
Semua orang berbahagia dengan pernikahan antara Abyasa Akhtam dengan Sanika Tanisha. Tanpa terkecuali mereka larut dalam kebahagiaan itu.
Sedangkan Adisti seperti terus dihantui oleh pria yang bernama Ade Nugraha yang berprofesi sebagai seorang dokter ahli mata.
Aku tidak boleh bertemu dengannya apalagi berdekatan dengannya, bisa-bisa rahasia besarku akan terbongkar.
Adisti terus menghindar dan mencari cara untuk tidak bertemu dengan Ade sahabat dari kakak sepupunya itu. Dia terus berusaha untuk mencari cara agar terhindar dari Ade.
Seperti halnya yang terjadi sekarang dia berjalan mengendap-endap untuk segera pergi dari pesta pernikahan kakaknya, tapi baru saja berjalan beberapa langkah kakinya melangkah menuju pintu keluar, tiba-tiba tangannya dicekal oleh seseorang.
"Adisti Ulfah Salsabiela kamu tidak akan pernah bisa kabur dariku, karena kita sudah pernah…," ucapannya terpotong ketika Adisti yang berbalik langsung menutup mulutnya Ade mengunakan telapak tangannya.
Adisti melototkan matanya saking jengkelnya dengan sikap pria yang selalu mengejarnya itu sedangkan Adisti malah enggan untuk melanjutkan hubungan kilatnya beberapa bulan yang lalu.
Adisti celingak-celinguk memperhatikan keadaan sekitar dan segera menarik tangannya Ade untuk mencari tempat yang cukup aman untuk berbicara berdua.
Adisti tanpa sepengetahuannya dilihat langsung oleh Andre dan Adelio. Adelio hanya menatap sekilas saja sedangkan Andrew tersenyum puas karena menganggap Adisti tidak akan menganggu dan mengusik ketenangan hidupnya lagi.
Adisti menghemaskan tangannya Ade dengan kuat ketika merasa jika keadaan sekitar sudah cukup aman terkendali.
Adisti mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajahnya Ade," aku tahu kamu menuntut pertanggungjawaban padaku! Tapi ingat kita waktu itu melakukan hubungan one night stand karena atas dasar kemauan kamu dan aku tentunya! Jadi aku mohon stop berlagak kamu paling dirugikan dalam hal ini!" Ketusnya Adisti seraya melap tangannya seperti orang yang jijik saja.
Ade hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya Adisti yang baginya tidak ada pengaruhnya bahkan ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Adisti, ingat apapun itu.
Adisti melototkan matanya saking jengkelnya melihat Ade yang tidak marah sedikitpun dengan apa yang dilakukannya.
"Malah seharusnya aku yang meminta pertanggungjawaban padamu, tapi itu tidak aku lakukan karena aku sama sekali tidak mencintaimu! Anggap saja kamu beruntung bisa tidur bersamaku dan untungnya saya tidak hamil, jadi Camkan itu baik-baik perkataanku hari ini!" Gertaknya Adisti.
Adisty segera berjalan meninggalkan tempat tersebut, tapi lagi-lagi dicegah dengan tangannya ditarik kembali dengan kekuatan penuh sehingga tubuhnya bertabrakan dengan dada bidangnya Ade.
"Ahh!" Teriaknya Adisti yang sudah dipeluk erat oleh Ade.
Ade membelai wajahnya Adisti yang sangat cantik dimatanya itu. Perempuan yang memutuskan berhijab seminggu yang lalu itu semakin ayu dan cantik saja.
"Aku tidak akan pernah bisa melepaskan kamu! Bahkan kamu harus tahu jika aku akan melakukan apapun segala cara untuk mendapatkan kamu dan menjadikan kamu istriku!" Ancam Ade.
"Hahaha! Aku tidak mungkin sudi menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai, Adisti menjentikkan jari jemarinya di depannya Ade. " Secuil kukupun aku tidak sudi menikah denganmu Pak Ade Nugraha yang terhormat!" Sarkasnya Adisti.
Ade segera memegangi tengkuk lehernya Adisti dan menekannya dengan kuat memakai tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang kedua tangannya Adisti yang memang sedikit halus dan ukurannya kecil sehingga memudahkannya untuk dipegang.
__ADS_1
Ade meee luuu maat bibirnya Adisti dengan rakusnya, Ade menumpahkan kekesalannya melalui ciumannya itu. Dia ingin menunjukkan kepada Adisti jika dia bisa bertindak nekat jika cintanya ditolak.
Adisti berusaha untuk menolak dan memberontak hingga dia berjuang untuk melawa Ade, tapi tenaganya kalah jauh sehingga mau tidak mau Adisty akhirnya pasrah saja. Adisti menutup mulutnya, tapi Ade mengigit kecil bibir mungilnya Adisti sehingga terbuka lah akses untuk memperdalam ciumannya itu.
Awalnya Adisti terus menghindar tapi lambat laun membalas ciumannya Ade ketika Ade melakukannya dengan lembut. Bibirmu Ade melengkung ke atas ketika Adisti membalas perlakuannya.
Ciuman mereka semakin lama semakin dalam hingga tangannya Ade tak terkendali dan tak terkontrol lagi. Ade yang melihat sekitar tempat itu cukup sepi,dia mulai semakin liar tapi Adisti berontak agar Ade berhenti.
Ade segera menurunkan tangannya karena segera tersadar walau bibir mereka masih saling menempel. Hingga keduanya terkejut ketika suara bariton seseorang mampu mengalihkan perhatian keduanya.
"Adisti!" Teriaknya seorang pria dewasa yang tidak lain adalah papanya sendiri.
Adisti dan Ade terjingkak saking kagetnya mendengar teriakan papanya itu. Keduanya salah tingkah, panik dan ketakutan karena di hadapan papa, mama dan Omnya Syafiq serta Syamuel melihat keduanya berciuman mesra.
Karina segera berjalan ke arah Adisti dan langsung melayangkan tamparan keras ke salah satu pipinya Adisti.
Plak!!
Tamparan itu cukup kuat hingga pipinya Adisti memerah dan terasa panas.
"Augh!!" Keluhnya Adisti yang sambil mengelus pipinya yang terkena tamparan keras.
"Apa bunda ha!! Tidak perlu kamu sebut namanya bunda, kamu tahu tidak bunda sangat kecewa dengan apa yang kamu perbuat, bunda tidak menyangka jika kamu serendah ini!" Kesal Bu Karina yang memang sedikit tempramen dan keras tidak seperti Dewi Kinanti yang penuh kelembutan.
"Karina cukup, kita ini di tempat umum, tolong tenanglah semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik, enggak enak dengan besan baru kita," bujuknya Syamil suaminya.
Ibuu Karina tidak peduli dengan nasehat dan bujukannya Syamil,dia malahan semakin marah saja.
"Ini kah ajarannya bunda berikan padamu ha! Apa selama ini kelakuan kamu seperti ini! Kamu sungguh sangat mengecewakan bunda!" Kesalnya Karina Ranau.
Ade segera menarik tubuhnya Adisti dan melindungi perempuan yang sangat dicintainya itu berlindung di balik punggungnya.
"Tante, stop! Aku mohon berhenti, ini bukan salahnya Adisti ini salahku, jadi kalau mau memukul, pukul aku saja karena ini semua kesalahanku," ucapnya Ade dengan tegas.
Karina hendak menampar Ade tapi segera dicegah oleh Dewi, Karina menatap tajam dan tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Dewi.
"Karina aku mohon sabar,nanti di rumah kita bicarakan baik-baik apa yang mereka telah perbuat, aku tidak ingin masalah ini tercium hingga ke orang banyak, tidak baik masalah kesalahan putrimu menjadi bahan cemoohan, olok-olokan untuk konsumsi publik," bujuknya Dewi.
Karina menatap intens Dewi," ini semua didikan mbak sehingga Adisti putriku berani berbuat seperti ini!" Sarkasnya Karina.
__ADS_1
"Karina! Hentikan perkataanmu ini! Semua yang terjadi bukan karena Dewi kakak iparmu, dia itu sudah mendidik anak-anakmu dengan baik, jangan sekali-kali mempertanyakan cara didikannya Dewi, semua ini terjadi karena pria itu! Mama yakin pasti mereka berdua yang salah karena terjerumus ke dalam pergaulan bebas," Bu Rina Amelia berusaha untuk menengahi perdebatan kedua menantunya.
Karina hanya memutar bola matanya jengah," memang sejak dulu hanya Mbak Dewi yang Mama suka sedangkan saya selalu mama beda-bedakan," ketus Karina.
"Astaughfirullahaladzim Nak Karina, Mama tidak menyangka kamu bersikap seperti ini rupanya, padahal Mama sama sekali tidak pernah membedakan kalian," ucapnya sendu Bu Karina.
Dewi segera memeluk tubuh renta mertuanya itu dan berusaha untuk menghentikan pertengkaran mereka semua karena sudah ada beberapa orang yang melihat pertengkaran tersebut. Dewi mengelus punggung mama mertuanya itu agar berhenti untuk melawan perkataan dari Karina adik iparnya.
"Mama, Karina aku mohon berhenti, lihatlah banyak sudah orang yang melihat kejadian ini," ucapnya Syamil yang malu-malu melihat apa yang sudah diperbuat istrinya itu.
Karina segera meninggalkan tempat tersebut dengan hati yang diliputi rasa emosi yang menggebu-gebu di dadanya.
"Shaira antar Adisti ke mobil, kita akan bicarakan segalanya di rumah dan kamu Ade, Om ingin berbicara dengan kamu jadi Om minta padamu jangan sekali-kali menutupi apapun yang terjadi pada kalian berdua," usulnya Sam.
"Belum selesai masalah Faris Aditama yang ingin menikahi kekasihnya perempuan yang masih berstatus istri orang lain, sekarang malah kamu lagi yang berbuat tidak senonoh di tempat umum," keluhnya Bu Rina Amelia sambil memijit pelipisnya yang mulai berdenyut pusing.
"Nenek sudah, semua masalah kalau dihadapi dengan kepala dingin insha Allah akan beres dan berjalan dengan baik," ujarnya Shanum yang hanya tersenyum tipis melihat masalah adik sepupunya itu.
Semua orang kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan yang bercampur aduk sedangkan sang pengantin baru masih duduk di atas pelaminan sambil menyambut satu persatu kedatangan tamu undangannya.
Tanisha memakai pakaian adat suku Bugis Makassar siang hari itu. Dia sangat cantik dengan balutan pakaian pengantinnya yang berwarna gold.
Sesampainya di rumah, Ade dan Adisti duduk di depan semua anggota keluarganya seperti seorang pesakitan saja karena dikelilingi oleh semua anak dan menantunya Dewi dan Syam.
Adelio dan Shaira duduk berdampingan, Shanum pun seperti itu dengan suaminya Arion Sneider, sedangkan Maryam seperti enggan untuk berjauhan dengan suaminya Aidan Akhtar selama kehamilannya.
"Kita tunggu kedatangannya Fariz karena kalian bersaudara sungguh buat nenek pusing, Adisti dia itu pria beristri dan belum bercerai sedangkan Fariz malah nekat untuk menikahi wanita yang bersuami, entah apa yang terjadi pada kalian berdua, padahal Tante kamu dan nenek tidak pernah salah dalam mendidik kalian bahkan membeda-bedakan kalian dengan anak-anaknya tidak pernah juga tapi," ucapnya sendu Bu Rina.
"Mama jangan diteruskan enggak enak berbicara seperti itu," tampiknya Dewi dengan menggelengkan kepalanya itu.
Hingga kedatangan Fariz dan perempuan yang lebih tua darinya dengan menggenggam tangannya hingga ke dalam ruangan membuat semua orang membelalakkan matanya sedangkan Karina sangat marah melihat putra putrinya sungguh mengecewakan.
"Sheila Alona," ucapnya Ade ketika menyadari kedatangan Faris dan perempuan yang diyakini kekasihnya.
"Mas Ade Nugraha," cicitnya Sheila.
"Alona apa kamu mengenalnya?" Tanyanya Faris sembari menautkan kedua alisnya itu.
"Pastinya mereka saling kenal karena…," ucapannya Aidan sengaja digantungnya karena ingin tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Fariz adik sepupunya paling kecil.
__ADS_1
Fariz pemuda berusia dua puluh tahun itu menyukai perempuan berbeda jauh usianya yaitu Sheila berusia 26 tahun. Mereka berbeda enam tahun jarak usianya.