Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 113


__ADS_3

Arion sangat bersedih dan berduka dengan kenyataan yang berhasil memberikan pukulan telat untuknya. Arion terpuruk dengan keadaan dari perempuan yang sangat dicintainya itu.


Hingga dia memutuskan untuk keluar negeri saja mengurus salah satu cabang perusahaan kedua orang tuanya. Dia melarikan diri dari kenyataan saking hancur dan sedihnya hatinya itu.


"Shanum semoga saja kelak Abang kembali kamu belum menikah dengan pria manapun di dunia ini,demi masa depan kita berdua Abang harus pergi ke Inggris, London,"


Arion memperhatikan seorang perempuan yang sedang membaca sebuah buku Du salah satu taman sekitar kampusnya.


Kehidupan mereka semua terus berlanjut, hingga beberapa bulan kemudian. Walaupun kehidupan mereka menemui batu sandungan, cobaan serta ujian tapi mereka berhasil melakukannya dan melewatinya dengan penuh kesabaran.


Dua tahun kemudian..


Tahun ini adalah tahun terakhir anak-anak Dewi dan Syam melanjutkan pendidikan mereka di luar negeri. Termasuk Abyasa dan Aidan putra kebanggaan dari Samuel Abidzar Al-Ghifari dengan Dewi Kinanti Mirasih.


Seorang pria sedang membersihkan beberapa meja dan kursi tamu di sebuah kafe. Karena waktu buka kafe masih ada beberapa menit sehingga ia masih sempat melanjutkan pekerjaannya.


Pria itu berusia sekitar 22 tahun dengan perawakan tinggi, tegap dan atletis. Dengan berwajah asli orang timur. Pria itu termasuk karyawan kafe yang sering kali menjadi alasan kedatangan kaum hawa ke kafe tersebut.


Sehingga sang pemilik kafe memutuskan untuk membuat Abyasa Akhtam sebagai simbol atau aicon kafe tersebut. Karena semenjak kedatangannya bekerja di kafe tersebut, beberapa tahun silam kafe itu semakin ramai hingga omset penjualan kafe itu meninggi.


"Abya malam ini kamu disuruh oleh bos antar paket ke apartemen ini," ucapnya Mike salah satu rekan kerjanya.


Abya segera mengalihkan pandangannya ke arah Mike tanpa berhenti dari aktifitasnya.


"Kenapa saya yang diperintahkan untuk antarin? Biasanya ini kan kerjaannya Laura?" Tampiknya Abya yang merasa keheranan dengan perintah dari atasannya langsung.


"Laura sakit jadi cuti beberapa hari kedepan sedangkan kamu yang diserahi tugas tersebut oleh bos langsung, tapi kalau kau enggak percaya coba saja tanyakan langsung pada bos," ucapnya Mike Andres lagi.


"Oke kalau gitu," ucap Abyasa dengan pasrah.


Abya bukannya tidak ikhlas nerima pekerjaan itu untuk mengantar makanan khusus untuk adik dari sang pemilik kafe yang kebetulan orang blasteran Indonesia-Inggris tersebut. Melainkan karena Shaira akan datang ke asramanya malam ini bersama adik keduanya Aidan.


Setelah melaksanakan acara khusus di kampusnya sebelum meninggalkan kampusnya untuk beberapa hari karena akan magang di salah satu rumah sakit anak. Sedangkan Aidan pun akan magang di salah satu perusahaan terkemuka rekomendasi dari kampusnya.


"Semoga saja aku nggak terlambat datang ke acara adikku malam ini," gumamnya Abya yang kembali melanjutkan pekerjaannya yang terhenti sejenak karena kedatangan Mike.

__ADS_1


Mike tersenyum simpul," syukur deh untungnya Abya tidak menolak sehingga aku bisa terbebas dari perintah macam-macam perempuan stres yang super manjanya kebangetan sudah."


Waktu terus berlalu, sudah pukul lima sore lewat beberapa menit dan detik. Abya segera berhenti dari pekerjaannya karena akan mengantar paket khusus untuk adik semata wayang bosnya.


"Saatnya berangkat ke apartemen XX, bismillahirrahmanirrahim semoga semuanya lancar terkendali."


Abyasa masih memakai pakaian seragam kerjanya dengan topi hitam ciri khasnya yang selalu melekat di kepalanya itu. Dia selalu bersemangat dalam menjalankan aktifitasnya. Anak muda yang tidak pernah meninggalkan sekalipun kewajibannya seperti shalat lima waktu dan shalat sunah lainnya.


Abya memakai sepeda motor skuternya ciri khas pengantar paket di daerah tersebut. Ia sesekali memperhatikan suasana ibu kota Inggris sore hari menjelang malam tersebut.


Karena adzan magrib berkumandang dari pengeras ponselnya. Ia segera mencari tempat untuk melaksanakan shalat magrib. Karena ini bukan tanah air tercintanya yang begitu mudah untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


Sehingga ia harus ekstra hati-hati mencari tempat yang layak untuk shalat. Ia tetap melajukan motornya itu sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.


"Ya Allah sudah magrib, tapi aku belum nemuin tempat yang pas untuk shalat," keluhnya Abya.


Hingga nama apartemen yang dicarinya terpampang jelas di depan matanya. Dengan berat hati dia menghentikan laju kendaraannya itu sembari terus memperhatikan area tempat sekitar yang didatanginya malam itu.


Abyasa segera memarkirkan roda duanya itu d tempat prakiraan khusus pengendara motor. Dia melihat ada pos security, begitu gembiranya karena menganggap sudah lega karena sudah berhasil menemukan ruangan khusus untuk sholat.


Tapi matanya terbelalak melihat kondisi pos security tersebut. Baru sekitar beberapa meter,bau alkohol sungguh menyeruak hingga menusuk indera penciumannya.


"Astaughfirullahaladzim aku tidak mungkin shalat di pos satpam dengan kondisinya yang berserakan beberapa botol minuman," cicitnya Abya yang langsung memundurkan langkahnya itu.


Abya memutuskan untuk melaksanakan shalatnya di kafe saja. Daripada pusing mencari tempat yang layak sedangkan waktu keburu tidak terkejar.


Abyasa masuk ke dalam lift bersamaan beberapa gadis seusianya dengan pakaian yang tentunya cukup membuat pria tercengang dengan melototkan matanya.


Abya segera masuk ke dalam lift tanpa peduli dengan beberapa orang yang kebetulan satu lift dengannya.


"Astaauhfirullah aladzim," cicit Abya berulang kali dalam hatinya.


Abyaza segera bergeser sedikit dari tempat berdiri beberapa perempuan muda itu. Karena Abya merasa tidak pantas untuk bersentuhan langsung dengan beberapa perempuan tersebut.


Salah satu dari gadis itu tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan oleh Abyasa dengan kesadaran yang sudah minim. Gadis itu perlahan mendekati Abyasa.

__ADS_1


"Hey! Kenapa kamu menjauh dariku! Apa aku tidak cantik atau tubuhku ini tidak seksi? Sehingga kamu seperti jijik melihatku," ujarnya perempuan itu.


Abya yang barusan memakai headphone ketelinganya sehingga tidak terlalu menyadari dan mendengar teriakannya gadis yang cukup cantik dengan body tinggi semampai itu bak seorang model saja.


Karena tidak menyadari jika gadis itu berbicara dengannya sehingga Abyasa fokus terhadap lampu lift dan tulisan angka yang tertera di sekitar pintu lift tersebut.


Beberapa rekannya itu mengolok-olok sang gadis karena tidak mendapatkan tanggapan ataupun balasan. Sehingga gadis itu segera berjalan sempoyongan mendekati Abyasa.


Gadis itu menunjuk langsung ke dada bidangnya Abyasa," hey kau budek yah!?" Teriaknya perempuan itu sambil terus menunjuk-nunjuk ke tubuhnya Abyasa.


Abyasa diperlakukan seperti itu reflek mendorong tubuhnya sang gadis dan menghempaskannya.


"Tolong jaga sikap Anda!" Tegasnya Abyasa.


Gadis cantik itu seperti tertantang mendapatkan penolakan dari Abyasa. Hingga beberapa temannya kembali mencemooh penolakan tersebut.


"Adeline, tumben loh ditolak seperti itu biasanya semua pria yang mencari kesempatan untuk berdekatan denganmu tapi satu ini jelas-jelas menghinamu," cibir temannya.


Gadis cantik yang disapa Adeline itu segera tersenyum smirk penuh maksud.


"Namaku bukan Adeline jika tidak berhasil mencium pria sok suci dan jual mahal ini!" Tentangnya Adeline dalam bahasa Inggris.


Abyasa malah sama sekali tidak menggubris perkataannya dari Adeline hingga pintu lift terbuka dan keluarlah dua teman gadis itu sebelum Adeline memenuhi perkataannya.


"Sory aku tidak sempat lihat pertujukan kamu Adel,besok saja katakan kepada kami," pintanya temannya Adeline yang juga sudah mabuk.


Adeline hanya menaikkan jarinya tanda setuju dengan permintaan dari sahabatnya tersebut. Pintu lift kembali terbuka, Adeline semakin melangkahkan kakinya ke hadapan Abyasa. Dengan keberanian penuh Adeline menarik tubuhnya Abyasa yang tinggi mereka hampir sama tinggi.


Karena Abyasa yang fokus memperhatikan lift sehingga tidak menyangka dengan aksi nekad dari Adeline. Gadis itu menarik tengkuk lehernya Abyasa sehingga kedua bibir mereka saling bertemu satu sama lainnya.


Abyasa Akhtam yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya mampu membelalakkan matanya saking terkejutnya jika seorang gadis mampu merebut ciuman pertamanya walau hanya sekedar menempel saja. Karena Adeline langsung pingsan tak sadarkan diri lagi.


Tubuhnya Adeline merosot ke bawah untungnya Abyasa yang masih terkejut mampu bergerak cepat untuk membantu Adeline agar tidak terjerembab ke atas lantai lift.


"Hey Nona! Apa yang terjadi padamu!?" Pekiknya Abyasa yang terpaksa memeluk tubuh perempuan yang bukan mahramnya karena dalam kondisi genting.

__ADS_1


__ADS_2