan pada Papa," tebaknya Syam.
Abiyasa menghela nafasnya dengan cukup kasar dan berharap agar apa yang akan dikerjakannya berjalan lancar saja.
"Papa selalu tahu apa yang terjadi padaku, seperti halnya sekarang Papa selalu saja mengetahui jika ada yang mengganjal di pikiranku ini," imbuhnya Abiyasa yang sesekali mengunyah makanannya.
"Kamu itu adalah putraku jadi wajar saja kalau Papa mengetahui apa yang sedang membuat kamu resah dan bimbang," pungkasnya Syam lagi.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka menyantap makanan yang sudah dibuat oleh tangan mamanya Dewi Kinantii yang selalu membuat mereka ketagihan dan selalu berakhir dengan suara sendawa, saking enaknya dan lezatnya makanan yang diselalu di masak dengan hati dan perasaan yang bahagia.
"Papa saya ingin menikah," Abiyaza memperhatikan reaksi dari papanya ketika mulai mengutarakan niatnya itu.
Syam sungguh gembira mendengar perkataan dari putranya itu yang beberapa bulan terakhir ini ditunggu oleh Samuel Abidzar agar putra pertamanya itu.
"Syukurlah, Nak kamu akhirnya memiliki niat baik ini, semoga saja Allah SWT memperlancar segala sesuatu niat baikmu nak, Syam segera memeluk tubuh kekar Abiyasa. Papa bangga padamu Nak karena kamu akan melamar perempuan yang kamu sayangi, dan besok hari sabtu bagaimana kalau kita segera datang ke rumahnya Tanisha untuk meminangnya kebetulan bulan ini banyak sanak saudara yang akan ke Jakarta, supaya kita bisa berkumpul bersama," tuturnya Syam.
Abiyasa mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari papanya itu," dari mana papa mengetahui jika Cha yang ingin aku lamar?" Abyasa melempar pertanyaan kepada papanya.
__ADS_1