
Setelah diselidiki lebih dalam lagi, akhirnya Arion tersenyum lebar melihat ke layar ponselnya itu.
"Alhamdulillah sudah ketemu dalang dibalik kecelakaan yang hampir menimpa kalian," ucapnya Arion dengan sumringah.
"Maksudnya Mas Arion sudah mengetahui siapa pelakunya?" Tanyanya Shaira.
Arion hanya menganggukkan kepalanya saja ke arah Shaira sambil memperlihatkan layar ponselnya ke arah Aidan, Abiyasa dan Maryam.
"Dia masih pemain lama dan kalian masih menghadapi musuh yang sama," ucapnya Arion.
"Mak-sudnya a-pa?" Tanyanya balik Maryam yang tidak paham dengan maksud dari perkataannya Arion adik iparnya.
Arion tersenyum smirk penuh arti sebelum menjawab pertanyaan dari Maryam, "Dia adalah Ariela Ziudith dan seorang wanita yang usianya sekitar empat puluhan mungkin sama dengan umurnya Mama Dewi dan sesuai informasinya, wanita ini sudah beberapa hari mengawasi apa yang kita lakukan," ucapnya Arion lagi.
__ADS_1
Semua orang kembali dibuat tercengang dengan perkataan dari Arion. Mereka tidak menyangka dan habis pikir, jika orang yang mensabotase rem blong mobilnya Shaira dan mengempeskan ban mobilnya Amar Alfarizi.
"Astaughfirullahaladzim, aku kira wanita lucknut itu sudah sadar dan insyaf dari dosa-dosanya,tapi ternyata malah berpura-pura baik dan ingin menghancurkan kehidupan kita semua paling utama targetnya Shaira," jelasnya Abyasa yang menganalisa apa akar permasalahannya yang melatarbelakangi, sehingga Ariela bertindak kejam seperti ini.
"Kita terlalu bego dan mempercayainya jika dia sudah berubah, ternyata dia sama seperti dengan papanya Om Irwansyah Hatif yang sejak dulu membenci papa Sam dan berniat untuk merebut Mama, sungguh mereka manusia biadab dan brengsek! Aku tidak akan biarkan dia mengusik kebahagiaan kita lagi!" Tegasnya Aidan yang terbakar api amarahnya yang meledak-ledak.
Shaira dan Maryam hanya terdiam saja dan berfikir alasan yang paling tepat seperti dugaannya, jika Ariela telah dibutakan mata hatinya dengan kebencian, dendam dan ingin membalas mereka.
"Informasi yang akurat telah aku dapatkan, mari kita sama-sama membuka identitas perempuan tua itu, sepertinya bakal ada petunjuk yang bagus," ujarnya Arion yang kembali mengutak-atik laptopnya untuk membuka file yang baru dikirim oleh anak buahnya itu.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah layar komputer dan mereka sungguh terkejut setelah melihat dan membaca beberapa tulisan yang ada di sana.
"Mantan istrinya papa Samuel!!" Cicitnya Shaira.
__ADS_1
"Mantan istri!" Beonya Maryam.
"Yoi tepat sekali, seperti info yang dikirim oleh anak buahku perempuan itu bernama Nadia Yualianti mantan istri pertama papa Syamuel, aku menduga jika motif dibalik penyerangannya adalah karena balas dendam dan ingin menghancurkan kehidupan rumah tangganya papa dan mama," tebaknya Arion yang berspekulasi setelah memeriksa dan menghubungkan beberapa bukti yang anak buah kepercayaannya dapatkan dilapangan.
"Apa sebaiknya kita langsung tanyakan masalah ini kepada papa, agar keluarga kita bisa tetap waspada dan berhati-hati karena kemungkinan besarnya, komplotan perempuan bernama Nadia itu akan kembali menyerang kelurga kita," usulnya Aidan.
"Kalau menurut aku itu ide bagus suamiku, karena mereka ini cukup berbahaya dan bagaimana kalau kita melaporkan mereka ke pihak berwajib saja. Aku khawatir disaat kita lengah mereka datang lagi menyerang kita semua," ujarnya Maryam.
"Sangat berbahaya dan berisiko jika kita langsung melaporkan kepada polisi apa yang mereka lakukan, tanpa bukti secara konkret seperti menangkap basah dan memergoki mereka berbuat jahat," sanggah Shaira.
"Kalian tidak perlu khawatir dengan semua itu aku sudah menambah pengamanan di sekitar rumah dan memerintahkan kepada anak buahku untuk diam-diam memasang kamera pengintai di sekitar rumah,di dalam mobilnya Ariela dan Arabela Aqila serta di dalam rumahnya Tante Dewi dan paling terpenting mereka akan menyadap telepon seluler milik mereka," ungkapnya Arion yang bergerak cepat.
"Untuk sementara kalau menurut aku kita cukup waspada dan tetap berhati-hati dan menunggu saat yang tepat untuk menangkap mereka dan menjebloskan ke dalam penjara untuk selamanya!" Kesalnya Abiayasa.
__ADS_1