
Syam mendapati Dewi istrinya sudah tertidur pulas dalam buaian mimpinya itu. Awalnya Syam ingin masuk ke dalam kamar mandi, tapi tanpa sengaja melihat pakaian piyama tidur berwarna pink muda itu tersingkap ke atas, hingga memperlihatkan perutnya Dewi tanpa sengaja.
Syam pria normal dan sudah punya pengalaman sebagai seorang suami dengan istrinya yang di Jakarta. Awalnya Syam berusaha untuk menghalau berbagai godaan yang datang mendera hati dan pikirannya, tetapi semakin ia lawan semakin kuat pula godaan itu.
Jakungnya naik turun,dadanya bergemuruh, sesekali Syam menyugar rambutnya dengan gusar. Ia juga membuang nafasnya dengan cukup keras saking jengkelnya dengan keadaan yang tidak baik saja yang dirasakannya itu.
"Apa aku meminta pada Dewi dengan baik-baik? Lagian Dewi juga istriku yang sah aku tidak dosa dan tidak salah jika meminta hakku kepada Dewi," gumamnya Syam.
Samuel pun perlahan naik ke kasur empuknya itu. Ia merangkak naik dan sudah berada di atas tubuh istrinya itu. Tatapan matanya menyiratkan gaa iii raaah yang tidak tertahankan lagi. Matanya sudah berkabut penuh gaaa iiii raaah.
Syam dengan sangat hati-hati membuka satu persatu piyama tidur milik istrinya itu. Setelah semuanya terlepas dan tanggal dari tubuhnya Dewi,Syam membelalakkan matanya melihat keindahan bentuk tubuhnya Dewi yang belum pernah tersentuh sedikitpun.
Tubuh yang sintal, bodi mirip dengan gitar Spanyol, kulit yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun. Dua buah benda keramat yang masih tertutupi sehelai benang yang berwarna pink senada dengan pakaian piyamanya itu.
Syam semakin dibuat tidak karuan, tubuhnya dan anggota tubuhnya semakin tidak bisa ia kontrol dengan baik melihat dua buah benda keramat yang begitu menggoda dan menantang imamnya sebagai seorang laki-laki tulen dan dewasa.
Syam mengendus bau wangi dari leher jenjangnya Dewi," kamu malam ini harus menjadi milikku seorang, aku tidak akan mengijinkan pria manapun mendekatimu," gumamnya Samuel.
Underwear yang dipakai oleh Dewi begitu menggoda dan menantangnya,hingga tangannya sudah tidak terkontrol dengan baik. Satu persatu Ia meee ngee cuuupp perlahan benda itu berulang kali di area yang sama. Seolah tidak ada kepuasaan yang dia dapatkan. Begitu kuatnya daya tarik utama itu.
"Tubuhnya Dewi begitu menghipnotisku hingga aku kehilangan kendali,tapi dengan Nadia terkadang kalau aku sudah capek, aku lebih baik memilih istirahat dan tidur sedangkan dengan Dewi semakin aku kelelahan semakin niiik maatt terasa," gumam Syam yang kembali membandingkan istri-istrinya.
__ADS_1
Setelah kegiatan awal dan pembukanya selesai, dia segera membuka dan melepas pengait kacamata penghalang yang menyelimuti benda ajaib itu. Ia mengulum dan meee reee maaasss benda yang masih merah seperti buah delima di puncak tertingginya. Benda yang begitu kenyal, padat berisi dan ukurannya sedikit lebih kecil dari genggaman tangannya sehingga membuatnya semakin merasakan sensasi yang berbeda.
Awalnya Syam sudah kegirangan karena melakukannya tanpa mengusik ketenangan istirahatnya dan tidurnya Dewi, ternyata Dewi mengerjapkan kedua kelopak matanya itu dan mendapati seorang pria yang begitu dikenalinya bermain di area aset termahal yang dimilikinya itu.
Dewi terkejut bukan main,tapi otaknya segera merespon jika orang itu adalah suaminya sendiri yang punya hak penuh atas semua yang dimilikinya itu.
"Astaghfirullah aladzim, Abang Samuel," lirih Dewi yang sudah memegangi kepalanya Syam menahan gelenyar aneh yang muncul dari dalam hati, pikiran dan tubuhnya itu.
Sudut bibirnya Syam terangkat ke atas setelah menyadari dan mendengar suara lirihnya Dewi menyebut namanya itu. Tetapi bibirnya masih menari-nari di atas puncak paling tertinggi. Sam segera melepas sementara favoritnya itu.
Syam mengecup sekilas keningnya Dewi sambil membaca doa sebelum memulai intinya yang baru saja pemanasan itu, "Sebut namaku Istriku jika kamu merasakan sesuatu, kamu juga santai dan rilekkskan otot tubuhmu jangan buat kaku agar kamu nyaman," pintarnya Samuel.
Dewi tersipu malu hingga wajahnya merah merona saking malunya diperlakukan seperti itu untuk pertama kalinya oleh suaminya sendiri.
Sam sangat bahagia melihat respon yang diperlihatkan oleh Dewi yang malu-malu meong.
Syam seolah mengukir wajah cantiknya Dewi dengan jari lentik telunjuknya itu"kau sudah membuatku mabuk kepayang,kamu harus bertanggung jawab dan menuntaskan apa yang sudah terjadi," ucapku ketika Dewi sudah seperti masuk dalam irama dan ritme permainan yang aku ciptakan untuknya.
Dewi istriku hanya terdiam, tersenyum tipis dan seperti seseorang yang sama sekali tidak mengetahui dan mengerti apa yang aku katakan itu. Dewi pun terdiam keheranan menanggapi perkataanku hingga suaranya menjawab pertanyaanku membuatnya terbata dan gagap saking gugupnya.
Apa yang dilakukan oleh Dewi semakin membuatku penasaran untuk menaklukkannya malam ini juga. Aku tidak akan pernah bisa melihat istri-istriku diganggu oleh pria lain yang berkedok apapun statusnya.
__ADS_1
"Mak-sud-nya a-pa A-bang a-nu sa-ya ti-dak me-nger-ti," cicit Dewi yang menggigit kecil bibirnya itu menahan rasa geli dari gempuran bertubi-tubi serangan yang dilakukan oleh Syam terhadapnya.
Syam tidak mengerti dengan balasan perkataannya Dewi yang seolah dia itu gadis belia belasan tahun yang polos dan lugu. Seperti seseorang yang buta dan sama sekali tidak mengerti dengan suasana yang sudah terjadi dan terjalin diantara keduanya itu.
Syam tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih dan tertata rapi itu, Syam kemudian mendekatkan bibirnya ke telinganya Dewi.
"Kamu cukup diam, dan ikuti semua yang Abang perbuat, kalau sakit kamu tahan dan sebut namaku berulang kali untuk meredakan sakitnya karena malam ini kita berdua akan sepenuhnya menjadi suami istri yang sebenarnya," ujarnya Syam yang kembali melancarkan aksinya itu.
Setelah puas dibagian atas, Syam meluncur ke bagian tengah tubuhnya Dewi. Ketika aku berkata seperti itu kepada Dewi jelas terlihat diwajahnya jika ia malu dan sungkan untuk melakukan segala sesuatu prosesnya yang sama sekali belum pernah dilakukannya dan sudah sangat jelas sekali terlihat diraut wajahnya jika pengalaman ini adalah yang pertama kali dilakukannya.
Hal itu membuatku semakin bahagia serasa aku adalah pria yang paling bahagia mendapatkan dua istri sekaligus dan aku adalah pria yang pertama kali mengambil apa yang memang menjadi milikku seorang. Hak paten itu mutlak milikku tidak ada seorang pun yang bisa melanggar ketentuannya.
Paling bawah aku rasakan ditubuhnya sudah mulai memperlihatkan keanehan. Aku tahu jika tubuhnya Dewi memberikan sinyal kepadaku untuk segera menuntaskan apa yang aku lakukan. Tapi aku belum puas bermain di daerah itu. Lenguhan kecil meluncur dari bibir istri cantikku satu ini.
Kepalanya Syam timbul tenggelam di area terdalamnya Dewi. Dewi memegangi kepalanya Syam dan menggenggam erat kepalan rambutnya Syam dengan kuat untuk menahan sesuatu yang serasa akan keluar mengalir deras dari dalam sanae.
"Hemph… abang.. aku tidak mampu lagi, ahh!!" Teriaknya Dewi sambil menarik kuat rambut hitam kecokelatan milik Syam.
"Dewi Kinanti Mirasih berteriak kencang lah Abang suka denger suaramu istriku" timpalnya Syam yang melepaskan diri dari cengkraman benda yang masih tersegel.
Aku tidak menyangka jika dalam hidupku ini akan jatuh ke dalam dua hati dan pesona dua perempuan yang sudah menjadi istriku.
__ADS_1
Bolehkah aku bersifat egois untuk memiliki keduanya? aku hanya manusia biasa yang punya hasrat dan keinginan untuk memiliki mereka berdua. Karena aku yakin semua ini yang terjadi dalam hidupku, aku yakin Allah SWT memiliki rencana tersendiri.
Hanya Allah SWT yang mampu membolak-balik perasaan dan hati seseorang. Salahkah aku jika hidup di antara dua hati? Senangnya dalam hati kalau beristri dua, benar kan apa yang aku katakan ini. Intinya bagiku ini semua berkah dan anugerah terindah dalam hidupku yang tidak boleh aku sia-siakan keduanya. Aku hanya harus bisa berlaku adil kepada mereka istri-istriku itu saja sudah cukup.