
Sedangkan di tempat lain, Amar Alfarizi murka setelah tanpa sengaja melihat istrinya diam-diam bertemu dengan mantan kekasihnya sekaligus ayah biologis bayi yang di dalam kandungannya Vela Angelina.
"Kenapa Ahsan menghubungi lagi, sedangkan nomor ponselku ini nomor baru,dimana dia mendapatkan nomor ponselku," cicitnya Vela Angelina yang menautkan kedua alisnya setelah membaca pesan chat singkat dari mantan pria yang pernah sangat dicintainya itu.
Vela segera berjalan ke arah mobilnya karena akan menemui Ahsan dan menjelaskan kepadanya jika hubungan mereka sudah lama berakhir. Vela tidak ingin gara-gara masa lalunya itu, akan menghancurkan masa depannya bersama suaminya.
Vela segera mengemudikan mobilnya itu menuju jalan raya dan mengirimkan chat balasan kepada nomor ponselnya Aksan.
Ahsan sangat bahagia karena mendapatkan balasan dari Vela, perempuan yang sangat dicintainya tapi karena papanya pak Irwansyah Hatif melarang hubungannya itu.
Vela menemui Ahksan tanpa mengatakan apapun kepada suaminya terlebih dahulu. mobil yang dilajukannya berpapasan dengan mobil yang dikendarai oleh Amar suaminya yang baru pulang dari kantor.
"itukan mobilnya Vela, istriku mau pergi kemana magrib begini,"
Amar segera memutar balik mobilnya dan mengikuti kemanapun perginya Vela sang istri.
"Untungnya aku mengikuti kemanapun perginya kamu istriku, akhirnya aku melihat wajah aslimu Vela!" Geramnya Amar Alfarizi sambil memukuli setir mobilnya itu dengan kekuatan penuh.
__ADS_1
Amar segera berjalan ke arah dalam kafe itu yang cukup sepi karena baru sekitar jam tujuh malam. Dia berjalan mengendap-endap dan duduk tepat di belakangnya Akhsan Khaidir.
"Mas Ahksan aku mohon jangan seperti ini lagi, aku mohon stop untuk menghubungi nomor ponselku lagi, ingat hubungan kita itu sudah putus dan lama berakhir sejak kamu menolak untuk menikahiku waktu itu," tegasnya Vela.
"Aku tidak akan akan pernah menganggap hubungan kita berakhir ataupun putus karena kamu hamil calon anakku, lagian anak yang kamu kandung adalah milikku bukan milik pria yang kamu nikahi itu!" Teriaknya Ahsan yang tidak menerima jika anaknya diakui oleh pria lain.
"Ha-ha-ha," Vela tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mantan pacarnya itu.
"Memang itu kebenarannya dan faktanya sampai kapanpun aku adalah papa kandungnya, kamu setuju atau tidak kenyataan itu tetap sama," kesalnya Ahsan sambil menggenggam erat tangannya Vela.
Vela menatap tajam ke arah Ahksan sedangkan Amar terus menguping pembicaraan keduanya tanpa berniat untuk mengusik ketenangan keduanya.
Sedangkan Vela berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya dengan cara menarik tangannya itu.
Vela menatap jengah ke arah Ahsan, "Maaf rasa cintaku padamu sudah habis terkikis oleh pengkhianatan dan penolakan kamu terhadap bayi ini, dan aku sangat mencintai suamiku sekarang dan aku sangat bahagia bisa menikahi pria sebaik dan setulus hatinya mas Amar Alfarizi Fatahillah," tampiknya Vela seraya mengelus perutnya itu.
Vela kemudian berdiri dari duduknya," tolong jangan pernah dekati aku lagi, ataupun menghubungi nomor hpku! jika tidak aku akan melaporkan kau pada pihak berwajib jika kamu selalu menggangguku!" Ancamnya Vela yang menunjuk ke arah wajahnya Ahsan.
__ADS_1
Vela meninggalkan meja pertemuannya itu, tapi tangannya segera ditarik kuat oleh Akhsan.
"Aku tidak akan biarkan kamu menjadi milik pria itu! Karena aku adalah cinta sejatimu!" Teriak Ahsan.
Amar Alfarizi ke toilet karena ada yang harus dilakukannya di dalam sana, sehingga tarik menarik antara Vela dan Ahsan tidak dilihatnya langsung.
Vela terus berusaha melepaskan pegangan tangannya hingga tangannya terlepas dari tangannya Ahsan dan tubuhnya terlempar ke arah meja lainnya bersamaan dengan kedatangan Amar.
"Aughhhh!! Aghh!! Tolong!" Pekiknya Vela yang tubuhnya sudah tersungkur ke atas lantai.
"Vela!! Istriku!!" Jeritnya Amar yang semakin mempercepat langkahnya menuju Vela yang sudah meringis kesakitan.
Amar langsung melayangkan bogem mentah ke wajahnya Akhsan yang terkejut melihat Vela yang sudah tidak dalam kondisi baik-baik saja.
Bugh!!
Plak!!
__ADS_1
Amar sangat murka dan menghajar Akhsan tanpa peduli lagi pada kondisi pria yang dihajarnya itu.
"mas Amar to-long!" teriak Vela sambil melambaikan tangannya ke arah Amar sebelum jatuh pingsan tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir di sela pahanya itu.