Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 129


__ADS_3

"Bang Aidan kita tercipta sudah berbeda sejak awal, jadi hubungan ini tidak ada gunanya untuk dilanjutkan ataupun disesali. Abang dengan saya terlahir dengan jurang pemisah yang sangat dalam dan terjal jadi please tolong jangan pernah berharap untuk hubungan kita ini memiliki masa depan, aku tidak mungkin menentang tradisi dan keyakinan keluargaku, cukup kakak sepupuku yang harus memutuskan hubungannya karena cintanya kepada perempuan yang tidak sejalan dan seiman dengannya,"


Ucapan itu selalu terngiang-ngiang di telinganya Aidan Akhtar. Air matanya menetes membasahi pipinya itu. Memang dia mencintai Cindy Clara tapi, disisi lain kasih sayang dan perhatian tulus yang selalu diberikan oleh Maryam membuatnya dilema.


"Mungkin ini yang terbaik untuk kami bertiga, selamat tinggal masa lalu aku akan berjuang untuk berdamai dengan masa lalu karena melupakan kenangan demi kenangan yang tercipta diantara kita tidak mungkin dalam sekejap mata aku bisa lupakan. Saya yakin kamu akan seperti itu juga Cindy i love you forever,"


Aidan berada di tengah-tengah keramaian dengan kebahagiaan dan kegembiraan, tetapi hatinya Aidan resah dan gelisah.


Kebahagiaan mereka semakin lengkap ketika dalam pengumuman terpenting dalam acara wisuda itu adalah Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari masuk ke dalam dua puluh mahasiswa lulusan terbaik tahun ini.


Shaira memeluk abangnya satu persatu, "Alhamdulillah makasih banyak ya Allah aku tidak menyangka jika aku masuk lima belas besar, padahal aku sama sekali tidak menyangka dan membayangkannya saja kagak pernah," ucapnya Shaira yang terharu dengan kenyataan itu.


"Dede kamu memang pantas mendapatkan segala yang terbaik dalam hidupmu karena kamu adalah perempuan baik dan sholehah," imbuhnya Abyasa yang masih memeluk adik bontotnya yang begitu bangga dengan prestasi yang diraih adiknya.


"Iya benar banget apa yang dikatakan oleh Abang Abya, kamu gadis baik dan gigih berjuang pantang menyerah sehingga apa yang kamu perjuangkan selama ini akhirnya membuahkan hasil," timpalnya Ahksan.

__ADS_1


Aidan memegangi kedua pundaknya adiknya itu," kamu memang layak mendapatkan prestasi gemilang dek, dari semua orang di seluruh penjuru dunia yang menempuh pendidikan di Oxford university kamulah yang terpilih menjadi yang terbaik dari sekian banyak mahasiswi," ucap Aidan dengan bangga dengan pencapaian adiknya itu.


"Ya Allah andaikan Shanum juga seperti dede Aira, pasti semakin lengkap kebahagiaanku di dunia ini, tapi ngomong-ngomong gadis urakan dan menjengkelkan itu gimana apa dia juga sudah lulus? Ehh kenapa aku meski mengingat Cindy Clara," Abya menggelengkan kepalanya itu dengan tidak percaya apa yang sudah terlintas dalam pikirannya.


Seseorang dari arah jarak jauh selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh Shaira sang gadis pujaan hatinya.


"Gadis kecilku memang selalu buat hatiku bahagia dan bangga, kau hasil tidak akan pernah mengkhianati hasil kerja keras dan perjuangan yang sudah kamu lakukan,"


Adelio tersenyum bangga dengan pencapaian dan impian Shira yang tercapai dengan baik dan lancar.


"Kamu memang pantas mendapatkan segala yang terbaik dalam hidup ini, makanya aku berkorban dan memilih mengikuti keyakinanmu dan beberapa hari ini aku tidak akan muncul langsung di depanmu karena aku berusaha untuk sekuat tenaga menjadi pria yang layak dan pantas menjadi imam dalam kehidupanmu, aku berjuang mati-matian demi bisa berdiri dengan baik disisimu Shasa,"


"Aku bisa mengerti jika aku tidak bisa hidup tanpamu, sehingga aku menentang tradisi di dalam keluargaku, karena hidupku dan nafasku semuanya tentang kamu, segalanya dihidupku semuanya hanya untukmu seorang Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari tidak ada yang lain Du dunia ini,"


Shaira tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT sang Maha Penyayang dan Pengasih yang selalu memudahkan langkahnya selama ini.

__ADS_1


"Selamat sayang kami bahagia atas pencapaian prestasi gemilang kamu cantik," tuturnya Vela yang kegirangan mendengar berita gembira itu.


Keduanya berpelukan satu sama lainnya, mereka menyalurkan kebahagiaan masing-masing.


"Kau juga selamat sayang, akhirnya kita bisa mendapatkan gelar yang sedari dulu kita inginkan sehingga kita merantau jauh ke negeri orang," tukasnya Shaira yang memeluk dan cipika cipiki dengan semua teman perempuannya.


Tidak ada perbedaan antara mereka selama mereka sama-sama perempuan. Shaira akan memeluk sahabatnya untuk memperlihatkan jika mereka sungguh bahagia dan bersyukur atas nikmat Allah SWT yang mereka peroleh dan dapatkan dalam hidupnya ini.


Berita kebahagiaan tersebut segera sampai ke tanah air Indonesia Jakarta. Syamuel dan Dewi tak henti-hentinya bersyukur dan sujud syukur karena salah satu putrinya kembali mendapatkan gelar pristise kebanggaan setiap mahasiswa.


Sepulangnya Shaira dan kedua sahabatnya itu, mereka kembali dikejutkan oleh banyaknya rangkaian bunga matahari dan mawar berbagai jenis sudah tertata rapi. Bunga-bunga itu seolah menjemput kedatangan ketiga perempuan cantik dengan masing-masing memiliki ciri khas sendiri.


"Masya Allah sungguh indah bunga-bunganya, hemm saya yakin ini pasti pemberian dari sang penggemar rahasia yang sungguh mencintai kamu Aira," tebaknya Maryam Nurhaliza yang sudah mengerti siapa pelakunya.


Abyasa dan Aidan saling bertatapan satu sama lainnya, "astaughfirullahaladzim pria itu belum menyerah juga, sepertinya peringatan yang pernah kami berikan tidak membuatnya menyerah dengan apa yang kami katakan," geramnya Abyaza.

__ADS_1


"Duda itu tidak pernah nyadar sepertinya jika dia dan Aira tidak mungkin bisa bersatu selama banyak perbedaan antara mereka, tidak mungkin kami mengijinkan Shaira menikah dengan pria yang berbeda keyakinan dan kepercayaannya itu sungguh mustahil," Aidan mengepalkan tangannya.


Manpir ke novel aku yang lain judulnya Pamanmu Adalah Jodohku dan Belum Berakhir ada give away nya juga. Tapi syaratnya Wajib baca setiap hari dan like serta komentar yah. harus karena itu syarat mutlak untuk dapat bonus zikit.


__ADS_2