Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 238


__ADS_3

Setelah pembicaraan mengenai rencana pernikahannya antara Ade Nugraha dan Adisti Ulfah Salsabiela serta adik angkatnya Fariz Pratama dengan kekasihnya Sheila Alona selesai dibicarakan. Semua orang bubar dan kembali ke aktifitas mereka seperti sebelumnya.


Semua sudah diputuskan jika, empat bulan kemudian kedua pasangan itu akan menikah setelah Sheila melahirkan anaknya ke dunia ini.


Berita penangkapan Ariela Ziudith dan Nadia Yualianti sudah tersiar ke publik. Mereka semua lega karena kedua orang yang hendak mencelakai anak-anaknya Dewi Kinantii Mirasih dan Syamuel Abidzar Al-Ghifari tertangkap juga.


Ahsan Khaerul dan Arabela Aqila membesuk Ariela di penjara. Mereka baru datang setelah satu bulan saudarinya dijobloskan kedalam tahanan.


"Aku sudah pernah mengatakan kepada kamu untuk berhenti dari niat kamu untuk mencelakai Shaira, apa susahnya hidup berdampingan dalam kedamaian?" ucapnya Ahksan Khaidir yang terkadang heran dengan sikap adiknya itu.


"Benar apa yang dikatakan oleh kakak Akhsan, apa susahnya untuk melupakan semua masa lalu dan memulai hidup baru kita semua, aku kira kamu sudah hidup gembira dengan melakoni pekerjaan kamu,tapi ternyata kamu terlalu bodoh dengan terhasut oleh Tante gila itu!" Sarkasnya Ara.


Ariella menyeka air matanya itu,dia baru tersadar jika balas dendam tidak ada gunanya, bahkan telah menghancurkan kehidupannya selama ini.


"Aku sungguh terlalu bodoh dengan menuruti keinginan dari Tante Nadia, hingga aku menjadi seperti ini. aku sungguh sangat menyesali perbuatanku selama ini. aku terlalu naif dan tolol sehingga mudah diracuni oleh hal-hal yang tidak baik, aku tidak ingin hidup seperti papa hidup dalam kebencian terhadap keluarga Tante Dewi," ucapnya Ariela sesegukan dan semakin terisak dalam tangisannya itu.


Ara dan Akhsan memegangi tangan saudaranya itu," berubahlah sebelum terlambat, kami juga sudah berubah dan berusaha untuk hidup normal dan meninggalkan masa lalu yang kelam, Allah SWT itu maha pengampun dan maha pengasih, Ariela hidup ini hanya sementara waktu saja jadi sebelum kita tidak punya waktu lagi maka bertaubatlah sebenar-benarnya taubat nasuha," nasehatnya Ahsan.


Ahksan dan Arabela sudah tersadar dari dosa-dosanya, bahkan mereka sudah menemukan pasangan hidup yang benar-benar tulus menerima mereka apa adanya.


"Ariela tiga hari lagi saya dan kak Ahksan akan menikah, kami berharap semoga polisi memberikan kamu ijin untuk datang menyaksikan langsung akad nikah kami," Arabela berucap.


"Iya kami sangat berharap dan sudah meminta tolong kepada Arion suaminya Sha untuk membantu niat kami ini," sahutnya Ahsan.


Ariela tersenyum simpul mendengar perkataan dari kedua saudaranya itu.


"aku akan menikah dengan Om Jaka duda beranak dua itu, walaupun usia kami terpaut jauh, tapi kami saling mencintai dan menyayangi," tuturnya Arabela yang tersenyum lebar mengingat ketika sebulan lalu dilamar oleh Jaka duda yang seorang guru itu.


"Selamat yah dek kamu telah menemukan pria yang begitu tulus mencintaimu, aku turut bahagia, kalau kak Akhsan gimana?"


"Alhamdulillah kalau saya juga akan menikahi anaknya Pak RT di dekat rumahnya Mama Dina, rencananya juga kami akan menikah bersamaan dengan Arabella dan mas Jaka," Jawab Ahsan yang tersenyum penuh kegembiraan bercerita tentang rencana pernikahannya.


"Cut Daniah kah Kak? astaga aku tidak percaya kakak akan menikah dengan Cut, tapi ngomong-ngomong bukannya dia punya suami, jangan katakan padaku kalau kakak jadi pebinor!" ketusnya Ariela.


Hahaha semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Ariela.


"Alhamdulillah Cut sudah diceraikan oleh suaminya karena tidak bisa punya anak,tapi bagiku itu tidak masalah karena anak bukan patokan kebahagiaan rumah tangga seseorang, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu," tuturnya Ahsan.

__ADS_1


Kalian sudah menemukan kebahagiaan, sedangkan aku sudah tiga bulan mendekam di balik jeruji besi. akankah Allah SWT membukakan pintu maafNya untukku manusia hina ini? aku tidak ingin hidup dalam penyesalan yah Allah.


"kalau gitu kami pamit dulu, ingat kamu harus hidup lebih baik lagi dan berdoa saja semoga anak-anaknya Tante Dewi bisa membantumu untuk bebas dari sini," harapnya Ahsan.


"ini ada sedikit uang dan makanan yang paling kamu sukai, kami berharap besar padamu moga kamu mempertimbangkan apa yang kami katakan," ucapnya Ara kemudian memeluk tubuh kakak kembarnya itu.


"Thanks kalian selalu ada dalam keadaan apapun yang aku hadapi, aku sungguh bersyukur dan bahagia memiliki saudari seperti kalian."


Suasana dalam tempat itu cukup hening sepeninggal Akhsan Khaidir dan Arabela Aqila. Seorang polisi wanita mendekatinya dan memegangi pundaknya Ariela.


"Nak tidak ada kata terlambat jika kamu ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, hidup itu hanya sekali dan kamu masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh Allah SWT jadi manfaatkan waktu kamu yang tersisa untuk bertobat kepada Sang Maha Pencipta," nasehat polwan itu.


Ariella terus merenungi nasibnya yang telah terlalu jauh dari kebaikan. Air matanya semakin tumpah ruah bak anak sungai. dia bertekad untuk berubah dan akan berusaha untuk menjadi orang yang berguna untuk orang lain.


Saya berharap kamu bisa bebas dari sini dan dapat memulai hidup baru di luar sana. Karena aku yakin masih ada sisi baik dalam dirimu nak.


Semua hidup bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing. Tidak ada lagi kekacauan atau pun balas dendam yang terjadi. Karena semua hidup dalam saling memaafkan melupakan kenangan buruk dan pahit kehidupan mereka yang telah lalu.


Shahnum dan Arion sibuk mengurus baby Shanaz sedangkan Maryam Nurhaliza dengan Aydan sedang bahagianya menantikan kehadiran buah hati mereka.


Abiayasa Akhtam dan Sanika Tanisha memutuskan untuk menetap di rumahnya Dewi dan Syam. Sedangkan ayahnya pak Hermansyah dipilihkan perawat khusus untuk merawatnya selama proses penyembuhannya.


Empat bulan kemudian…


Sudah lebih dua bulan Adelio tidak melakukan lagi perjalanan bisnis ke luar negeri. Dia memutuskan untuk menyerahkan urusan bisnisnya yang ada di luar negeri kepada adik semata wayangnya, yaitu Andrew Parker Smith.


Sedangkan Arion masih kerap kali melakukan perjalanan bersama putri tunggalnya dan istrinya. Shanaz semakin tumbuh menggemaskan dan membuat rumah tangga keduanya semakin terasa bahagia dan lengkap semenjak kehadiran Shahnaz, bayi yang hingga detik ini belum diketahui asal usulnya.


"Hemph, apa Abang sudah mau makan atau belum lapar?" Tanyanya Shaira yang merasa sedikit canggung berduaan dengan suaminya sendiri.


Adelio mengalihkan perhatiannya ke arah istrinya itu yang sejak tadi menatap intens layar komputernya.


"Kalau aku sih belum lapar, kalau kamu gimana?" Tanyanya balik Adelio.


Shaira merasa tidak enak jika langsung mengatakan kepada suaminya dia juga kelaparan, pasalnya orang semuanya sudah makan sedangkan Shaira tadi siang enggan untuk menyantap makanannya sendiri.


"Aku…," ucapannya Shaira tertahan di pangkal ujung tenggorokannya itu karena terlalu malu untuk mengatakan jika dia sangat lapar.

__ADS_1


Entah kenapa hari ini Shaira merasa tidak nyaman untuk makan buatan rumahan,dia kepengen makan makanan jajanan di pinggir jalan.


"Aku, kamu kenapa? Kalau ada yang ingin kau katakan, katakanlah saja tidak perlu sungkan seperti ini, kamu seperti orang lain saja," Adelio mematikan layar komputernya setelah menyimpan beberapa file data penting perusahaannya ketempat khusus.


Adelio berjalan ke arah ranjang dimana Shaira berada, Adelio menangkupkan tangannya ke ujung dagunya Shaira agar mengangkat wajahnya sehingga mereka saling bertatapan.


"Kamu bersiaplah,kita keluar jalan-jalan yuk ada yang ingin Abang perlihatkan padamu, semoga kamu menyukainya," pintanya Adelio.


Kedua netra hitamnya Shaira berbinar-binar seketika mendengar perkataan dari suaminya itu. Dia tidak menyangka jika apa yang diinginkannya diketahui oleh suaminya itu,yaitu ingin makan di luar.


Shaira segera bangkit dari posisi duduknya itu, tapi baru sekitar dua langkah kakinya melangkah. Dia kembali menghentikan langkahnya itu.


"Tapi bang, aku pakai baju apa?"tanyanya Shaira yang membuat Adelio tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Shaira Innira yang seperti anak kecil saja diajak oleh papanya untuk jalan-jalan keliling kota.


Adelio melengkungkan bibirnya hingga terlihat senyuman manisnya.


"Terserah kau saja istriku, karena pakaian apapun kamu pakai kamu tetap cantik," pujinya Adelio.


Pujiannya Adelio membuat wajahnya Shaira merah merona saking bahagianya mendengar perkataan dari suaminya itu. Shaira segera berjalan cepat ke arah dalam kamar ganti untuk berganti pakaian.


Shaira menyandarkan punggungnya ke pintu seraya memegangi dadanya itu yang berdetak kencang bagaikan genderang mau perang saja.


Ya Allah apakah aku sudah mencintai Abang Adelio? Aku merasa bahagia mendengar perkataan pujiannya yang ditujukan khusus untukku.


Hatiku sungguh bahagia seolah ada banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam sana.


Shaira menutupi seluruh wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya itu.


Aku seperti anak abg saja yang baru mengenal apa arti cinta.


Sedangkan Adelio terduduk sambil memegangi dadanya itu, air matanya tiba-tiba terjatuh tanpa disadarinya.


Ya Allah berikanlah aku waktu sedikit lagi, aku ingin membahagiakan Istriku disisa hidupku ini.


Adelio buru-buru mengusap air matanya itu agar tidak ketahuan oleh Shaira jika dia baru saja menangis. Adelio berusaha untuk menetralkan perasaannya agar tidak ketahuan oleh Shaira.


Secepat kilat Adelio merubah ekspresinya yang sedari tadi sedih dan berwajah sendu dan murung sekarang ceria seolah-olah tidak terjadi apapun.

__ADS_1


"Abang apa aku cantik memakai pakaian ini?" Tanyanya Shaira yang berputar-putar di depannya Adelio memperlihatkan pakaian yang dipakainya itu agar Adelio menilai penampilannya.


__ADS_2