Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 199


__ADS_3

Amar Alfarizi yang mondar-mandir ke sana kemari menunggui istrinya dengan rasa takut, khawatir, cemas bercampur menjadi satu bagian di dalam hatinya.


Tetapi ketika sudut netra hitamnya melihat beberapa anggota keluarganya itu berbondong-bondong menghampirinya dan betapa bahagianya melihat kedatangan Tante, Om dan neneknya serta saudara sepupunya itu.


Dia segera berjalan ke arah Syamuel pria yang sudah dianggapnya seperti papa keduanya itu.


Amar akhirnya menumpahkan segala kegundahan dan kekalutan hatinya itu. Dia menangis tersedu-sedu dalam pelukan erat pamannya.


"Alhamdulillah paman sudah datang, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika hanya seorang diri menunggui istriku," keluhnya Amar.


Syam menepuk punggungnya Amar Alfarizi yang sudah menangis dalam pelukan Syamuel.


"Kami pasti akan selalu ada untukmu, tidak mungkin kami ini tidak datang disaat kamu berduka, jadi kamu tenangkan saja dirimu jangan banyak pikiran, insha Allah istrimu insha Allah akan baik-baik saja," bujuknya Samuel Abidzar.


"Amar kamu itu anggota keluarga kami bagian dari keluarga besar Abidzar Al-Ghifari jadi tidak mungkin lah nenek dan saudara-saudarimu tidak hadir disaat kamu dalam kondisi yang seperti ini," tukasnya Bu Rina Amelia.


"Betapa bahagianya diriku ini nenek, kalian telah hadir berbagi duka bersamaku, Makasih banyak kalian sudah hadir padahal kalian seharian sudah sibuk bekerja tapi, masih menyempatkan dan meluangkan diri untuk hadir di sini," ujarnya Amar lagi.


"Nak Amar dalam hubungan keluarga itu tidak ada namanya ucapan makasih banyak, kami ini sudah sepatutnya berada di sini dalam duka maupun suka, semua kakak dan adikmu tidak mempermasalahkannya bahkan mereka selalu mendukung apapun yang kamu lakukan, jadi stop untuk mengucap kata terima kasih, kamu orang baik jadi pantas mendapatkan perlakuan baik pula dari orang lain," imbuhnya Dewi.


Abyasa maju ke tengah-tengah mereka yang sudah duduk sambil sesekali berbincang-bincang santai.


"Tapi, ngomong-ngomong, bagaimana caranya Vela bisa keguguran?" Tanyanya Abyasa.


"Iya Mar, aku tidak habis pikir Vela bisa kehilangan calon bayinya yang sangat disayangi dan dijaganya dengan baik, jadi ini tidak masuk akal banget jika Vela kakinya tersandung sehingga terjatuh, emangnya anak kecil apa yang semudah itu terjatuh ketika berjalan," gerutu Shaira.


Adelio yang melihat istrinya mulai marah dan emosi segera menggenggam erat tangannya Shaira seraya tersenyum simpul untuk menenangkan Shaira.

__ADS_1


Sedangkan yang diperlakukan seperti itu juga segera mengucapkan kata istighfar agar hatinya dijauhkan kedengkian, hasut, amarah dan kebencian yang tidak ada gunanya itu.


"Astaughfirullahaladzim maafkan hambaMu ini ya Allah," Lirihnya Shaira.


"Amar kenapa menurut aku ini ada kaitannya dengan Ahksan mantan kekasihnya Vela deh, karena kemarin pagi Vela sempet menelponku dan mengatakan kepadaku katanya dia ingin menemui Ahksan, karena dia cukup tertekan terus diteror oleh Aksan, bahkan Vela sudah mengganti sim cardnya itu, tapi Ahsan masih saja terus menerornya dengan mengirimkan pesan chat singkat dan juga menelponnya."ungkapnya Maryam Nurhaliza yang ikut menimpali percakapan mereka.


Aidan segera bangkit dari posisi duduknya itu setelah mendengar perkataan dari istrinya.


"Benar-benar yah itu anak, aku sudah berikan peringatan kepadanya untuk berhenti menganggu dan mengusik ketenangan rumah tangganya Vela dan kamu tapi, dia tetap saja bersikap seolah perkataan dan ancaman ku hanya gertakan semata!" Geramnya Aydan Akhtar.


Maryam segera merangkul lengannya suaminya itu agar tidak mudah tersulut emosinya dikarenakan sikapnya Akhsan Khaidir sepupunya sendiri.


"Apa sepupu kita itu tidak pernah kapok yah, apa tidak bercermin kepada nasib kedua adik kembarnya yang mengalami musibah dan cobaan yang begitu berat, karena karma atas perilakunya yang jahat! Ini Akhsan malahan semakin menjadi saja dan sudah tidak terkontrol!" Kesalnya Sahnum Inshira kembali duduk untuk menenangkan diri sendiri


Adisti Ulfah tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari kakak sepupunya itu,"Tapi dia wajar bersikap seperti itu sih mbak Sha,dia kan anaknya pria psikopat dan gila itu makanya anaknya juga tidak ada yang beres semuanya tidak waras," tuturnya Adisty yang ikut marah.


Semuanya kembali terdiam dan duduk di kursi masing-masing. Mereka tak henti-hentinya berdoa demi kesembuhan dari Vela Angelina dan segera sembuh dan diberikan ketabahan hati agar lapang dada dan tabah menghadapi ujian dalam hidupnya ini.


"Bang Ar, bagaimana cara dengan pencarian yang dilakukan oleh anak buahnya Abang, apa sudah menghasilkan petunjuk atau mungkin orang stres itu sudah ditemukan keberadaannya?" Tanyanya Sahnun yang bertanya kepada suaminya itu.


Semua orang spontan mengarahkan pandangannya ke arah Arion Sneider Oesman yang terdiam dan bersiap untuk berbicara.


"Sampai detik ini tidak ada tanda-tanda akan ditemukan secepatnya, seolah dia ditelan bumi saja, pihak kepolisian pun sudah mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki, tapi hasilnya tetap nihil," ungkapnya Arion seraya mengeratkan genggaman kepalan tangannya itu.


Berselang beberapa menit kemudian, Vela sudah sadar dari pengaruh anestesi setelah selesai dioperasi karena keguguran.


Semua orang mengucap syukur alhamdulilah karena, kondisi Vela sudah stabil dan tidak dalam keadaan kritis lagi.

__ADS_1


"Kami pamit pulang dulu, insha Allah kami akan datang esok hari," ucapnya Dewi seraya mengecup keningnya Vela Angelina yang sudah dianggapnya seperti anak gadisnya sendiri.


Vela tersenyum diperlakukan penuh kelembutan oleh kedua orang sahabatnya itu. Vela mengulas senyumannya di depan semua orang. Agar tidak ada yang mengkhawatirkan kondisinya lagi.


"Kamu tidak apa-apa kan kami pulang, sebenarnya saya pengen nginep temani kamu disini, tapi besok siang suamiku Abang Lio bakal ke Paris Perancis beberapa hari, jadi saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena harus cepat pulang," sesalnya Shaira yang mengelus punggung tangannya Vela.


Vela tersenyum lebar menanggapi perkataannya Shaira dalam keadaan yang masih lemah," tidak apa-apa kok sayang, kamu sudah datang menjenguk aku malam ini sudah luar biasa buatku bahagia, Vela menatap ke arah Adelio suami sabatnya itu, "bang Adelio jangan lama-lama perginya kasihan Shaira entar jadi jablai dan pastinya bakal kesepian setiap malamnya," candanya Vela.


"Hemph!! Temanku ini yang super tangguh ngomongnya seperti ini berarti moodnya sudah balik lagi, kami tidak perlu khawatir lagi dengan keadaanmu beb," sahutnya Maryam yang tidak mau ketinggalan menimpali perbincangan mereka.


"Jadi gimana dengan Akhsan apa akan dipidanakan dengan melapor ke polisi atau gimana dengan pilihan kalian? Karena menurut Om tidak perlu diperpanjang karena aku yakin Ahksan tidak akan berani dan punya nyali lagi untuk mengganggu kalian, apalagi sudah mendapatkan banyak pukulan," usulnya Samuel.


Semua orang saling bertatapan satu sama lainnya hingga Adelio angkat bicara," kalau menurut saya sih ada baiknya jangan diperpanjang, seperti yang dikatakan oleh papa Sam, Amar juga mungkin tidak akan memperpanjang masalah ini, karena Amar juga akan terseret kedalam pusara pertikaian ini nantinya karena dia sudah bertindak anarkis dengan main hakim sendiri memukuli Ahksan Khaidir, kalau bagiku sih seperti itu, tapi entah yang lain gimana maunya," Adelio melempar untuk meminta tanggapan kepada semua orang.


Amar pun menambahkan," sebaiknya cukup sudah sampai disini, saya juga tidak mau berurusan dengan pria gila dan lucknut itu, aku sudah muak melihatnya mendengar namanya saja aku sudah kagak sudi!" Cecarnya Amar.


"Kalau gitu om minta pada kalian untuk tidak membicarakan masalah insiden malam ini, semoga saja kalian mengambil pembelajaran terbaik dari masalah ini," pintanya Dewi Kinantii.


Semua orang segera pergi meninggalkan rumah sakit swasta milik Adelio Arsene Smith. Rasa lega dan plong dengan masalah yang dihadapi oleh Amar dan Vela sudah terselesaikan.


Semoga saja kehidupan rumah tangga mereka kembali membaik dan normal seperti sebelumnya.


Syamuel tidak mau kalah dengan anak muda lainnya yang baru menikah itu,dia juga menggandeng tangan istrinya dengan penuh kemesraan dan posesif.


Abiyasa berjalan dengan Sanika Tanisha hingga teriakan seseorang mampu mengalihkan perhatiannya mereka yang masih berada di lobi rumah sakit.


"Sabila Tanisha Hermansyah!" teriak seorang dari arah belakang punggung mereka berdua.

__ADS_1


Makasih banyak atas doanya, amin ya rabbal alamin.. kalian memang the best lah... reader paling cetar membahana. aku berikan kiss kalau gitu. ummah...


__ADS_2