Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 246


__ADS_3

"Anak kamu semuanya lapar pengen asi," Dewi berucap sambil menyerahkan salah satu bayinya Maryam Nurhaliza tepat ke sampingnya.


"Mbak apa nama kedua putranya sudah dapat gitu? Tanyanya Vela yang sedari tadi ingin bertanya.


Syam segera meninggalkan kamar perawatan menantunya karena Maryam akan meny*sui bayinya itu. Apalagi dia juga akan mengecek masalah administrasi dan juga menebus resep obat yang diberikan oleh petugas kesehatan kepadanya.


Maryam menatap ke arah Vela sahabatnya itu," belum ada sih bebs, aku nunggu Abang Aidan balik dari luar daerah saja dulu," balasnya Maryam.


"Itu harus terjadi Mbak, karena kewajiban ayah adalah memberikan nama yang paling baik dan bagus untuk anak-anaknya," sahutnya Shaira.


"Aku sepaham dengan kak Aira, tunggu sampai kak Aydan balik barulah bertanya kepadanya mengenai nama untuk buah hatinya," sahutnya Adisti Ulfah yang ikut menimpali percakapan mereka.


Maryam hanya terdiam mendengarkan perkataannya dari adik iparnya, sahabat dan sepupu dari suaminya tersebut.


Berselang beberapa menit kemudian, kedua bayinya Maryam sudah tertidur pulas setelah diberikan asi eksklusif hingga keduanya tertidur dalam dekapan hangatnya Maryam.


"Nak Maryam apa Mamah boleh bicara denganmu?" Tanyanya Dewi yang ingin berbicara sesuatu padamu?" Pintanya Dewi yang duduk di tepi ranjang anak menantunya itu.


Maryam tersenyum simpul sebelum menjawab permintaan dari Mama mertuanya.


"Silahkan saja Mah, kenapa meski meminta seperti ini kalau hanya ingin berbicara," tukasnya Maryam.


Dewi meraih kepalang tangannya Maryam," Nak Mama minta kamu harus kuat dan tabah mendengar kenyataan yang akan Mama sampaikan padamu,"


Maryam mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari mertuanya.


"Sebenarnya anakmu terlahir kembar tiga Nak,tapi salah satunya yaitu bayi kamu yang cewek meninggal dunia," ungkapnya Dewi yang menyangka jika Maryam tidak mengetahui apabila putrinya sudah meninggal dunia.


Maryam berusaha tegar dan kuat mendengar kabar itu, iapun membalas menggenggam tangannya Dewi.

__ADS_1


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, alfatihah untuk bayiku Mah. Aku sudah mengetahui semuanya mah, sebelum aku melahirkan anak keduaku aku tim dokter sudah mengatakan kepadaku jika anak sulungku sudah meninggal dunia sebelum dia dilahirkan ke dunia ini," jawabnya Maryam.


Putramu yang selingkuh pun aku sudah mengetahuinya, bahkan aku sudah mengetahui apabila mas Aidan sudah menikah dengan perempuan lain.


Maryam mengeratkan genggaman tangannya itu dibalik bedcover yang dipakainya, ia menahan kekesalannya walau kedua mertuanya sama sekali tidak bersalah sedikitpun. Karena itu lah dia tidak bersikap tidak terkendali dan melampiaskan kemarahannya kepada orang yang salah.


Astauhfirullah aladzim, Mama Dewi dan papa Syam sudah sangat baik memperlakukan saya dan juga semua anak menantu dan siapapun yang tinggal bersamanya.


Aku tidak tahu harus berbuat apa jika memang benar mas Aidan menikahi perempuan itu yang sudah mengandung bayinya.


Aku tidak mungkin egois untuk memisahkan calon anaknya dengan suamiku. Tapi, aku juga tidak mungkin bisa berbagi suami dengan mudahnya.


Aku tahu segalanya kalau mama sudah sangat baik dan adil memperlakukan kami anak-anaknya. Hanya saja terkadang ada anaknya yang sifatnya telah keliru dan memilih salah jalan.


Maryam menghela nafasnya dengan cukup keras sambil menitikkan air mata yang bercampur aduk. Antara marah, sedih, kecewa dan kesal.


Maryam mengusap air matanya yang sudah membanjiri wajahnya itu, menggunakan ujung jarinya itu.


Maryam lebih sedih mengetahui suaminya selingkuh di belakangnya dibandingkan dengan kehilangan salah satu bayinya.


Dewi sedikit terkejut dan tidak menduga jika Maryam sudah mengetahui segalanya yang telah terjadi. Shaira Innira dan Vela Angelina memperhatikan interaksi keduanya itu tanpa berniat untuk memotong pembicaraan mereka anak dan mertua itu.


Ya Allah sudah dua kali suamiku menjalin hubungan dengan perempuan lain. Sebelum kami menikah dulu dia menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya hingga perempuan yang bernama Cindy Clara Smith itu hamil anaknya.


Aku sebenarnya yang salah sudah hadir ditengah-tengah hubungan wanita lain. Aku sudah memaksakan diriku sendiri untuk masuk ke dalam hubungan wanita lain.


Dewi menyeka air matanya Maryam menggunakan tangannya," kamu harus sabar yah Nak, semua ini harus kita terima dengan ikhlas. Mama yakin jika semua ini adalah yang paling terbaik untuk kita semua," tuturnya Dewi.


"Kamu sangat kuat dan sabar menghadapi segala ujian ini nak, Mama bangga padamu. Semoga pernikahan kalian selalu dalam keadaan yang baik-baik saja dan langgeng hingga kakek nenek," harapnya Dewi.

__ADS_1


"Mama, apa boleh aku bertanya sesuatu padamu? Maryam mengarahkan pandangannya ke arah ketiga orang yang berada di dalam kamar rawat inapnya itu.


Tepatnya tatapannya tertuju pada Shaira, Adisti Ulfah Salsabiela, Vela Angelina yang mengarahkan pandangannya pula ke arah Maryam.


"Silahkan saja Nak, bertanya saja insha Allah kalau jawaban mudah pasti Mama akan menjawabnya, tapi kalau sulit maafkan mama yah, maklum hanya tamatan SMA doang," candanya Dewi.


Maryam menghela nafasnya dengan cukup pelan sebelum mengatakan perkataannya.


"Mama, kalau misalnya suatu saat atau suatu hari nanti Papa mencintai perempuan lain selain Mama, apa yang akan Mama perbuat?" Tanyanya Maryam dengan sangat hati-hati dia tidak ingin menyinggung perasaan mertuanya itu.


Adisti menatap intens ke arah Maryam yang tidak percaya jika Maryam mempertanyakan hal semacam itu.


Adisti ingin menimpali percakapan keduanya, tapi segera dicegah oleh Shaira dengan menggelengkan kepalanya itu.


Ya Allah apa mbak Maryam sudah mengetahui apa yang sudah terjadi pada suaminya kak Aidan.


Tapi aku berharap semoga saja tidak ada perpisahan jika, kelak Mbak Maryam mengetahui sikap dan perilaku suaminya.


Shaira menggelengkan kepalanya ke arah Adisti, Shaira tidak ingin Adisty untuk saat ini berbicara tentang kecurigaan yang mereka rasakan saat ini.


Adisti pun pasrah dan sebenarnya berniat untuk membongkar apa yang dirasakannya selama bekerja dengan kakak sepupunya itu.


Ya Allah aku sebaiknya mencari tahu apa yang terjadi sesungguhnya, entah kenapa hatiku tidak tenang selama aku pernah tanpa sengaja melihat Rachel Amanda dengan kak Aidan berjalan berdua layaknya seperti sepasang kekasih.


Aku melihat hubungan mereka tidak seperti seorang atasan kepada bawahannya ataupun bawahan kepada atasannya.


Astaughfirullahaladzim jika dugaanku benar adanya, aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan pernikahan temanku dan kakakku sendiri.


"Kenapa kamu bertanya seperti ini nak, apa yang terjadi padamu? Apa putraku menyakitimu? Ayo katakan saja kepada Mama jangan sekali-kali menutupi apapun itu dari kami semua," cercanya Dewi yang mencerca banyak pertanyaan kepada menantunya.

__ADS_1


Maryam berusaha untuk tersenyum walau hatinya sangat sedih, sakit dan kecewa.


"Enggak apa-apa kok Mah, hanya pengen tau saja kok, enggak lebih dari itu," sanggahnya Maryam yang tidak tega melihat kesedihan dan kekecewaan Du wajah ibu mertuanya itu.


__ADS_2