
"Shaira aku sangat mencintaimu! jangan mau menikahi pria yang berbeda dengan kamu! aku yakin kamu masih Sangat mencintaiku, aku percaya jika kamu menerima lamarannya pria itu karena didesak oleh kedua orang tuamu kan!!" jeritnya Hanzal.
Adelio hendak maju untuk melangkahkan kakinya menuju Hanzal yang berjalan sempoyongan dengan bau alkohol yang semakin menyeruak di udara.
Bu Rina Amelia, Karina Ranau, Syamil Malik Abidzar terkejut melihat suasana dalam masjid. Awalnya penuh dengan suka cita,tapi langsung berubah menjadi dengan suara nyinyiran dan hinaan yang dilayangkan serta ditujukkan kepada Hanzal Abdul Djailani.
Bukannya pulang ke rumah mertuanya mengurusi istri dan adik iparnya, malahan datang kesini buang-buang waktu untuk membuat ulah.
Sungguh bego, pasti kedua orang tuanya akan merasa sedih dan kecewa melihat sikap tidak bermoral yang dilakukan oleh Hanzal.
"Nak Hansal jangan seperti ini, kalau kamu bertindak tidak baik itu sama saja mempermalukan dirimu sendiri, lihatlah betapa banyaknya orang yang melihat apa yang kamu lakukan!" Bujuknya Pak Hanif yang tidak menyerah untuk menyadarkan anak angkatnya itu.
"Cucuku sangat beruntung karena mendapatkan pria idaman wanita yang sangat jauh berbeda dengan kamu tukang selingkuh, dan sekarang raja mabuk!! Sungguh miris hidupmu seperti sesuram kehidupannya ayah mertuamu Irwansyah!" Hinanya Bu Rina Amelia.
Pak Hanif Yahya papa angkatnya Hansal segera memperingati apa yang terjadi pada putranya itu, "Astaughfirullahaladzim, Hans apa yang terjadi padamu Nak? Sadarlah!" Pak Hanif berusaha untuk menyadarkan Hans.
Hans menatap nyalang papanya itu," hahaha! Kamu tidak berhak untuk menasehatiku, rumah tanggamu juga kacau balau, kamu pria yang tidak pantas menasehati aku, sikapmu lebih parah dariku!" Ketusnya Hanz yang mendorong kuat tubuhnya Pak Hanif yang berusaha menghalanginya itu.
Bugh!!
Brak!!
"Auhh!!" Keluhnya Pak Hanif yang tubuhnya terjatuh ke atas lantai berkarpet merah itu.
"Hansal!! Kamu sudah kesurupan setan apa sampai-sampai tidak sadar dengan apa yang kamu perbuat ha!!" Bentaknya Pak Syafiq Fatahillah papanya Adisty.
"Astaughfirullahaladzim, Tante tidak menyangka jika sikapmu sekasar ini, untungnya kamu tidak jadi menikah dengan keponakanku! Jika tidak kamu akan membawa sial dalam hidupnya Shaira Innira," kesalnya Bu Kartina istrinya Syafiq.
"Memang kalau mertua gila, istri tidak waras pasti suami juga ikutan stres, memang kalian keluarga yang butuh bimbingan dari psikiater kalau gini!" Cibirnya Bu Rina Amelia.
__ADS_1
"Saya akan selamanya gila jika tidak bisa memiliki Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari! Bagiku hanya dia wanita yang pantas jadi istriku dan hanya aku yang berhak menjadi suaminya! Bukan pria bule itu yang sudah gagal di dalam pernikahan pertamanya!!" Teriaknya kencang Hansal sembari menunjuk ke arah Adelio Arsene Smith.
Dewi dan Syam segera menolong Hanif Yahya yang tersungkur ke atas lantai keramik yang beralaskan karpet bulu itu.
"Mas kamu tidak apa-apa kan?" Tanyanya Sam.
"Aku tidak apa-apa kok Sam, tolong kamu panggil keamanan, jika dia biarkan seperti ini terus akan semakin menjadi gila saja!" Geramnya pak Hanif.
"Security!!" Teriaknya Abyasa Akhtam yang segera memanggil beberapa pihak keamanan.
Shaira menggenggam tangannya Adelio pria yang baru dalam hitungan jam menikahinya itu.
Beberapa pihak keamanan segera datang, mereka tanpa ragu langsung mengamankan pelaku kericuhan itu.
"Sedari tadi kami sudah peringatkan kamu untuk tidak masuk, karena kau sedang mabuk berat," ucapnya security A.
"Tidak apa-apa pak, kalau dia masih berulah telpon saja pihak kepolisian, aku yakin dia tidak akan berkutik kalau sudah ditangani oleh polisi," ketusnya Aidan Akhtar yang baru saja muncul di dalam masjid.
Dewi Kinanti Mirasih, Gina Anelka Mulya, Samuel, Karina serta para tamu undangan dan sanak saudara saling bertatapan satu sama lainnya dan menggelengkan kepalanya saking terkejutnya melihat apa yang diperbuat oleh Hansal.
"Pantesan menantunya bersifat seperti ini salah satu penyebabnya adalah karena Hanzal hidup dalam lingkungan yang tidak sehat, coba dari awal dia tidak menikah dengan Ariela Ziudith pasti ini bakal tidak terjadi," dengusnya pak Bayu kakaknya Hanif.
"Aku tidak menduga jika suaminya putriku Ariela bersikap kurang ajar seperti ini, ya Allah apa yang terjadi sebenarnya, kenapa hidupnya anak-anak semakin tidak terkendali," cicitnya Dina.
Dewi yang kebetulan berada di samping adiknya itu segera memeluk adiknya untuk menenangkan diri adiknya yang cukup terguncang hebat melihat apa yang dilakukan oleh Hanzal.
"Lepaskan tanganku!! Aku bukan pencuri, kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini!!" Hanzal berusaha untuk memberontak melepaskan pegangan tangannya dari ketiga security itu.
"Pak Juanda jangan sekali-kali mendengarkan perkataannya,apa yang dikatakannya adalah kebohongan besar," ucapnya Abyaza.
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera hubungi kantor polisi Nak, Ibu takut jika Hanzal akan segera datang kembali sampai berhasil merebut Shaira dari suaminya itu," pintanya Syam.
"Benar sekali Paman, jalan yang terbaik dan paling ampuh adalah memenjarakan pria macam dia, kita tidak boleh mengasihani atau mengampuninya karena aku yakin jika segera dibebaskan pasti akan mencari cara dan waktu yang tepat untuk balas dendam," Amar ikut menimpali percakapan mereka semua.
"Untungnya saya sudah menikah dengan Mas Amar jika tidak pasti akan tengganggu dengan pengacau yang baru tiba-tiba datang ke dalam sini!" Lirih Vela Angelina.
Desas desus semakin terdengar jelas dari semua orang yang datang memadati ruangan masjid tersebut. Karena sangat terkejut dengan ulahnya Hanzal yang tidak terkendali dan terkontrol lagi.
"Bang saya bersyukur karena, putriku pernikahannya dulu gagal, apakah ini semua petunjuk dari Allah SWT agar mereka dulu tidak bersatu," lirihnya Dewi.
Adelio mengecup punggung tangannya Shaira dengan penuh kelembutan.
"Tunggu pak Juan!" Teriaknya Adelio yang segera mencegah kepergian pak Juanda dan pak Yusuf untuk menggiring Hanzal Abdul Djailani hingga ke arah luar.
Semua orang mengarahkan tatapan dengan berbagai arti dari semua orang. Mereka menunggu apa yang kira-kira akan dilakukan oleh Adelio Arsene Smith suaminya Shaira.
"Mungkin kamu ingin berbicara dengannya untuk yang terakhir kalinya?" Pintanya Adelio sambil menatap intens ke arah Shaira yang membalas memandanginya pula.
Shaira tersenyum lembut sebelum menjawab perkataan dari suaminya itu sambil berjalan ke arah lebih dekat dengan suaminya itu.
"Tidak ada yang perlu kami bicarakan lagi, hubungan kami sudah lama berakhir sejak dia memutuskan untuk hidup bersama dengan Ariella Ziudith, bagiku dia masa lalu yang tidak pantas aku ingat, kenang ataupun simpan di dalam hidupku dan hatiku," ungkapnya Shaira.
Hansal menatap ke arah mantan kekasihnya itu," aku sungguh menyesal menyakitimu Dede Aira maafkan saya yah sudah banyak salah padamu
"Pak Yusuf bawa pergi bajingan kecil itu! Saya tidak sudi melihatnya lagi ada di sekitar sini, kalau perlu jangan biarkan dia bebas berkeliaran takutnya dia akan terus mengusik dan menganggu ketenangan rumah tangga adikku Sahira," tegasnya Aidan.
Astauhfirullah aladzim, kenapa anak yang selama ini aku anggap putraku sendiri bersikap kasar dan sangat berbeda sewaktu dulu. Untung sekali mereka gagal menikah. Jika tidak nasib rumah tangga putriku akan menjadi taruhannya.
Hans semakin aku tidak mengenalinya, aku tidak menyangka jika Hanzal adalah pria yang pemabuk dan bersikap kasar. Aku patut bersyukur karena tidak jadi menikah dengan Shaira putriku.
__ADS_1