Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 192


__ADS_3

"Ya Allah siapa itu yang masuk ke dalam kamar tamu, bukannya semalam kami tidak kedatangan tamu siapapun dan dari manapun juga," cicitnya Bi Siti yang mulai takut sekaligus bertanya-tanya siapa perempuan itu.


Bibi Siti terus berusaha untuk mengikuti perempuan itu, dia memperhatikan kakinya perempuan itu apakah menginjak lantai atau menggantung di atas lantai keramik.


"Non Shaira pakai hijab, Non Sha juga pakai hijab, Maryam terlebih lagi pakai hijab yang cukup lebih besar dari kedua adik iparnya, jadi siapa yang tadi aku lihat," Bi Siti berjalan ke arah kamar itu.


Bibi Siti terus berjalan ke arah kamar kosong itu, tapi langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang menepuk pundaknya dari arah belakang.


Pugh!!


"Hey bibi Siti mau kemana?" Tanyanya Bu irjawanti yang melihat keanehan yang dilakukan oleh bi Siti.


Bu Siti tersentak terkejut dengan tepukan tiba-tiba di punggungnya itu. Dia menolehkan kepalanya ke arah belakang punggungnya itu.

__ADS_1


"Astauhfirullah aladzim bi Ijha, kenapa meski menepuk punggungku, apa kamu ingin melihat aku terkena serangan jantung tiba-tiba yah?" Kesalnya bi Siti.


Bu Ijha bukannya meminta maaf malah terkekeh mendengar perkataannya bi Siti. Bi Ijha terkekeh terlebih dahulu sebelum membalas perkataan dari bi Siti itu.


"Bi Siti sih berjalan seperti sok misterius banget, makanya aku tepuk punggungnya agar segera berhenti, emangnya ada apa sih bi dengan kamar tamu itu?" Tanyanya Bi Ijha.


Plak!!


Bu Siti membalas menepuk jidatnya bi Ijha dengan tepukan yang sedikit lebih keras.


"Saya tadi melihat ada seorang perempuan berambut panjang masuk ke dalam kamar itu, bukannya kita sama sekali tidak kedatangan tamu di rumah ini kan?" Tanyanya Bi Siti.


"Cewek berambut panjang! Jangan-jangan itu Nona Kunti lagi yang bibi lihat," ucapnya Bu Ijha yang berpura-pura takut karena hendak menakuti Bu Siti.

__ADS_1


"Non Kunti kepala loh! Mana ada kuntilanak yang berkeliaran di dalam rumah kita ini, apalagi kakinya tidak menginjak tanah!" Ketusnya bi Siti.


Irjawanti terdiam sesaat memikirkan perkataannya bi Siti, dia berfikir apa benar itu tamu yang tidak diketahuinya yang datang semalam, ataukah memang di rumah majikannya sudah ada tanda-tanda keanehan. Bu Siti memperhatikan apa yang terjadi kepada Ijha yang trdiam seribu bahasa, tapi binar matanya memancarkan jika dia sedang berfikir berat.


Pughk!!


"Kamu pasti sedang berfikir aneh-aneh kan!? Lihatlah disana sekarang itu jam lima lewat 30 menit jadi mana mungkin itu hantu, kalaupun hantu mana ada hantu yang menginjak tanah dodol!"


Bi Siti kembali menggetok kepalanya Ijha dengan cukup keras kali ini.


"Tidak kok bibi karena mana ada hantu di jaman milenial seperti sekarang ini, saya hanya tidak habis pikir kenapa bisa ada perempuan di dalam kamar sana sedangkan setahu saya nyonya Dewi nggak kedatangan tamu," sanggahnya Ijha lagi.


"Sudahlah nanti kita tanyankan pada yang lain kalau sudah pada bangun,kalau berdebat dengan apa yang barusan aku lihat bisa-bisa kerjaan kita terhambat dan ketinggalan lagi!" Usulnya Bu Siti yang segera meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Ijha mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut sebelum pergi kemudian dia bergidik ngeri.


"Astaughfirullahaladzim apa jangan-jangan rumahnya tuan besar Sam sudah kedatangan tamu tak diundang yang kasat mata lagi," teriaknya bi Ijah yang segera berlari cepat meninggalkan kamar tamu itu.


__ADS_2