
Hansal yang berniat untuk mengejar Shaira kekasihnya itu segera terhenti karena mendengar teriakannya Ariella dan suara benda jatuh yang cukup keras.
Brug!!
Badebug…
Hans segera menoleh ketika mendengar suara benda jatuh ke atas lantai.
"Ariela!" Jeritnya Hans yang melempar kunci mobilnya ke sembarang arah ketika melihat tubuhnya Ariel sudah tak sadarkan diri lagi.
Sehingga langkahnya yang hendak ingin lari terhenti. Hans tidak mungkin meninggalkan Ariela dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Ariela!" Teriaknya Hanz yang bergegas menolong Ariela gadis berusia 20 tahun itu sudah tak sadarkan diri di atas lantai keramik.
Hanz segera menggendong ke arah dalam kamarnya untuk merebahkan tubuhnya Ariela. Raut wajahnya Hans terlihat sangat jelas ketakutan yang amat sangat. Dia tidak menyangka jika Ariela kembali pingsan.
Ini adalah kejadian yang ketiga kalinya terjadi selama mereka menjalin hubungan asmara. Hans dilema, bimbang dan kebingungan. Antara menolong Ariela ataukah melanjutkan pengejarannya terhadap Shaira sang tunangan.
"Ariela aku mohon sadarlah, jangan seperti ini lagi. Kau tahu tidak jika Abang sangat khawatir dengan kondisimu yang seperti ini," cicitnya Hans sambil menidurkan Ariela Ziudith ke atas ranjangnya yang belum dirapikan sama sekali setelah beberapa ronde pergulatan mereka berdua.
Hans menggosok kedua tangannya Ariella dengan mengoleskan minyak kayu putih agar Ariela segera siuman.
"Ariella Abang mohon banget sadarlah, Abang janji tidak akan bertindak gegabah dan bersikap kasar lagi padamu, Abang janji tapi kamu harus sadar dan sehat seperti dulu," lirihnya Hans.
Sedangkan Ariela yang hanya berpura-pura pingsan saja dalam hatinya tertawa jahat dan penuh kemenangan. Ia tersenyum dan tertawa licik dalam hatinya karena rencananya berhasil lagi.
"Hahaha sepertinya cara in sangat ampuh aku lakukan, untuk menghentikan Abang Hans mendekati Shaira lagi. Benar kata Papa kalau ingin menundukkan sang pria yang aku sayangi harus bersikap lemah di hadapannya, lain kali jika Abang kepingin bertemu lagi dengan Shaira dan aku mengetahui hal itu sepertinya cara semacam ini cukup ampuh dan mampu berhasil dengan baik,"
Hans tidak bisa hidup tanpa Shaira tapi juga tidak bisa tidur tanpa belaian dari Ariela. Karena selama hubungan mereka baru jalan empat bulan itu setiap malamnya Ariela selalu menghangatkan ranjangnya Hans. Sehingga Hans seperti ketergantungan dan candu dengan perlakuan dari Ariela.
"Setelah ini aku harus mengabarkan kepada papa jika saran dan rencana yang diberikan oleh Papa Irwan sungguh ampuh dan keberhasilannya 99%, aku tidak akan ijinkan kamu kembali bertemu dengan Shaira bahkan aku akan menanamkan kebencian pada hatimu bang agar kamu hanya bisa melihat diriku seorang saja." Tekadnya Ariella Ziudith Irwansyah.
Hans mulai kelimpungan dan panik karena sudah hampir dua puluh menit lebih, tapi Ariela belum sadarkan diri. Sehingga ia mau tidak mau harus menghubungi dokter pribadi yang selama ini dipakai oleh kedua orang tua kandungnya.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Shaira Innira terus melangkahkan kakinya dibawah sinar mentari siang hari itu. Ia turun dari bus yang masih cukup jauh dari rumahnya. Jarak tempuh masih ada sekitar sekilo dari asramanya.
Shaira bisa saja menggunakan alat transportasi lainnya, tapi ia lebih memilih untuk berjalan kaki saja. Entah kenapa ia lebih nyaman berjalan kaki pulang dari pada memakai bus ataupun angkutan umum lainnya.
Air matanya sesekali jatuh membasahi pipinya itu, dia masih tidak habis pikir, pria yang terlihat kalem, pendiam tidak neko-neko, tidak banyak tingkah atau bicara apalagi dalam kesehariannya terkenal anak muda yang alim dan sholeh.
Tetapi, hari ini apa yang dilihatnya langsung sangatlah berbeda jauh. Tapi, disisi lain Shaira bersyukur karena Allah SWT telah membukakan matanya untuk melihat kenyataan yang memang seharusnya dilihatnya itu.
"Ya Allah makasih banyak Engkau telah menunjukkan padaku siapa Abang Hans dan Ariella sebenarnya, sehingga kedepannya aku bisa bersikap untuk hubungan kami selanjutnya," lirihnya Shaira.
Setengah tahun kemudian, tepatnya enam bulan lebih sudah berlalu sejak Shaira memutuskan hubungan keduanya. Ia sama sekali tidak ingin mendengar atau mengetahui apa yang terjadi kepada kedua orang itu. Bukannya belum bisa move on,tapi ia bisa lebih tenang menjalani kehidupannya kedepannya tanpa terbebani dengan urusan asmaranya.
Tanpa terasa sudah disemester terakhir, Syaira Innira, Abyasa Akhtam dan Aidan Akhtar serta Vela Angelina, Maryam Nurhaliza dan Hansal Abdul Djailani pun sudah menyelesaikan perkuliahannya Dy negeri Ratu Elizabeth itu.
Kabar itu tersiar hingga ke semua sahabat, teman dan tentunya kerabat familynya Shaira termasuk kedua orang tuanya itu.
"Syukur alhamdulilah akhirnya hari ini aku dan lainnya akan menjalani wisuda perdana kami yang artinya tidak lama lagi kami akan meninggalkan UK Inggris London," ucapnya Shaira sambil menyesap minuman dinginnya siang hari itu.
"Benar yah, aku merasa baru kemarin kita datang ke London, tapi dua minggu lagi kita masing-masing akan balik ke tempat asal kita yaitu negara dan kota tercinta tempat kita dilahirkan," sahutnya Vela seraya mengaduk-aduk kopi espreso pilihannya.
Shaira tidak langsung menjawab pertanyaan dari teman terbaiknya itu,tapi ia malah melihat ke arah beberapa bunga-bunga kesayangannya yang selalu menjadi tempat curhat keduanya setelah kepada Sang Maha Pencipta.
"Mungkin balik ke rumah, istirahat beberapa hari saja, aku harus bertanya sarannya Papa dan Mama terlebih dahulu sebelum memilih mana rumah sakit terbaik yang paling cocok denganku," ujarnya Shaira.
"Kalau gitu bagaimana kalau weekend nanti kita undang kedua kakak kau dan sepupumu serta teman-teman yang lain sesama orang Asia untuk datang ke sini kita buat acara party sederhana sebagai acara terakhir kita di Inggris sebelum balik ke kehidupan selanjutnya, gimana menurut kamu?" Sarannya Maryam.
Shaira segera menolehkan kepalanya ke arah kedua temannya itu," itu ide yang sangat brilian cantik, pasti akan sangat meriah acaranya nantinya jika kita berkumpul bareng sambil bersenda gurau bersama, kalau bisa sampai pagi kita begadang nikmati hari-hari terakhir Du London," imbuhnya Shaira.
Maryam dan Vela saling bertatapan satu sama lainnya dengan menautkan kedua alisnya itu melihat sikapnya Shaira yang tidak seperti hari-hari sebelumnya yang terkadang murung jika seorang diri saja.
"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah akhirnya sahabatku Aira sudah bebas dari bayang-bayang masa lalunya bersama Hans, semoga ini awal yang baik untuk kami semua,"
Vela hanya menaikkan pundaknya ketika ditatap oleh Maryam. Ketiganya pun larut dalam perbincangan santai yang mengatur rencana perpisahan mereka yang akan kembali ke dunia aslinya dan dunia yang membesarkannya selama ini.
__ADS_1
"Semoga saja pak Adelio bersedia datang, ini hal yang sangat bagus agar Shaira segera melupakan sepenuhnya pria brengsek itu, aku akan melakukan segalanya asalkan Shaira dan Adelio Arsene Smith bisa menikah dengan temanku ini," Vela tersenyum penuh arti melihat ke arah Shaira.
Vela diam-diam didekati oleh Adelio sebagai jalan untuk lebih dekat dengan Shaira. Bahkan Adelio sangat bersyukur karena berkat berkenalan dengan Vela Angelina semua jalan terbuka lebar untuk mendapatkan Shaira Innira gadis pujaan sang duda keren itu.
Vela melakukan itu hanya berniat dan bermaksud agar Shaira bahagia. Ia tidak tega melihat sahabatnya itu terluka lebih dalam lagi.
Ting…
Bunyi nada pesan masuk kedalam hpnya Vela yang tergeletak dia atas meja sofa. Sang pemilik hp segera meraih hpnya itu dengan senyuman penuh arti tersungging di bibirnya itu.
"Saya yakin Pak Adelio akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Shaira," cicit Vela sambil membaca beberapa pesan chat yang masuk ke dalam aplikasi gawainya itu.
Shaira segera menghubungi nomor ponsel kedua kakaknya,adik sepupunya dan juga teman barunya yang baru dikenalnya.
"Semoga saja mereka bersedia datang ke acara kami hari Sabtu nanti," gumamnya Shaira.
Ahksan Khaidir Ali pun diundang, walaupun adik sepupunya itu masih butuh waktu setahun untuk kuliah di London. Tapi, tetap saja diundang sebagai tamu spesialnya Vela Angelina. Apalagi mereka sudah menjalin hubungan yang cukup serius.
London Inggris, Sabtu 15 Juli 2023..
Ting tong…
Bunyi bel pagi itu mengejutkan semua penghuni rumah. Termasuk Shaira orang yang pertama kali mendengar suara dentingan bel itu.
Shaira segera meletakkan kemudian menatap ke arah jam dinding yang terpasang ditembok kamar asramanya, "Hem,siapa sepagi ini datang bertamu? Apa itu Abang Aidan dan Abyasa yah?" Tebaknya Shaira yang segera menyimpan gelas bekas minumnya itu.ke atas meja dapur.
Tapi, langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang jalannya terburu buru mendahuluinya.
"Aira, aku saja yang buka pintunya yah!" Teriaknya Vela pagi buta itu.
Shaira hanya tersenyum simpul menanggapi sikapnya Vela itu dan segera berputar arah ke kanan hendak kembali ke dalam kamarnya. Tapi upayanya itu terganggu setelah mendengar suara teriakannya Vela dari depan ambang pintu.
"Wooo amazing bunganya sungguh sangat besar!" Teriaknya Vela.
__ADS_1
Shaira segera berlari cepat ke arah pintu untuk melihat apa yang sudah terjadi. Aira ketakutan dan khawatir dengan keadaannya Vela.
"Vel! Apa yang terjadi padamu!?" Pekik Shaira yang kedua bola matanya melotot saking tidak percayanya dengan apa yang barusan dan sementara dilihatnya itu.