
"Desta kamu memang bego Nak, kenapa kamu bisa jatuh dalam tangannya gadis tidak tahu diri itu! Kamu seharusnya tidak melakukan hal-hal diluar kendali, lihatlah apa yang terjadi pada Arabela Aqila calon anakmu akhirnya harus tiada karena kebodohan kamu sendiri anakku!" Geram Bu Karisma.
"Hal itu terjadi karena memang kamu tidak pantas mendapatkan seorang cucu, makanya calon cucumu meninggal dunia,kalau kamu menginginkan cucu maka perbaiki akhlak dan hatimu," nyinyirnya Bu Rina Amelia yang sama sekali Sangatlah marah mendengar perkataan kasarnya Bu Karisma.
"Abyasa Akhtam putranya Mama mohon jangan seperti ini nak,apa kalian tidak ada yang peduli dan kasihan melihat Tante kalian semua, mama bukannya membela Desta atau pun mendukung perbuatannya itu, tapi mama sangat mengutuk keras perbuatannya,tapi kita tidak boleh melakukan kekerasan padanya, kalau berhubungan dengan hukum pasti Desta akan mengdaapi pihak berwajib nantinya," bujuknya Dewi Kinanti seraya memeluk tubuh tinggi tegapnya Abiayasa.
Maryam memeluk tubuhnya Aidan agar tidak main hakim sendiri ataupun bertindak anarkis terhadap Desta.
"Mas Aidan apapun yang diperbuat oleh Desta Alamsyah aku mohon jangan pernah main tangan apalagi menganiayanya, baik buruknya perbuatannya pasti akan kembali padanya juga.
"Kalian memang tidak punya hati nurani lihatlah apa yang sudah kalian perbuat, karena ulah kedua putra kembarmu sehingga putra kesayanganku babak belur," kesalnya Bu Karisma Latifah.
Bu Karisma membantu putra semata wayangnya itu untuk berdiri dari posisinya yang masih tersungkur.
"Hebat sekali Bu Karisma yang terhormat! Pantesan anaknya bertindak sesuka hati dan semena-mena terhadap istrinya karena didikan Anda yang tidak bermoral, coba Anda yang menghalanginya untuk berbuat tidak senonoh pasti semua yang terjadi hari ini tidak akan terjadi," ketusnya Syamil adiknya Syam.
"Hahaha! Kalian sok suci sekali yah rupanya! Cobalah bercermin di depannya dan lihatlah apa kalian pantas berkata seperti padaku ha!! Terutama kamu Dewi apa kamu lupa dengan Shahnum Inshira putri angkatmu itu yang harus hamil diluar nikah dan keguguran sehingga divonis tidak bisa hamil lagi, bukan tidak bisa lagi tapi Miftahul!" Cibirnya Bu Karisma.
Shanum tersentak terkejut mendengar perkataan dari Bu Karisma itu, dia tidak menyangka jika rahasia terbesar dalam hidupnya ketahuan oleh orang lain, terutama Bu Karisma perempuan tukang gosip dan tukang gibah itu.
Arion segera menggenggam tangannya Sahnum kemudian tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya itu. Ariyon Sneider memberikan kode kepada istrinya untuk tidak meladeni atau pun menggubrisnya hinaan dari mantan calon mertuanya itu.
"Tapi Abang dia sudah cukup keterlaluan, ini tidak boleh dibiarkan," dengusnya Shanum.
Sahnun segera mengurungkan niatnya untuk memakai ibu-ibu tua yang sok berkuasa itu. Padahal sama sekali tidak memiliki kemampuan yang memumpuni untuk melawan kemampuan dan kekuasaan Arion Sneider Oesman.
"Kamu tidak perlu khawatir, serahkan semuanya kepada Abang yang akan mengurus manusia hina seperti mereka!" Tegasnya Arion yang segera menghubungi salah satu anak buahnya untuk mengurus masalah Desta dan Bu Karisma.
__ADS_1
Desta masih terduduk dan beberapa perawat segera datang untuk membantu Desta yang tidak berdaya menanggung akibat dari pukulannya Aidan Akhtar dan Abyasa. Dia meringis kesakitan saking sakitnya sekujur tubuhnya yang dipukuli oleh dua pria gagah berani.
"Kau tenang lah, suamimu sudah mengurus nasib mereka sekeluarga, tunggu beberapa menit saja kamu akan melihat pembalasan elit yang mampu suamimu ini berikan dan tunjukkan kepadamu siapa suamimu yang paling ganteng dan baik hati ini," bisiknya Arion setelah menghubungi nomor ponselnya anak buah kepercayaannya itu.
Shahnum tersenyum simpul mendengar bisikan perkataan dari suaminya itu." Alhamdulillah kalau seperti itu bang saya bisa tenang," balasnya Shanum.
Syam segera membantu Desta untuk bangkit dari posisi baringnya itu, bersama dengan beberapa perawat. Tapi, tangannya segera ditepis oleh Bu Karisma.
"Anda tidak perlu repot-repot membantu putraku, banyak suster yang bisa membantunya!" Bentaknya Ibu Karisma.
Syam pun mengurungkan niatnya karena mendapatkan penolakan dari mantan besannya itu.
Ibu Karisma berjalan ke arah Aidan dan Abyasa sambil mengulurkan telunjuknya ke arah hadapan kedua putra kembarnya Syamuel.
"Ingat baik-baik! Jika sampai terjadi sesuatu pada putraku! Maka aku tidak akan mengampuni kalian semua tanpa terkecuali!" Ancamnya Bu Karisma.
Dina masih tak henti-hentinya meneteskan air matanya melihat kedua putrinya itu terbaring lemah dengan banyak selang yang menghubungkan tubuhnya dengan alat penunjang medis.
Dewi pun selalu menemani Dina hingga kondisi psikis adiknya bisa tenang dan sabar.
"Kau harus bersabar, ingatlah putri-putrimu membutuhkan kamu dek, jika kamu lemah dan hancur seperti ini siapa yang bisa membantu mereka untuk mengurangi kesedihannya," bujuknya Dewi.
Dina menangis tersedu-sedu dalam pelukan hangat kakaknya itu. Semua orang sedih melihat keterpurukan Dina. Sedangkan Bu Karisma terkejut ketika mengangkat telponnya dari suaminya itu.
Dia berteriak kencang saking terkejutnya mendengar perkataan dari suaminya itu.
"Tidak!! Pasti kamu sedang bercanda kan? Mas kamu tidak boleh seperti ini, ini bukan bahan candaan loh, jadi berfikir tenanglah sebelum berbicara untuk menjelaskan apa yang terjadi di perusahaan," ujarnya Bu Karisma.
__ADS_1
Bu Karisma hendak mengikuti kemana perginya anaknya itu didorong diatas bangkar rumah sakit menuju ruangan UGD. Dia menghentikan langkahnya ketika mengangkat telponnya suaminya itu.
"Apa!! Tidak mungkin kita bisa bangkrut,kamu pasti salah bicara saja kan?" Tanyanya Bu Karisma yang menolak apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
"Pertunjukan sudah dimulai, sejak dulu aku sudah ingin memberikan pelajaran untuknya tapi kamu istriku selalu melarangku untuk berbuat langsung dan memberikan sedikit peringatan,tapi ngomong-ngomong hari ini mereka akan mengetahui siapa istri yang selalu ditindas, dibully dan dihinanya, hati Abang sangat sakit ketika kamu mendapatkan hinaan dari orang-orang!" Jelasnya Arion yang memeluk tubuhnya Sahnum dari arah belakang.
Arion berjalan ke arahnya Bu Karisma setelah melihat Bu Karisma tubuhnya terhuyung ke belakang saking kagetnya mendengar kenyataan, apabila perusahaannya bangkrut dan terlilit hutang banyak.
"Bagaimana dengan pertunjukan yang Anda dapatkan Nyonya Karisma, apa belum cukup bagusa atau belum setimpal yah atas penghinaan dan perlakuan kasarnya ibu Karisma terhadap wanita yang paling penting dalam hidupku serta keluarga mertuaku yang sama sekali tidak pernah mengusik ketenangan hidup kalian!?" Arion hanya tersenyum penuh arti.
"Apa semua ini karena ulahmu yang membuat perusahaan suamiku hancur berkeping-keping!?" Bu Karisma menatap tajam ke arah Arion.
"Kenapa memangnya kalau aku pelakunya!? Kamu mau marah! Kamu mau membalas ku, silahkan saja aku sama sekali tidak gentar ataupun takut padamu!"
Samuel Abidzar melihat anak menantunya itu segera berjalan untuk melerai mantunya.
"Arion, sudah nak hukuman setimpal untuk mereka sudah cukup banyak, papa mohon jangan diteruskan Nak," bujuknya Sam sambil menasehati menantu keduanya itu.
Arion pun berjalan bergandengan tangan dengan istrinya itu, dengan tatapan matanya yang seolah akan membunuh, menguliti ataupun memakan mangsanya saja.
Mereka kembali tenang dan berdoa untuk kebaikan bersama. Hingga ketenangan yang baru dalam hitungan sepersekian detik itu kembali terusik.
Hingga ucapan dari Arion mampu membuat suasana kembali tegang, padahal baru saja mereka menikmati ketenangan.
"Saya sudah mendapatkan pelaku dari yang membuat Arabela Aqila dan Ariela Ziudith terkapar tak berdaya," ujarnya Arion.
Sedangkan Shaira Innira bersama dengan suaminya Adelio Arsene Smith, keduanya saling suap-menyuap malam itu. Syaira sangat malu karena diperlakukan sangat lembut dan romantis oleh suaminya. Perhatian yang sungguh dari dalam lubuk hatinya yang terdalam, membuat Shaira sangat bahagia.
__ADS_1
Aku sungguh beruntung sekali mendapatkan suami seperti bang Lio, semoga saja kami bersama hingga ke kehidupan kedua kami.