Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 229


__ADS_3

Ade Nugraha segera masuk ke dalam mobilnya. Dia tidak sabar ingin menghubungi nomor ponselnya perempuan yang sudah memporak-porandakan hati dan pikirannya.


Aku sudah menemukan nomor ponselmu, aku tidak akan melepaskan kamu lagi.


Aku akan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan kamu yang sudah membuatku seperti ini.


Ade segera melajukan mesin mobilnya menuju rumah sakit untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Ade memasang headset bluetooth di telinganya untuk mempermudahnya menelpon nomor ponselnya Adisty. Percobaan pertama tidak terangkat karena Adisti sedang menelpon nomor ponselnya Shaira. Ade tidak menyerah dan mengulanginya lagi dan lagi.


"Astauhfirullah aladzim ini gadisku menelpon siapa sih? Sampai-sampai tidak mengangkat telponku!" Sungutnya Ade yang kembali menghubungi nomor hpnya Adisti.


Ade tidak menyerah karena dia sangat ingin berbicara mengenai masalah mereka sekitar dua bulan lalu. Hingga telponnya yang kesekian kalinya, barulah Adisty mengangkat telponnya yang terus berdering.


"Siapa sih orang yang menelpon,ganggu saja? Apa dia tidak mengetahui jika saya sedang di jalan!" Kesalnya Adisti yang sangat tidak menyukai jika ada orang yang menelponnya dengan memakai nomor baru tanpa chat terlebih dahulu sebelumnya.


Adisti memelankan laju kendaraan beroda empatnya itu dan segera menekan tombol power hijau agar teleponnya segera tersambung. Adisti belum berbicara sepatah katapun, tapi Ade sudah melayangkan begitu banyak pertanyaan yang diberikan khusus untuk Adisty.


"Assalamualaikum, kamu ada dimana?" Tanyanya Ade.

__ADS_1


"Waalaikum salam aku ada di jalan," balasnya Adisty sembari memperhatikan layar ponselnya itu dan melihat jika nomor ponsel yang menghubunginya adalah nomor telpon tidak terdaftar di kontak telponnya.


Siapa yah orang ini, kenapa suaranya seperti sangat familiar di telingaku. Kayaknya aku mengenalnya. Tapi, dimana aku pernah dengar?


"Kamu sudah sampai di kantor kagak?" Tanyanya Ade lagi.


"Masih sekitar lima menit aku baru nyampe di kantor, kenapa emang?" Adisti mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari pria yang disangkanya orang asing yang belum pernah bertemu dengannya.


"Maaf sepertinya Anda salah sambung, saya tidak mengenal Anda jadi tolong jangan banyak tanya seperti bundaku saja!" Ketusnya Adisti.


Adisty hendak menutup sambungan teleponnya tapi, ucapan dari orang dibalik telpon segera menghentikan usahanya itu hingga dia menghentikan laju mobilnya dan mengerem mendadak hingga saking terkejutnya mendengar apa yang dikatakan oleh Ade dari sebrang telpon.


Ciitt…


Suara ban mobil terdengar begitu nyaring yang bergesekan dengan aspal.


"Ka-mu adalah pria itu?" Tebaknya Adisty yang gagap saking terkejutnya mendengar perkataan dari pria itu.


Adisty menghentikan laju mobilnya di tengah-tengah jalanan sehingga membuat kekacauan di jalan tersebut.

__ADS_1


"Iya benar sekali, aku adalah Ade Nugraha pria yang kamu renggut hal yang paling berharga dalam hidupku ketika kamu mabuk dan memaksaku untuk melakukannya," ucapnya Ade dengan seringai liciknya membayangkan gimana reaksinya lawan bicaranya setelah mendengar perkataannya itu.


Raut wajahnya pucat pasi, Adisti mulai panik dan ketakutan mendengar perkataan dari pria yang tidak lain adalah sahabat dari kakak sepupunya sendiri.


Ini tidak mungkin! Darimana dia dapatkan nomorku dan tidak mungkin dia mendapatkan nomorku dari kakak Aidan atau Abiayasa juga tidak mungkin dan lebih-lebih tidak mungkin adalah Mbak Shaira.


Jadi dia peroleh nomorku dari siapa?


Hingga ketukan di jendela mobilnya membuyarkan lamunannya itu.


Tok… tok..


"Hey!! Apa yang kamu perbuat ha!! Apa kamu tiba-tiba hilang ingatan sehingga kamu menghentikan mobil kamu di tengah jalan seperti orang kesetanan saja!" Geramnya seorang pria berambut plontos alias botak dengan matanya melotot membelalak saking marahnya dengan kelakuannya Adisti.


Telepon seluler yang dipegangnya yang sedari tadi di telinganya segera terjatuh karena terkejut.


Prang!!


Adisti tanpa menurunkan jendela mobilnya itu segera melajukan mobilnya dan tancap gas dari sana. Dia tidak ingin mendengarkan omelan dari pria dan orang lain karena kesalahannya.

__ADS_1


Ini semua gara-gara Ade pria brengsek itu!! Aku tidak akan biarkan dia terus menghantui kehidupanku!


__ADS_2