
Semua orang balik ke rumah masing-masing, tidak ada lagi yang ingin tinggal di dalam gedung perhelatan acara resepsi pernikahan antara Desta Alamsyah dengan Arabella Aqila.
"Astaughfirullahaladzim Mas saya tidak menyangka jika mas bersikap seperti ini, sadarlah mas sebelum terlambat, ingat dunia ini hanya sementara waktu tidak ada yang abadi dan kekal di dunia ini! Mas kesombongan ini sudah tidak terkontrol lagi, ingatlah mas tidak ada gunanya kesombongan dan keserakahan serta ketamakan yang mas miliki!" Ucapnya Dina Anelka yang masih sedikit peduli terhadap mantan suaminya itu.
Irwansyah Hatif tersenyum Hahaha" kamu tidak perlu repot-repot buang waktumu untuk menasehatiku, karena apapun yang kamu lakukan tidak ada gunanya, saya tidak akan pernah berhenti untuk mengusik ketenangan mereka jika mereka belum hancur maka aku akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan kesombongannya Samuel Abidzar Al-Ghifari dan keempat anak-anaknya!" Murkanya Dokter Irwansyah.
"Astaughfirullahaladzim mungkin hatinya mas Irwansyah sudah mati dan tertutup oleh kebencian terhadap bang Sam,tapi saya sudah putus asa untuk membujuk mas Irwan, terserahlah mas mau bagaimana juga saya tidak mau mencampuri urusan mas lagi," ucapnya Dina yang akhirnya menyerah dengan keadaan.
Irwansyah segera berjalan ke arah dalam gedung dan kembali menjamu beberapa tamu undangannya yang masih berdatangan.
Semua anak-anaknya Syam dan Dewi segera balik ke rumahnya. Mereka masih tidak habis pikir, jika Irwansyah yang terkenal sebagai dokter hebat dan terkemuka di salah satu rumah sakit swasta terbesar di Indonesia.
"Astauhfirullah aladzim," Syam menghela nafasnya dengan cukup keras saking kesalnya dengan sikapnya Irwansyah.
Dewi menyentuh punggung tangan suaminya itu yang sedikit emosional gara-gara sikap dari adik iparnya itu.
"Abang jangan sampai gara-gara kata-katanya Irwansyah sehingga membuat Abang marah dan benci, Ingatlah itu adalah hal yang paling diinginkan oleh Irwansyah membuat Abang sedih, sakit hati, kecewa dan hancur, doakan saja untuk Irwan agar segera menyadari kesalahannya dan bertaubat karena semua yang dilakukannya itu tidak ada gunanya malahan akan semakin menghancurkan kehidupannya sendiri," nasehatnya Dewi yang sedih melihat suaminya dalam kondisi seperti itu.
__ADS_1
"Maafkanlah Abang sayang, karena selama ini Abang mengira jika Irwansyah sudah sadar dengan semua kesalahan dan kekeliruannya, ternyata dia masih seperti dulu bahkan lebih parah sekarang,mulai sekarang Abang akan menjaga anak-anak kita dari jangkauan Irwansyah Hatif dan juga ketiga anaknya, dan ini pembelajaran yang paling berharga dalam hidup untuk selalu bersyukur dan sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tantangan dalam hidup kita," pungkasnya Samuel.
"Benar sekali apa yang Abang katakan, intinya bentengi hidup dengan kebaikan, hati yang bersih dan janganlah banyak mengeluh perbanyak bersyukur dan paling utama teruslah berbuat baik kepada semua orang karena manusia yang paling baik adalah manusia yang paling berguna untuk orang lain," tuturnya Dewi Kinantii Mirasih.
Adelio dan Andrew dalam satu mobil yang sama sedangkan Arion pun masuk ke dalam mobilnya untuk segera balik ke rumahnya.
Sedangkan Shanum, Shaira, Abyasa dan Aidan sama dalam satu mobil. Bu Rina Amelia ikut bersama dengan mobil putra bungsunya yaitu Syamil dan kedua anaknya itu Adisty dan Fikri Jufri.
"Pantesan Ariella Ziudith sifatnya seperti itu karena menurun dari papanya sendiri sehingga Ariela juga jahat," ucapnya Shanum Inshira yang membuka percakapan diantara mereka yang terjadi keheningan selama perjalanan pulang.
"Buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya, kecuali buahnya sudah dijual oleh sang pemilik pohon mungkin akan terpisah pohon dengan buahnya," candanya Abyasa Akhtam.
Shaira hanya terdiam masih berusaha mengingat dan menghayati keputusannya untuk menerima lamarannya Adelio Arsene Smith.
Ya Allah apakah aku tidak terburu-buru menerima lamarannya pak Adelio dan mengingat awalnya kepercayaan dan keyakinan kami ini berbeda, tapi apakah kedua orang tuanya dan keluarga besarnya di Inggris merestui kami?
"Untungnya Tante Dina sudah bercerai dengan suaminya si dokter saraf itu, kalau tidak aku yakin Tante Dina bisa mati berdiri karena ulah suaminya dan ketiga anaknya itu yang ikutan saraf juga seperti papanya," cibirnya Shanum yang keheranan dengan sikapnya Irwansyah.
__ADS_1
"Ternyata seseorang yang berpendidikan tinggi itu tidak menjamin akan akhlaknya bagus malahan di dunia ini banyak yang sama sekali tidak punya pendidikan tapi hati, pikiran,jiwa serta kesehariannya tidak mencerminkan dirinya seperti orang yang sama sekali tidak berpendidikan," terangnya Aidan.
"Tapi aku yakin Tante Dina itu perempuan yang sangat penyabar dan daya tahannya terhadap sikap suaminya yang lebih mirip orang gila saja bahkan seperti psikopat, tapi Tante Dina sangat lihai dan pintar menyembunyikan sakit hatinya di depan orang lain, aku salut dan memuji Tante Dina," ucapnya Abiyaza.
"Itu wajar terjadi karena Mama Dewi juga istri dan perempuan yang penyabar dibandingkan dengan saya mungkin sudah gila dan berakhir di rumah sakit jiwa jika bersuamikan pria seperti Irwansyah Hatif tentunya," ujarnya Shanum yang bergidik ngeri jika ia harus membayangkan apa yang terjadi.
Aidan dan Shanum saling bertatapan satu sama lainnya melihat Shaira yang hanya terdiam saja tanpa ikut menimpali percakapan dari ketiga kakaknya itu.
"Dede kamu baik-baik saja kan? apa yang terjadi padamu?" tanya Sahnum sambil menggoyang tangannya Shaira adik bontotnya itu.
Syaira menghela nafasnya dengan perlahan, "Sa-ya baik-baik saja kok kak, saya hanya masih rada-rada tidak percaya jika Pak Adelio berpindah keyakinan dan kepercayaan mengikuti seperti apa yang kita yakini, tapi saya khawatir jika pak Adelio hanya melakukan itu karena ingin menikahiku tapi, kira-kira gimana kalau besok kami berselisih paham apakah dia akan bertahan dengan pilihannya?" Ungkapnya Sahira Innira.
Shaira sangat takut dan khawatir jika Adelio hanya melakukan semua itu karena atas dasar menikahinya toh saja.
Shanum segera menggenggam tangan adiknya itu," Dede Aira masalah itu tidak akan terjawab sekarang kecuali kalian sudah menikah barulah akan ketahuan semua apakah dia ikhlas dan tulus melakukannya karena Allah SWT atau karena hanya ingin dapat restu saja, jadi jangan takut sebelum memulai," sarannya Shanum.
"Aira ingat kamu yang sering mengajarkan pada kami untuk jangan berprasangka yang tidak-tidak atau buruk kepada niat baik orang lain, apa kamu lupa dek! atau jangan-jangan karena kamu belum bisa move on dari Hanzal Abdul Djailani!?" tebaknya Abyaza.
__ADS_1
Insha Allah akhir bulan atau awal bulan Agustus bonus khusus untuk pembaca setianya Satu Atap Dua Hati yah. tapi ada syaratnya harus wajib baca like, komentar setiap babnya.