
Suasana semakin ramai seiring berjalannya waktu. Kesibukan semakin terlihat ramai di dalam kediaman keluarga besar Abidzar Al-Ghifari.
"Gimana kalau hari Jumat nanti kamu adakan aqiqahannya sambil mencari nama yang bagus dan indah, tapi sarannya Papa berikanlah nama yang terbaik untuk anak-anak kalian karena nama itu adalah doa dan harapan kalian kepada penerus keturunanmu," nasehatnya Syam dengan bijak seraya ikut menoel pipi dan hidung mancungnya bayi tersebut.
Walau bayi itu asal usulnya tidak jelas, tapi Sam dan Dewi sejak pertama melihatnya merasakan ada gelenyar aneh yang muncul dari dalam lubuk hatinya yang paling terdalam. Seolah anak itu adalah cucu kandungnya sendiri. Mereka bergantian menggendong bayi itu hingga pagi hari.
Hingga tangisan bayinya dan kedatangan beberapa orang yang membawa begitu banyak perlengkapan bayi sehingga kemungkinannya, kamarnya Shanum tidak akan memuat semua barang-barang perlengkapan khusus bayi.
Semua orang terkejut melihat kedatangan rombongan tersebut. Terutama anak-anaknya yang lain tidak termasuk Arion dan Shanum.
"Maaf Pak, Anda semua ini mau bawa kemana perlengkapan bayinya? Sedangkan di rumah kami enggak ada anak kecil, apalagi bayi," cegahnya Maryam Nurhaliza yang barusan akan menuruni anak undakan tangga satu persatu.
"Ini permintaan dari tuan muda Arion Bu, kami hanya diperintahkan untuk mengantar sampai ke sini dengan selamat dan benda-benda ini katanya untuk bayinya mereka Nyonya," ungkapnya pria yang bertopi khas toko furniture tempat Arion belanja.
"Bayinya Sahnum!" Beonya Maryam.
__ADS_1
"Benar sekali dugaanmu Nak, ini semua khusus untuk cucu pertamanya Mama, masalah ini mama akan jelaskan nanti saja, ijinkan mereka kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda menantuku," imbuhnya Dewi.
"Maafkan saya, tidak bermaksud untuk menghalangi ataupun menghambat pekerjaan kalian, hanya saja saya cukup kaget dengan rombongan ini yang datang tiba-tiba," sesalnya Maryam.
Dewi mengelus lengannya Maryam," tidak masalah Nak, siapapun berada di posismu pasti akan mengalami hal yang sama, Mama juga terkejut seperti apa yang kamu alami sekarang," tuturnya Dewi.
Dewi memaklumi apa yang dilakukan oleh Maryam," kalau gitu kita makan dulu Ma, setelah sarapan kita lanjutkan memeriksa barang-barang seserahan lamarannya," ajaknya Maryam yang hari ini libur tidak masuk untuk bekerja di rumah sakit seperti biasanya.
Semua orang bekerjasama saling membantunya dalam mengurusi semua persiapan lamarannya Abyasa Akhtam putra tertua di dalam keluarga itu.
Abyasa dan Shaira melanjutkan acara santap paginya mereka di depan meja makan.
"Alhamdulillah di panti asuhan An-Nur,"jawabnya Shanum dengan mantap.
Aku menjawab berbagai pertanyaan muncul dari adik dan kakakku. Aku yakin mereka bersikap seperti itu, dikarenakan karena saudara saudarimu peduli padaku.
__ADS_1
Aku tidak mungkin mengatakan jika aku dapat depan rumah, takutnya bayi ini bayi curian dan akan menjadikan masalah pada putriku kedepannya.
"Kami sudah punya rencana sebelumnya untuk mendapatkan seorang bayi, tapi beberapa kendala yang kami hadapi, lagian Shanum tidak ingin asal adopsi anak yang tidak jelas asal usulnya sehingga kami mengajukan beberapa kriteria dan persyaratan kepada pengurus panti asuhan tersebut." Jelasnya Arion panjang lebar.
"Selamat yah kak, akhirnya kamu menjadi seorang mami, semoga kelak putrinya Mbak Sha akan besar menjadi anak yang sholeha hingga akan menjadi qurrotaayyun di dalam keluarganya Mbak Sha dengan bang Arion," Shaira mengucapkan beberapa banyak kata ucapan selamat dan doa yang mereka panjatkan khusus kepada bayi mungil berhidung mancung itu.
"Makasih Dede Aira, insha Allah kamu juga dan Maryam akan segera mengikuti apa yang telah kami dapatkan, yaitu calon bayi," tuturnya Sahnum yang cukup bahagia dengan pilihan suaminya hari ini.
"Amin ya rabbal alamin," jawab mereka serentak.
Semua segera menyelesaikan makannya, karena bersiap untuk membantu Dewi mempersiapkan segala sesuatunya.
Shaira spontan mengelus perutnya yang masih datar itu, karena dia berharap bayi mungil segera hadir ditengah-tengah pernikahannya.
Ya Allah betapa bahagianya mungkin jika esok hari aku juga hamil calon bayiku dengan bang Adelio, aku berharap segera Engkau kabulkan lah permintaanku.
__ADS_1