
Dokter Irwansyah sungguh dibuat terkejut dan tercengang dengan perkataan dari Dewi Kinanti Mirasih Hasan. Dia tidak bisa percaya jika perempuan yang dicintainya itu lebih memilih hidup dengan pria yang sudah memiliki istri lain dibandingkan dengan dirinya sendiri yang jelas-jelas masih single dan belum pernah menikah sekalipun.
Dewi berjalan ke arah Irwansyah bertujuan untuk memberikan pengertian kepada Irwansyah agar segera mengubur dalam-dalam keinginannya yang tidak baik itu. Awalnya dicegah oleh Syamuel tapi, Dewi tersenyum lembut agar suaminya tidak perlu khawatir dan tenang saja dengan kondisinya.
"Dokter Irwan saya sedari awal kita bertemu, saya hanya menganggap mas dokter adalah sahabatku, saudaraku tidak lebih dari itu dan saya memohon kepada Dokter untuk segera membuang rasa yang seharusnya tidak boleh ada, karena apapun yang mas dokter lakukan, ini berlaku untuk semua orang apa yang kalian perbuat saya perjelas dan tekankan pada kalian bahwa Dewi Kinanti Mirasih adalah istrinya Samuel Abidzar Al-Ghifari sampai kapanpun, walau saya harus hidup dari bayang-bayang istri lainnya Abang Syam, saya tidak akan pernah menyerah ataupun mundur apalagi untuk berhenti mencintai suamiku karena bagiku suamiku adalah nyawaku, detak jantungku tanpa dia suamiku saya tidak akan seperti sekarang ini dan tidak mungkin sanggup berdiri di tempat ini seperti sekarang," ungkap Dewi dengan menegaskan kepada siapapun jika tekadnya sudah bulat tidak akan mundur dan berhenti jadi istri pertamanya Samuel.
Keder… jeder…
Irwansyah raut wajahnya langsung pucat pasi mendengar perkataan dari Dewi itu. Dia kembali tidak menduga jika Dewi dengan lantang dan tegas menjelaskan jika dirinya tidak akan berpaling dari suaminya, walaupun suaminya berpoligami dan menduakan diri dan cintanya itu.
"Semoga semua yang saya katakan hari ini bisa membuat Mas dokter memahaminya dengan baik dan tolong camkan baik-baik apa yang saya katakan, dan satu hal lagi kita sekarang dan nanti tetap saudara tidak ada yang berubah,"
Aku tidak bisa mendapatkanmu,tapi aku akan cari cara lain agar bisa membalas dendam kepada kalian berdua. Tunggulah pembalasanku itu, tapi mungkin aku akan memberikan waktu dan kelonggaran untuk hubungan kalian sebelum aku datang kembali untuk mengusik ketenangan dan kedamaian rumah tangga kalian berdua.
Baiklah aku mengalah kali ini tapi bukan berarti aku akan berhenti untuk merebut Dewi dari dalam genggaman pelukanmu Samuel. Ingatlah hari ini belum berakhir,tapi suatu saat aku akan kembali untuk mengambil semua yang kamu miliki.
Irwansyah segera cabut dan meninggalkan tempat tersebut setelah Dewi selesai berbicara tanpa sepatah katapun lagi. Hanya saja arah tatapan matanya yang sangat sulit untuk diartikan.
Tetapi, Syam tersenyum lebar penuh kemenangan ketika melihat ketidakberdayaan dari Irwan teman masa sekolahnya dulu.
__ADS_1
Semoga saja Mas dokter Irwan tidak menaruh dendam pada kami dan menerima kenyataan ini dengan legowo, jika tidak semua yang kita inginkan, impikan dan harapkan bisa kita dapatkan dalam hidup ini.
Ya Allah… lindungilah selalu rumah tanggaku dari orang-orang yang tidak baik. Mungkin hari ini saya dan Abang Syam bisa mengatasi apa yang dilakukan oleh pak dokteri Irwansyah, tapi entah kedepannya ujian dan cobaan apalagi yang akan datang menghadang hubungan kami kelak.
Syam yang mendengar penjelasan sekaligus perkataan dari mulut istrinya itu sungguh bahagia sekaligus terharu, dia tidak menyangka jika Dewi akan berbicara seperti itu di hadapannya Irwansyah sahabatnya sendiri.
Aku tidak menduga jika istriku akan berkata seperti itu. Ketika aku melihat pergerakannya yang akan menemui Irwan aku segera mencegahnya, karena jujur saja waktu itu aku sangat takut jika Dewi sampai memutuskan hubungan kami dengan insiden pemukulan hari ini.
Tapi, aku kembali tercengang melihat apa yang terjadi pada istriku. Dia berdiri dan pasang badan untuk membelaku dan menentang keras keinginannya Irawansyah di depan mataku sendiri. Aku begitu takjub dengan apa yang dilakukannya.
Jujur saja aku tidak percaya dengan apa yang sudah dikatannya dan terjadi itu. Aku begitu bahagia setelah mendengar penuturannya jika dia sangat mencintaiku dan tidak mempermasalahkan jika saya punya istri lain di Jakarta.
Berselang beberapa menit kemudian, Syam berjalan ke arah Dewi sambil menatap punggung Irwansyah yang meninggalkan pekarangan rumahnya itu dengan tatapan matanya yang tajam.
Sam memeluk tubuhnya Dewi dengan erat," Bagi siapapun dan dunia ini yang ingin memisahkanku dengan Dewi maka aku tidak akan tinggal diam dan segan untuk menghadapi kalian sekalipun kedua orang tuaku dan terutama untuk Nadia Yulianti pun akan aku hadapi jika memisahkan aku dengan Dewi."
Dewi segera membalas perlakuan istimewa suaminya kala itu,tapi ia tersentak terkejut ketika tanpa sengaja menyentuh telapak tangannya Syam sudah dipenuhi dengan darah segar yang sudah mengucur.
"Abang Syam, apa yang terjadi pada tanganmu?" Ucapnya Dewi dengan panik seraya mengarahkan tangan kanannya Syam ke arah depan wajahnya Dewi.
__ADS_1
Syam hendak mengambil tangannya agar Dewi tidak perlu khawatir dengan kondisinya yang hanya terluka kecil saja.
"Istriku kau tidak perlu khawatir dengan apa yang terjadi padaku, ini hanya luka kecil saja kok, ini semua hanya gara-gara duri bunga mawar merah yang tidak sengaja menggores telapak tanganku," jelas Sam yang tidak ingin membuat Dewi khawatir dan mencemaskan keadaannya itu.
Air matanya Dewi luruh seketika itu melihat lukanya Syam gara-gara akibat kecerobohan dan kesalahpahaman yang terjadi beberapa menit yang lalu. Ia sungguh menyesali dengan tindakannya sendiri yang sudah membuat tangan suaminya cedera.
Dari raut wajahnya Dewi sungguh jelas kentara jika ia sangat cemas, panik, takut melihat darah. Apalagi memang Dewi sedikit phobia dengan darah apapun jenisnya itu.
Dewi tidak mengindahkan dan menghiraukan perkataan dari Syam suaminya itu. Dia segera menarik tangan kirinya Syam menuju ke arah dalam rumahnya. Nampak jelas dari mimik wajahnya Dewi,jika dia sangat khawatir dengan kondisinya Sam.
Sambil berjalan menarik tangannya Syam Dewi tetap mengomeli dan mengomentari sikap dan tindakan Syam itu. Syam hanya tersenyum tipis menanggapi sikapnya Dewi yang membuatnya semakin jatuh cinta dan jatuh kedalam pesona kecantikan alami dan kemuliaan hatinya Dewi.
"Abang ini seperti bocah kecil saja yang ngeyel dan tidak mau mendengarkan apa yang saya katakan, intinya luka sekecil apapun jika tidak diobati dan ditangani segera akan berdampak bahaya, takutnya infeksi lukanya Abang kalau didiamkan begitu saja," ketusnya Dewi.
Dewi segera mendudukkan tubuhnya Syam di atas sofa ruang tamu rumahnya itu seperti anak kecil saja. Ia segera berjalan ke arah dalam kamar tidurnya untuk mencari kotak p3k yang baru dibelinya kemarin sewaktu dalam perjalanan pulang.
Dewi dengan tubuhnya yang besar, gembrot itu cukup kesulitan berjalan mengingat jika kehamilannya yang tujuh bulan lebih semakin membuatnya kesusahan dan tidak bebas bergerak sedikitpun.
Aku begitu mengangumi keindahan parasmu dan juga hatimu Dewi sampai-sampai hanya kamu yang ada di dalam mataku dan hatiku.
__ADS_1
Mampir baca dong novel baruku judulnya Pamanmu Adalah Jodohku dan Belum Berakhir.