Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 173. Sungkeman


__ADS_3

Hansal segera diamankan polisi, karena tidak ingin bekerja sama dengan pihak security selalu memberontak bahkan ada beberapa tamu undangan yang dilukainya.


"Ya Allah kenapa pria yang dulunya kelihatan sholeh, patuh dan taat kepada Allah SWT ternyata hari ini kelihatan brutal dan sangat berbahaya, apa jangan-jangan karena sudah tinggal bersama dengan mertuanya yang sifatnya seperti binatang itu!"sarkasnya Bu Rina Amelia.


Semua orang mendengar perkataan dari Bu Rina Amelia bahkan tidak ada yang menyanggah perkataannya, karena memang kenyataannya seperti itu.


"Sudahlah ma, kita harus segera menyelesaikan acara selanjutnya, kasihan anak-anak sepertinya sudah capek," ucapnya Dewi Kinantii Mirasih.


"Iya ayo kita pulang, Abidzar dan Nak Andre yang akan mengurus sisa acaranya, apalagi Amar Alfarizi dan Vela Angelina nanti malam akan mengadakan resepsi mereka, sedangkan Maryam Nurhaliza dan Aydan putraku besok resepsi mereka, butuh tenaga dan istirahat yang cukup," imbuhnya Syam.

__ADS_1


"Benar sekali yang dikatakan oleh mas Samuel, sudah waktunya bubar dan pulang istirahat, jujur saja saya capek dengan kejadian tak terduga hari ini," keluhnya Karina.


"Nak Adelio rencananya pulang ke rumah kami bersama dengan putriku Shaira atau balik ke rumahnya dulu?" Tanyanya Dewi yang bertanya kepada anak mantunya itu.


Adelio yang ditanya segera melepaskan pegangan tangannya sementara dari tangannya Shaira istrinya yang seolah sangat takut kehilangan Shaira.


"Saya terserah dari Shasa saja Ma, karena dimanapun Shasa tinggalnya pasti aku akan ikut," ucapnya Adelio Arsene Smith.


"Kalau gitu kita pamit pulang, karena para suami kita juga sudah selesai shalat jumat, jujur saja badanku lelah banget, nih seperti butuh pijatan khusus," candanya Karina Ranau.

__ADS_1


Andre tersenyum simpul menanggapi perkataannya bu Karina," Tante ke spa salon x saja, kebetulan itu salon punyaku baru dibuka, bagi Tante dan sepupunya Shaira boleh datang ke sana dan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun," terangnya Andrew Parker.


"Seriusan mas jika kami bisa kesana sesuka hati kami dan tidak perlu bayar?" Tanyanya Adisty yang sebenarnya terpesona dengan ketampanan dari adik iparnya Shaira kakak sepupunya itu.


Andre tersenyum tulus," insha Allah semuanya gratis apalagi gadis cantik seperti kamu ini," balasnya Andre lagi.


Karina memperhatikan gerak geriknya Adisty putri satu-satunya itu," apakah putriku jatuh cinta pada Andre adiknya Adelio? Kalau Andre juga suka dengan anakku ini sungguh berita yang sangat bagus,"


Bu Hafizah menggenggam tangan Dewi besan barunya itu," Bu Dewi saya titip putriku kedepannya yah, karena setelah resepsi esok hari,kami akan langsung berangkat kembali ke Malaysia Kuala Lumpur, kami hanya menetap beberapa hari di Indonesia, jadi kemungkinan besarnya Maryam putriku akan tinggal bersama kalian saja agar ada yang bisa mengawasi mereka berdua, kami setuju untuk melarang Maryam untuk tinggal terpisah dari kalian semua," ujarnya Bu Hafizah bundanya Maryam orang asli Malaysia dengan logat dan aksen bahasa Melayunya yang kental sekali.

__ADS_1


"Bu Dewi tolong jaga putriku untuk kami dan tegurlah dia jika salah jalan dalam melangkah mengarungi bahtera rumah tangganya ini," imbuhnya Pak Khalid Prayoga ayahnya Maryam ketika akan melepas putri tunggal mereka sekaligus anak bungsu dari tiga bersaudara.


Dewi tersenyum teduh mendengar perkataan kedua besan barunya itu," insha Allah Ibu dan Pak Khalid tidak perlu khawatir, untuk Maryam, Adelio dan Arion mereka sudah saya anggap sebagai anak kandung kami sendiri, jadi jangan terlalu sungkan seperti ini juga, saya merasa terlalu bagaimana gitu kalau kalian berbicara seperti ini di depanku, tanpa kalian minta pun insha Allah mereka bertiga adalah tanggung jawab kami sekarang," balasnya Dewi panjang lebar.


__ADS_2