
Shaira berteriak kencang dan histeris melihat suaminya yang sudah sadar dari masa kritisnya tersebut.
"Abang Adelio sudah sadar!" Teriaknya Shaira sehingga membuat semua orang segera berjalan ke arah dalam satu persatu anggota keluarganya masuk untuk melihat kondisi Adelio.
Andrew Parker yang hendak pergi dari dalam ICU dan ingin memberikan keleluasaan agar pasangan suami istri itu bisa berbicara berdua saja di dalam kamar ICU khusus untuk kakaknya, tanpa mereka sadari tangannya Adelio memegangi tangannya Andrew adik semata wayangnya itu.
Adelio yang sudah dua hari terbaring kritis memegangi tangannya Andrew,dehjmggt kepergian Andrew tertahan.
"Drew ja-ngan per-gi," lirihnya Adelio.
Shaira segera memeriksa kondisi dari suaminya itu setelah melihatnya tersadar.
"Abang Lio, kamu butuh apa bang, Dede akan ambilkan apa yang kamu inginkan," ucapnya Shaira yang bisa sedikit bernafas lega ketika melihat suaminya sudah sadar dari masa komanya itu.
Adelio menatap ke arah istrinya itu,ia bersusah payah untuk melepas alat bantu pernafasannya untuk memudahkannya berbicara. Tetapi, segera dicegah oleh Shaira.
"Stop, Abang jangan lakukan ini, itu sama saja semakin menyiksa Abang," cegahnya Shaira.
"A-ku ti-dak apa-apa," tampiknya Adelio yang segera memegangi kedua tangannya Andrew dan Shaira secara bersamaan.
Andrew, Shaira dan yang lainnya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Adelio. Kedua pasang alis mereka yang berada di dalam kamar perawatan Adelio saling bertautan.
"Drew, Abang minta padamu jaga istriku Shaira, nikahi dia jika kelak aku telah pergi," cicitnya Adelio yang kesulitan untuk bernafas sehingga ucapannya seperti tidak terdengar dengan jelas.
"Abang tidak akan pergi jauh kok, Abang akan baik-baik saja, aku akan melakukan apapun demi keselamatan dan kesembuhan Abang," sanggahnya Shaira yang masih berpegangan dengan suaminya itu.
Shaira dan Andrew spontan saling bertatapan satu sama lainnya, Adelio memegangi tangan keduanya dan saling menumpukkan kedua tangan adik dan istrinya itu.
__ADS_1
"Aira, Abang sudah tidak punya banyak waktu lagi, aku mohon terimalah nanti lamarannya Andrew, karena hanya dia pria yang paling pantas mendampingimu," ujarnya Adelio yang kali ini cukup fasih dalam berbicara.
"Kakak itu tidak akan terjadi, aku sudah mencari dokter paling terbaik yang ada di dunia ini dan beliau sudah menuju ke Indonesia, jadi aku mohon jangan berbicaralah yang aneh-aneh dan tidak-tidak, kakak akan selamat dan baik-baik saja," tampiknya Andrew Parker.
Adelio hanya menggelengkan kepalanya itu," aku tidak mungkin bisa hidup lebih lama lagi, Allah SWT sudah memberikan aku waktu yang cukup banyu, tibalah saatnya aku akan meninggalkan kalian,maka penuhilah keinginan Abang untuk yang terakhir kalinya," harapnya Adelio.
Shanum, Maryam Nurhaliza, Sheila Alona, Adisty Ulfa, Ariella Ziudith, Arabela Aqila, Sanika Tanisha semuanya sudah tersedu-sedu melihat kondisinya Adelio yang mustahil untuk sembuh.
Shaira semakin mengeraskan suara tangisannya itu di depan suaminya dan kerabatnya yang telah datang menengok suaminya itu.
"Aku mohon jangan berbicara sembarang suamiku, aku yakin Abang akan selamat, baik-baik saja dan panjang umur," Shaira berucap seperti itu yang sebenarnya sangat sulit untuk diucapkannya melihat kesehatan suaminya yang semakin menurun.
"Aku tidak mungkin bisa menikah lagi dengan pria lain sedangkan hatiku hanya untukmu seorang suamiku," Shaira terisak dan berusaha untuk selalu tegar dan sabar.
Air matanya Adelio menetes membasahi pipinya itu bersamaan dengan kalimat tauhid la ilaha illallah berulang-ulang kali didengungkan oleh bibirnya hingga suara bunyi di monitor pencatat detak jantung sudah tidak berfungsi lagi.
"Apapun yang abang minta silahkan katakan! Berapapun banyaknya akan aku penuhi walaupun itu sangat susah dan mustahil asalkan satu saja, jangan memintaku untuk menikah lagi dengan pria lain!" Jeritnya Shaira
"Bang Adelio bangun!! Aku ada disini abang,jangan tinggalkan aku sendiri!" Teriak Shaira yang sudah menangis histeris memeluk tubuhnya Adelio yang mulai dingin dan terbujur kaku.
Shahnum segera membantu Shaira untuk bangun dari posisinya itu, karena dia tidak ingin adik-adiknya menjatuhkan air matanya tepat di atas tubuhnya Adelio yang sudah tidak bernyawa lagi.
"Dede Aira, stop jangan terus-terusan meratapi kepergiannya suamimu, tidak baik dek. Ingatlah Allah SWT yang lebih berkehendak dari segala-galanya di dunia ini," bujuknya Sahnum.
Shanum dan Adisti membantu memeluk tubuhnya Sahira yang terus meronta-ronta itu ketika beberapa tim dokter dan perawat berdatangan memenuhi ruangan perawatan pemilik rumah sakit.
"Tidak mungkin! Suamiku belum meninggal dunia. Ia masih hidup dia hanya tertidur saja," cegatnya Shaira yang terus menolak kenyataan yang terjadi.
__ADS_1
Sedangkan Andrew tubuhnya tersungkur ke atas lantai melihat kepergian dari kakak semata wayangnya yang dimilikinya itu. Aidan dan Amar membantu Andrew untuk bangkit dari keterpurukannya itu.
"Shaira kalau kamu tidak bisa mengikhlaskan kepergian dari mas Adelio, kamu sama saja membuatnya tersiksa di alam sana," bujuknya Vela Angelina sambil menasehati Shaira.
"Dokter bagaimana dengan kondisi dari adik iparku apa dia masih hidup?" Tanyanya Abyasa.
Dokter itu segera melepas semua alat kesehatan medis yang menempel dan terpasang di tubuhnya Adelio sebelum menjawab pertanyaan dari Abyaza.
"Maafkan kami, Tuan Muda Adelio sudah meninggal dunia," jawabnya Dokter itu yang sudah menyerah dengan keadaan.
Shaira semakin mengeraskan suara tangisannya ketika mendengar kenyataan pahit itu. Setelah hampir enam bulan kepergian mamanya Dewi Kinantii Mirasih, hari ini giliran suaminya yang meninggal dunia.
"Mamah, suamiku telah menyusulmu. Aku tidak tau bagaimana lagi caranya aku hidup didunia ini tanpa kalian berdua," ratapannya Shaira yang wajahnya sudah dibanjiri oleh air mata.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, selamat jalan pak Adelio," Sahnum berucap.
"Alfatihah untukmu, semoga kau tenang di alam sana Pak Adelio," Ade Nugraha berucap sepatah kata ucapan selamat tinggal dengan air matanya yang sesekali menetes.
"Kamu orang baik nak, semoga saja segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan segala kesalahannya diampuni oleh Sang Maha Pencipta," Bu Rina Amelia memeluk tubuh ringkih cucu bungsunya itu.
"Kami sedih dan kehilangan melihat kepergian mu mas Adelio, tapi Allah SWT lebih menyayangi kamu dari pada kami semua," ujarnya Aryon Sneider yang baru saja muncul dari kantornya.
"Kenangan kebaikanmu akan selalu kami Ingat dalam hati sanubari kami semua, dan insha Allah ada kami yang akan menjaga istrimu," tuturnya Aidan.
Semua orang merasakan duka yang mendalam, mereka masih tidak bisa mempercayai jika Adelio mengidap penyakit yang cukup parah dan mematikan.
Padahal selama ini, gaya hidup sehat untuk diterapkan dalam hidupnya membuat semua orang tidak bisa percaya dengan kenyataan yang memukul habis hati dan perasaan mereka.
__ADS_1
Maut, rezeki, jodoh, musibah kemalangan datangnya secara tiba-tiba tanpa ada yang bisa memprediksi ataupun mengetahui kapan tepat kedatanganku. Hanya saja bisa mengetahui setitik tanda-tanda akan hal itu.
Mampir baca novel terbaruku dengan judulnya Terpaksa Menjadi Orang Ketiga.