
Arion tidak main-main memberikan hukuman dan balasan kepada Bu Karisma yang sudah mempermalukan dan menghina Shanum Inshira di hadapan orang banyak.
Arion mengecup punggung tangan istrinya itu dengan penuh kelembutan, "Shahnun, kamu tunggu abang di sini yah Abang ada urusan dikit, kamu tunggulah abang disini bersama dengan yang lainnya," pintanya
Arion berjalan cepat ke arah kepergian Bu Kharisma dengan beberapa anggota kepolisian yang telah menggiring pergi Bu Karisma.
"Tunggu! Tolong berhenti" Teriaknya Arion yang segera mempercepat langkahnya mengejar rombongan polisi.
Semua orang yang mendengar teriakannya Arion segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
"Pak Arion Sneider Oesman," beonya kepala kepolisian yang menyadari kedatangannya Arion.
__ADS_1
"Maaf saya menganggu dan menghambat perjalanan kalian semuanya saya ada sedikit keperluan bersama dengan perempuan ini," ucapnya Arion.
"Silahkan berbicara kalau memang ada keperluannya Tuan Arion," balasnya Pak Charles Hutagalung.
"Inilah akibat dari kamu yang terlalu memandang tinggi dan hebat dirimu, tapi sadarlah jika di atas pohon masih ada gunung dan diatasnya pegunungan masih ada langit lainnya," ucapnya Arion yang sudah berdiri di depannya Karisma.
Ibu Karisma menatap tajam ke arah Arion," ini semua gara-gara kesombongan dan kebodohan kamu yang telah ditipu perempuan itu untuk menikahinya!" Cibirnya Bu Karisma yang sama sekali tidak memiliki rasa penyesalan sedikitpun.
Arion hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari Bu Karisma," aku yakin kamu akan mendekam dalam penjara atau mungkin akan membusuk selamanya di dalam rumah sakit jiwa,"
"Halo, ingat jangan biarkan Pak Irwansyah Hatif kabur dari kejaran polisi, usahakan dia harus mendapatkan hukuman yang sangat berat sampai dia enggan untuk hidup tapi, kematian segan untuk datang menjemputnya," ucapnya Arion yang berbicara lewat telpon dengan salah satu pengacara terbaik yang dimilikinya.
__ADS_1
Arion segera mematikan sambungan teleponnya itu, dia tersenyum melihat istrinya yang terduduk sambil tersenyum mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan suaminya itu.
Sahnum segera berdiri dan berjalan menuju ke arah suaminya. Arion mempercepat langkahnya karena terlalu bahagia melihat senyumnya Sahnum wanita pujaan hatinya, kekasih halalnya dan juga calon bidadari surganya itu.
"Ma kami pamit pulang dulu, Maryam sepertinya sangat kelelahan, kami juga butuh banget istirahat yang cukup apalagi dari subuh hingga detik ini belum sempat beristirahat," ujarnya Aidan Akhtar.
"Kami juga mau pamitan, sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh Aidan dan istrinya. Saya juga sangat capek Ma," imbuhnya Abiyasa Akhtam.
"Kalian pulang dan istirahatlah, karena besok kalian harus kembali beraktifitas seperti biasanya," sahutnya Dewi yang memeluk tubuhnya Maryam Nurhaliza.
"Maafkan kami yah Tante, insha Allah besok ada waktu kami akan datang lagi," pamitnya Sahnum yang tidak enak hati meninggalkan adik dari mama sambungnya itu yang sedang mengalami banyak ujian dalam hidupnya.
__ADS_1
Dina memeluk tubuhnya Sahnum keponakannya itu," tidak apa-apa Nak, kamu baru saja telah menikah, jadi Tante sangat mengerti dengan kondisi kalian, jadi pulanglah untuk beristirahat, insha Allah Ariela dan Arabela pasti akan segera siuman dan sembuh seperti sebelumnya, kau pulanglah dan jangan terlalu mengkhawatirkan kondisi mereka," bujuknya Bu Dina.
Shanum pun menurut perkataannya Dina Anelka Mulya untuk pulang bersama dengan yang lainnya. Dewi sebenarnya juga disuruh pulang oleh adiknya, tapi mengingat Dina hanya seorang diri sehingga dia memaksa untuk tinggal lebih lama di rumah sakit.