Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 218. Percobaan Pertama Gagal


__ADS_3

Acara lamaran siang hari itu berjalan lancar tanpa kendala. Walaupun awalnya ada insiden kecil yang terjadi. Yaitu ban mobil yang dikendarai oleh Abyasa dan ketiga sepupunya tiba-tiba pecah.


Rem mobil yang dipakai Shaira bersama dengan Maryam Nurhaliza, tiba-tiba blong. Untungnya Shaira sigap mengendalikan mobilnya yang hilang kendali ketika akan belok.


Sahira yang memang memiliki skill yang memumpuni di bidang balap mampu mengatasi masalah itu.


Rumah sederhana yang dihuni oleh Tanisha, kedua adiknya Tania dan Taher serta bapaknya disulap dengan dekorasi pertunangan. Suasana nampak ramai setelah perbincangan mereka yang begitu serius.


"Alhamdulillah karena niat baik kami sudah diterima oleh bapak Hermasyah, jadi alangkah baiknya kalau Nak Tanisha dan nak Abyasa saling bertukar cincin," ucapnya Bu Widya.


"Karena sudah diputuskan sepuluh hari dari sekarang acara akad nikah dan resepsinya juga, uang maharnya senilai 250juta, seperangkat alat sholat dan satu stel atau satu set perhiasan emas murni 24 karat menjadi uang panaiknya Sanika Tanisha," jelasnya lagi pak Hilman Thayib sebagai juru bicara dari pihak keluarga Tanisha.


"Nak Abiayasa ingat disaat akad nikah kalian kamu harus menyebut itu yah, jangan sampai salah atau dirubah kecuali kalau kamu tambah,kami sebagai pihak perempuan pasti malah sangat gembira dan tidak mempermasalahkannya, benar kan Nak Tanisha," ucapnya pak Rahman Walid pamannya Tanisha yang memang sudah lama menetap di Jakarta.


"Iya ini cincin pertunangan mereka Bu," ucapnya Dewi yang menyerahkan sebuah kotak buludru berwarna merah itu.


Abyasa dan Aidan Tanisha diminta untuk berdiri di tempat yang sudah dihiasi sebagai altar pernikahan.


Shaira berulang-ulang kali melafazkan nama Allah SWT yang berusaha untuk menenangkan dirinya, agar tidak terjebak dalam emosi sesaatnya. Dia berada di dalam ruangan itu,tapi pikirannya terbang melayang ke beberapa kejadian yang terjadi hari ini.


Astaughfirullahaladzim, aku tidak boleh dzuudzon pada orang lain. Walau aku tidak mengerti dan mengetahui siapa pelakunya,tapi aku akan segera mencari tahu.


Sepulang dari sini aku harus berbicara dengan kakak dan Arion. Karena aku yakin orang ini sudah lama membidik kami.


Shaira sesekali menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan cukup keras.


Shaira memperhatikan satu persatu orang-orang yang hadir di dalam sana. Tapi, satupun tidak ada yang memperlihatkan wajah seperti seorang yang menyembunyikan kemarahannya karena telah gagal.


Shaira tidak melihat ke arah kedua adik sepupunya, karena kebetulan Ariela dan Arabela serta tantenya Dina duduk dua baris dari tempatnya berada tepat di belakangnya sehingga terlewatkan.


Sial!! Brengsek perempuan luknut itu kenapa bisa selamat? Padahal aku sudah menyuruh anak buah kepercayaannya Tante tapi masih saja gagal.

__ADS_1


Segala umpatan,cacian diucapkan dalam hatinya karena rencana pertamanya telah gagal total.


Ariella menggenggam kepalan tangannya dibawah sana,tapi senyumannya selalu tersungging di sudut bibirnya agar orang-orang tidak ada yang mencurigainya.


Bolehlah kali ini kamu lolos, tapi tidak ada lain kali lagi. Mungkin kamu masih dilindungi oleh TuhanMu, tapi ingat ini hanya sekedar opening saja sebagai pemanasan!


Sedangkan adiknya celingak-celinguk mencari keberadaan Arion Sneider Oesman pria beristri yang menjadi targetnya saat ini.


Aku tidak akan biarkan kalian bahagia dan hidup bersama selamanya, tidak adil banget hidup ini jika anak-anaknya Om Sam semuanya bahagia sedangkan aku harus menderita dan ditinggalkan oleh suamiku setelah aku keguguran.


Aku ingin melihat kamu juga diceraikan dan dicampakkan oleh Arion. Aku akan menjadi perempuan lain di dalam hubungan pernikahan kalian.


Dina yang melihat anak bungsunya seperti gelisah dan melihat kesana kemari, dia pun mulai menyentuh punggung tangan putrinya.


"Putriku kamu enggak apa-apa kan?" Tanyanya Dina.


Arabella berusaha untuk tersenyum dan menutupi kekesalannya dan rasa kecewanya, karena target pria incarannya tidak ada.


"A-ku a-nu lapar," bisiknya Arabela yang mengatasnamakan masalah makan sebagai alasan untuk menutupi rasa amarahnya.


Arabela langsung bangkit dari posisi duduknya tanpa menunggu perkataan dari mamanya selesai.


Shaira mengirimkan pesan chat ke grub whatsapp saudaranya yang hanya beranggotakan empat orang saja. Yaitu Abiyasa Akhtam, Aidan Akhtar, Shahnum Inshira dan dia sendiri. Tapi, karena permintaan dari Aidan Arion, Adelio dan juga Maryam pun diikut sertakan dalam grup rahasia itu.


"Aku mau bicara penting, kita bertemu di basecamp seperti biasa," seperti itu pesan chat singkat yang dikirim oleh Shaira.


Mereka akan mengirim chat lewat grup itu jika memang dalam keadaan genting. Sehingga anggota grub itu yakin jika ada yang aneh dan tidak beres.


Acara selanjutnya adalah makan bersama dengan menu utamanya adalah makanan khas suku Bugis Makassar. Ada Coto Makasar, pallubasa, bebek palekko, sup konro lengkap dengan ketupatnya.


Semua orang bergembira dengan acara mereka siang hari itu. Sedangkan Maryam masih sedikit was-was dan waspada dengan kejadian yang menimpanya bersama adik iparnya itu.

__ADS_1


Aku akan menceritakan tentang kejadian ini kepada mas Aidan, tapi bukan sekarang pasti orang-orang akan panik terutama mama dan papa akan khawatir dengan kondisi kami.


Suara dering ponselnya yang berbunyi di dalam tasnya segera dia ambil dan memeriksa siapa yang mengirim chat tersebut.


Shanum segera mengarahkan tatapannya ke arah Shaira bergantian dengan suaminya itu. Arion hanya tersenyum simpul menanggapi tatapan matanya Arion yang berusaha untuk menyampaikan bahwa dia harus tenang dan tujuan tidak boleh ketahuan oleh orang lain.


Untungnya mobil Shaira yang dikendarainya berjalan di area jalan yang berbeda dengan rombongan mobil lainnya, sehingga tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di basecamp tempat pertemuan khusus mereka. Yaitu rumah lama neneknya yang direnovasi sedemikian rupa hingga menjadi tempat bersantai sekaligus tempat teraman untuk membicarakan masalah serius yang sangat rahasia.


Markas itu sudah ada sejak mereka masih sekolah, terkadang mereka pakai sebagai tempat belajar bersama tanpa sepengetahuan orang lain, hanya mereka berempat yang mengetahuinya.


Arion mulai membuka percakapan mereka," kalian baik-baik saja kan?" Tanyanya Arion yang melihat ke arah kedua iparnya.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja untungnya ada airbus yang mampu membantu kami sehingga tertolong dan bergabung dengan kalian sekarang ini" ujarnya Shaira.


"Apa ada orang yang kalian curigai?" Tanyanya Arion lagi.


"Kalau masalah itu pasti kami menjawab tidak ada, tapi kalau ingin semuanya terjawab, sebaiknya kita cek rekaman cctv di sekitar rumah itu cara yang paling ampuh, karena aku yakin orang itu tidak akan pernah mengetahui jika sehari yang lalu aku memasang beberapa cctv kecil yang tidak terlihat di rumah tanpa sepengetahuan kalian dan aku yakin pasti ampuh,"


"Aku tidak percaya kejadian ini hanya kebetulan saja, entah kenapa feelingku mengatakan jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin mencelakai dede Aira dan bisa jadi target utamanya adalah Maryam," tebaknya Abiyasa.


Arion segera membuka layar laptopnya dan segera memeriksa rekaman cctv yang dikirim oleh anak buahnya yang terus berjaga di rumah mertuanya.


Mereka semua segera berjalan ke arah Arion dan memperhatikan dengan seksama cctv selama dua hari terakhir.


Hingga mereka melihat ada seseorang yang memakai cadar dan berjubah hitam mondar-mandir di sekitar rumahnya dan sebuah mobil sedan hitam yang sudah beberapa hari sering parkir tidak jauh dari rumahnya.


"Coba zoom mas bagian perempuan itu ketika turun dari mobilnya," pintanya Shaira seraya menunjuk ke arah orang yang disangka perempuan.


Semua orang menajamkan penglihatannya dan memperhatikan gerak gerik orang tersebut.

__ADS_1


"Aku yakin dia bukan perempuan tapi laki-laki yang menyamar dan dia lah orang yang memutuskan rem mobil dan menusuk salah satu ban mobilnya Amar Alfarizi."


"Antonio tolong cek pemilik mobil yang barusan aku kirimkan fotonya, ingat aku butuh hari ini juga informasinya!" Perintahnya Arion yang menghubungi nomor ponsel salah satu anak buah kepercayaannya.


__ADS_2