
Malam itu penyatuan keduanya berlangsung dan terjadi begitu hikmahnya. Syam memperlakukan istrinya layaknya guci porselen antik yang sangat hati-hati dalam menyentuhnya.
Syam sangat mengetahui jika apa yang mereka lakukan saat ini adalah pengalaman pertama khusus untuk Dewi Kinanti Mirasih Istri pertamanya yang rasa istri simpanan.
Bolehkah aku bersifat egois untuk memiliki keduanya? aku hanya manusia biasa yang punya hasrat dan keinginan untuk memiliki mereka berdua.
Karena aku yakin semua ini yang terjadi dalam hidupku, aku yakin Allah SWT memiliki rencana tersendiri.
Hanya Allah SWT yang mampu membolak-balik perasaan dan hati seseorang. Salahkah aku jika hidup di antara dua hati? Senangnya dalam hati kalau beristri dua, benar kan apa yang aku katakan ini.
Intinya bagiku ini semua berkah dan anugerah terindah dalam hidupku yang tidak boleh aku sia-siakan keduanya. Aku hanya harus bisa berlaku adil kepada mereka istri-istriku itu saja sudah cukup.
Syam sangat bersyukur dan bahagia karena dialah orang pertama yang mengambil dan membuka segel tanpa garansi milik istrinya seorang.
Aku perhatikan dari raut wajahnya Dewi pasti menahan rasa sakit, perih dan ngilu yang teramat dibagian daerah sensitifnya itu. Tapi, aku juga tidak mungkin mundur lagi sudah kepalan tangan basah mau tidak mau aku harus menuntaskan apa yang kami sudah perbuat dan sudah hampir 90 persen selesainya.
Peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya dan wajahnya Dewi. Aku menarik tissue untuk membantu menyeka dan mengusap keringat bercucuran tersebut. Dengan kegiatan utamaku belum selesai juga.
Walaupun sudah berhasil menjebol, membobol gawang milik Dewi tapi aku belum merasakan kee puuuua saaan sehingga aku terus menggenjot diriku di atas bodi bak gitar Spanyolanya itu. Pria mana yang akan mampu menahan godaan dari daya tarik tersendiri dari bentuk tubuhnya Dewi.
Aku serasa terhipnotis dalam cinta dan kasih sayangnya hingga kelembutan dan suaranya yang begitu mendayu-dayu di telingaku ini ketika semakin aku gencarkan seranganku. Dewi bahkan mencakar punggungku disaat aku berhasil menyobek sesuatu di dalam sana. Istriku aku perhatikan mengigit kecil kedua bibirnya menahan rasa sakit sekaligus hikmat yang muncul secara bersamaan.
__ADS_1
Malam ini aku memenuhi tanggung jawabku sebagai suaminya Dewi. Aku begitu menikmati apa yang kami lakukan. Awalnya Dewi serasa tidak nyaman, kesulitan untuk mengimbangi ritme yang aku ciptakan. Tetapi, lambat laun Dewi seperti mampu menyerap dengan cepat apa yang aku lakukan hingga sudah mampu mengimbangi ku.
Aku pun tersenyum bahagia, karena pekerjaanku sedikit terbantu dan menjadi ringan. Karena Dewi perlahan tapi pasti, dia sudah sanggup meladeni permainanku.
"Suamiku… aahh abang Samuel Abidzar Al-Ghifari aku sangat mencintaimu aah!!"
Jeritnya Dewi ketika aku berhasil membuatnya seolah terbang melayang tinggi hingga ke langit paling tingkat tinggi.
"Suamiku aku hemmph… aku sangat menyukainya suamiku, lanjut yah aku tidak apa-apa kok," ucapnya malu-malu Dewi.
Syam menyingkirkan anak rambutnya Dewi yang menutupi wajahnya itu. Syam untuk pertama kalinya melihat rambut panjang hitam legamnya milik Dewi selama hampir lima bulan mereka sudah menikah.
"Ya Allah… syukur Alhamdulillah aku sangat bahagia akhirnya aku bahagia telah menjadi istri sepenuhnya abang Syam, makasih banyak ya Allah Engkau memberikan aku waktu dan kesempatan untuk berbakti kepada suamiku, aku berharap semoga saja aku hamil," Dewi membatin.
Aku bersyukur karena suamiku menerimaku dengan apa adanya. Aku berjanji kepada suamiku untuk selalu berusaha untuk membahagiakannya. Aku ingin meraih pundi-pundi pahala bekal akhiratku dalam pernikahanku ini.
Saya sangat bersyukur karena mendapat istri yang sangat pengertian, penyayang, tidak banyak menuntut,baik hati penyayang serta sholeha dan yang paling penting dia cantik.
Aku sungguh sangat beruntung memiliki dua orang istri sekaligus dalam hidupku. Aku hanya manusia biasa yang memiliki rasa ego untuk memiliki keduanya langsung.
Aktifitas malam mereka berlangsung dengan durasi waktu yang cukup panjang dan lama. Mereka bergantian saling membahagiakan masing-masing pasangannya. Keduanya tertawa lepas dan tersenyum tanpa ada beban dibalik senyuman mereka.
__ADS_1
Hingga jam di dinding menunjukkan pukul tiga dini hari barulah kegiatan keduanya berkesudahan dengan nafas memburu ngos-ngosan dari keduanya. Seolah mereka sedang berlomba untuk menghirup udara segar yang ada di dalam ruangan kamar pribadinya.
Peluh keringat semakin bercucuran membasahi wajah dan sekujur tubuh kedua pasutri tersebut. Sam tidak menyangka jika apa yang diharapkan, diminta oleh dirinya sendiri Dewi sama sekali tidak mempermasalahkannya, tidak ada adegan drama penolakan, tidak ngeyel ataupun tidak keberatan.
Aku bersyukur karena istriku mampu membahagiakan aku suaminya seorang. Aku memang memiliki dua istri sekaligus, tapi aku tidak mungkin berbagi dengan pria manapun di dunia ini termasuk temanku sendiri. Aku tak akan ijinkan siapapun mengusik kedua wanitaku.
Syam mendapati Dewi sudah memejamkan matanya tanpa membersihkan seluruh tubuhnya terlebih dahulu sebelum tidur. Syam segera bangkit dari baringnya itu, kemudian meraih handuk yang sudah disediakan oleh Dewi sebelum tidur tadi. Kedua pasangan suami istri terpaksa begadang dan lembur demi kenyamanan dan kesenangan keduanya. Mereka rela tidak tidur hingga hampir jam empat subuh itu.
Syam berjalan ke arah kamar mandi lalu menyalakan mesin air hangatnya. Ia mengambil wadah baskom terlebih dahulu di dalam dapur. Kemudian menuang sedikit sabun aromaterapi khusus untuk perempuan untuk dipakai membersihkan area sekitar sensitifnya.
Untungnya Dewi sudah mempersiapkan segalanya sehingga suaminya tidak kerepotan mengurus dirinya yang sudah terlelap dalam tidurnya menuju buaian mimpinya setelah menghabiskan banyak tenaga, waktu dalam menghadapi gempuran suaminya itu.
Aku bersyukur walau ini pengalaman pertamanya Dewi, tapi dia cukup mampu dan lihai membahagiakan aku suaminya. Jadi sekarang waktunya giliran aku untuk merawat dirinya. Syam tersenyum simpul jika harus kembali memutar ulang adegan dari a sampai z yang mereka lakukan.
Syam berjalan ke arah ranjang king size-nya dimana istrinya berada. Ia naik ke atas ranjang dengan hati-hati takut jika apa yang dilakukannya itu membuat Dewi tidak nyaman.
Syam membersihkan bagian atas terlebih dahulu dengan menyeka keringatnya Dewi yang masih tersisa dengan tissue basah hingga ke bagian tengah yang sebelumnya membuat Syam mabuk kepayang, tidak berkutik dan tidak mampu mengontrol hipnotis dari pesona benda keramat yang berjumlah tiga itu.
"Kamu sudah bekerja keras untuk menyenangkan hatiku, jadi saatnya sekarang abang yang menyenangkan kamu sayang, awalnya jujur aku sama sekali tidak tertarik padamu, aku sudah memantapkan hatiku jika hanya Nadia Yulianti yang akan selamanya aku cintai dan sayangi setulus hatiku, tapi ketika aku mengetahui dan melihat langsung Irwansyah mendekatimu dan berupaya untuk mendapatkan perhatianmu, hatiku marah,jengkel dan tidak menyukai kedekatan kalian, dari situlah aku sadari jika aku sudah jatuh dalam pesona kepribadianmu yang santun, sederhana, bijaksana, penyabar," Syam memuji karakter dan peringainya Dewi yang begitu mampu membuatnya jatuh cinta.
Syam membersihkan setiap lekukan tubuhnya Dewi,ia berusaha menahan gelombang getaran aneh yang hampir saja meledak jika,ia tidak mampu mengontrol dirinya sendiri. Pasti akan kembali menerkam Istrinya yang dalam keadaan tanpa sehelai benangpun yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
__ADS_1