Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 245


__ADS_3

Samuel menitikkan air matanya ketika satu persatu menggendong kedua cucunya secara bergantian untuk diperdengarkan suara-suara kalam ilahi melalui lantunan suara adzan yang begitu merdu.


Dewi memegangi lengannya Syam suaminya itu yang tanpa sengaja melihat suaminya menangis haru bahagia, karena begitu cepat dia menjadi seorang kakek dan mendapatkan langsung tiga cucu.


"Selamat sayang, akhirnya kamu telah menjadi seorang kakek dan aku juga menjadi nenek, kita kedepannya akan disapa kakek dan nenek loh suamiku," imbuhnya Dewi seraya mengecup pipi chubby cucunya itu.


"Iya syukur alhamdulilah, aku sungguh tidak pernah membayangkan jika diusiaku belum lima puluh tahun ini, aku sudah menjadi seorang kakek, ini sungguh anugrah terindah dalam hidupku," tuturnya Syamuel.


"Lihatlah alisnya suamiku dia mirip banget dengan mas Syam, kalau hidungnya sama bibirnya mirip dengan mamanya Maryam," ucap Dewi yang begitu senang dan gembira ketika kedua bayi putranya digendongnya.


"Iya andaikan cewek pasti mereka akan sangat mirip dengan mamanya," sahutnya Dewi lagi yang tak henti-hentinya memberikan kecupan di pipi gembul cucunya itu.


"Hemp mamah dan papaku benar-benar bahagia banget menimang cucu pertamanya, apakah posisi putrimu yang paling cantik ini sudah tergantikan oleh kedatangan dua jagoannya kakak Aidan dengan Mbak Maryam," guraunya Shaira yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


Dewi dan Syam mengalihkan ke arah kedatangan Shaira dan Vela istri keponakannya itu.


Syam segera menyambut kedatangan keduanya dan memeluk putrinya itu setelah menidurkan cucunya ke atas box bayinya.


Syam mengecup puncak hijabnya Shaira," kamu adalah satu-satunya putriku kebanggan ku tidak akan tergantikan oleh siapapun kecuali kamu punya Shaira kecil," timpalnya Syam yang tanpa disadarinya telah menyentil hatinya Shaira padahal niatnya hanya bercanda saja.


Perkataan dari papanya itu membuat hatinya sedih, dia tidak memperlihatkan kecewa dan rasa sedihnya di depan orang lain dengan tetap tersenyum dan menanggapi candaan papanya itu dengan mengalihkan pembicaraan mereka.


Dewi sangat mengetahui dengan pasti apa yang dirasakan oleh putri semata wayangnya itu. Dia menggenggam tangannya Shaira agar putrinya tidak sakit hati dan tak memasukkan ke hati semua gurauan suaminya.


Pasti kamu sedih, tapi semoga saja kamu tidak memasukkannya ke hati semua perkataannya paman yang aku yakin tidak ada niatan Om Syam mengatakan hal tersebut yang tentunya menyakiti hatimu.


Aku berharap kepada Allah SWT semoga kamu segera diberikan momongan. Setiap perempuan pasti setelah membina hubungan rumah tangga pasti mendambakan akan kehadiran keturunan ke dalam hidupnya mereka.

__ADS_1


"Ya Allah papah, aku sungguh tersanjung dan bahagia banget dengarnya, kalau gitu kita segera antar jagoannya kak Aydan karena Mbak Maryam pasti sudah menunggu kehadiran kedua buah hatinya," imbuh Shaira yang tidak ingin memperlihatkan kekalutan hatinya di depan kedua orang tuanya.


Ya Allah semoga saja apa yang aku pikirkan tidak menjadi kenyataan. Aku tidak sanggup hidup tanpa suamiku ya Allah.


Aku tidak bisa menjalani sisa kehidupanku di dunia ini tanpa cinta dan kasih sayang suamiku.


Maryam pernah memergoki suaminya bertelponan dengan perempuan lain ketika di tengah malam. Tetapi, Maryam selalu menepis anggapan negatifnya tentang suaminya itu.


Maryam tersenyum menyambut kedatangan kedua putranya ketika Shaira dan Vela Angelina mengantar bayinya ke dalam kamar perawatannya.


"Assalamualaikum mami waktunya kami asi," ucapnya Vela yang menirukan cara bicara anak kecil dengan sumringah.


Maryam memperbaiki posisi rebahannya di atas ranjang, dia tidak lagi ingin bertanya kemana perginya suaminya. Karena dia tidak ingin terus terbebani dengan kepikiran ketidak hadiran suaminya yang sibuk melakukan perjalanan bisnis atas tanggung jawabnya di perusahaan tempat ia bekerja.

__ADS_1


"Mami pasti bahagia lihat kedatangan kalian berdua," ucap Vela Angelina yang mendorong salah satu box bayi Maryam menggantikan Dewi Kinanti.


Lima jam sudah berlalu sejak Maryam melahirkan ketiga bayi kembarnya dan salah satu bayinya meninggal dunia.


__ADS_2