Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 82


__ADS_3

Dewi awalnya sangat bahagia dan senangnya bukan main melihat kedatangan adiknya. Tapi, kebahagiaan itu pupus dan luntur hanya dalam sekejap mata saja. Ketika Dewi menolehkan kepalanya ke arah sebelah kirinya.


"Assalamualaikum kakak ipar," sapanya seorang pria yang sangat dikenalnya itu.


Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Dewi, sedangkan Dewi merasa terkejut karena tidak menduga kedatangan pria itu juga di depan pintu rumahnya.


Dina segera memeluk tubuh kakaknya itu yang masih terdiam termangu melihat siapa orang yang datang bersama dengan adiknya.


"Alhamdulillah Mbak Dewi akhirnya kita bisa bertemu jugy, padahal saya dengan Mas Irwan sempat linglung dan kesasar karena salah alamat," ucapnya Dina di dalam pelukan kakaknya itu.


"Kamu sudah sampai di sini itu sudah cukup membuat Mbak gembiranya, tapi ngomong-ngomong dari mana kamu tahu alamatnya Mbak? Padahal saya belum sempat mengatakan kepadamu alamatnya Mbak yang baru datang Jakarta," tanya Dewi.


Dewi bertanya seraya mengerutkan keningnya tapi arah pandangannya terus tertuju pada pria yang dulu terang-terangan menyatakan ingin merebut dirinya dari suaminya itu.


"Saya bertanya sama paman Bambang Halid dan bibi Husnah dan Hasnah, mereka katanya juga berencana akan menyusul kami Mbak untuk datang menjenguk dan menengok keponakanku empat orang itu," ujarnya Dina yang sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada kakaknya dengan pria yang tersenyum penuh arti di sampingnya.


"Oh dari mereka kamu bisa mengetahui alamatnya Mbak," tukasnya Dewi sambil menggendong putrinya Shaira.


"Tapi ngomong-ngomong siapa pria yang sedari tadi bersamamu?" Tanyanya Dewi yang berpura-pura tidak mengenali dokter Irwansyah Khalid Prayoga.


Dina segera memeluk dengan posesif tangannya Irwan yang tersenyum lebar di hadapan kakaknya yang membuat Dewi semakin yakin hubungan adiknya dengan pria yang dulu ngotot mengejar cintanya.


"Mbak perkenalkan dia adalah dokter Irwansyah Khalid Prayoga, suamiku yang menikahiku sekitar enam bulan lalu, tapi maafkan kami yang baru bisa berkunjung karena kami menikmati masa bulan madu kami keliling Nusantara," imbuhnya Dina dengan penuh kebahagiaan.


"Suami!" Beonya Dewi yang sama sekali tidak mengira jika dia akan menjadi adik kakak ipar dengan Irwan.


" Iya Mbak dia suamiku yang begitu tergila-gila padaku diawal kami bertemu dulu dan hanya butuh sebulan perkenalan kami, suamiku ini langsung melamarku," ungkapnya Dina dengan penuh kebahagiaan.


Ya Allah saya tidak mungkin tega melihat adikku sedih dan kecewa jika saya jujur padanya tentang apa yang terjadi pada kami dulu. Takutnya juga Dina malah menyangka saya hanya membual dan punya niat jahat lagi.

__ADS_1


Tetapi saya juga tidak ingin melihat dia dipermainkan oleh Irwan, tapi semoga saja Irwan benar-benar jujur mencintainya dengan setulus hati dan jiwa raganya itu.


Aku ingin melihat reaksi kamu setelah aku menikahi adikmu, maaf hanya ini jalan satu-satunya yang bisa aku tempuh agar aku bisa berdekatan denganmu lagi.


Semoga saja aku tidak keliru menikah dengan perempuan yang hampir mirip denganmu, walau bentuk tubuh kalian sama-sama aduhai tapi tetaplah Dewi yang paling hot.


Tatapan matanya Irwan sungguh begitu liar dan tidak seperti dulu lagi yang teduh dan penuh wibawa memperhatikan Dewi.


Kamu semakin seksi dan cantik saja setelah melahirkan anak kembar empat sekaligus. Aku yakin pria bajingan itu semakin tidak ingin kehilangan kamu.


Samuel Abidzar Al-Ghifari aku telah kembali untuk merebut Dewi dan mengusik ketenangan rumah tanggamu.


"Kalau gitu silahkan masuk dulu kalian pasti capek dari perjalanan jauh, istirahat di dalam saja," pintanya Dewi yang mempersilahkan masuk tamunya itu.


Ya Allah apa yang harus saya lakukan, apa jujur di depan Dina atau menyembunyikan saja kenyataan yang ada asalkan adikku bahagia.


Ya Allah semoga Abang Syam tidak mengamuk jika pulang kerja nanti setelah melihat dan mengetahui jika mas dokter ada bersama kami.


Apa saya hubungi nomor hpnya terlebih dahulu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak baik kedepannya.


Tapi, bagaimana caranya saya menjelaskan kepada Abang Sam tentang kebenaran ini.


Dewi segera berjalan masuk sambil menggendong Shaira sedangkan Shanum serta Abyasa yang tidak mau jauh dari Shanum tetap dalam stroler bayi didorong oleh Dina sedangkan Aidan bersama dengan Bu Siti.


Kenapa saya perhatikan suaminya Mbak Dina ini kalau menatap Nyonya Dewi seolah banyak maksud tersembunyi dari tatapannya itu.


Astaghfirullah aladzim semoga saja saya saja yang terlalu perasa dan berprasangka yang tidak-tidak.


Dina bergandengan tangan bersama dengan Irwan, mereka sangat mesra di depan semua orang.

__ADS_1


"Pengantin barunya lengket amat yah nyonya Dewi, saya kagum melihat mereka berdua," cerocos Bu Minah yang baru datang bergabung dengan mereka seraya membawa nampan dan beberapa makanan kecil dan minuman.


"Iya Nyonya muda, saya sempat iri melihat mereka yang begitu mesranya, mereka buat saya cemburu saja," candanya Bi Juba.


"Kalian bisa saja,kami hanya berusaha untuk memperlihatkan kepada kalian jika saya begitu tulus mencintai istriku tercinta," pungkasnya Irwan sembari mengecup sekilas punggung tangannya Dina.


Apa yang dilakukan oleh Irwansyah membuat Dewi bergidik ngeri saja karena apa yang dilakukan oleh Irwan tidak alami dan terkesan dengan sengaja memamerkan kemesraan dan keromantisan yang palsu penuh dengan kemunafikan hingga membuat Dewi serasa ingin mual saja.


Apa yang diperlihatkan oleh Pak dokter saya merasa tidak alami, apa sebenarnya yang terjadi di dalam pernikahan mereka ya Allah.


Lindungilah pernikahan adikku dan jadikanlah pernikahan mereka selalu sakinah mawadah warahmah dan dalam lindunganMu.


"Alhamdulillah kalau seperti itu Pak Irwan kalau begitu dicicipi dulu kuenya, ini kue buatannya Nyonya Dewi loh," ucapnya Bu Jubaedah Laila Sari.


Irawansyah segera menyambar sepotong kue brownis kukus yang masih hangat itu. Ia sudah lama merindukan kue buatannya Dewi.


"Memang benar apa yang Bibi katakan, buatannya Mbak Dewi memang enak dan lezat tidak ada duanya dibandingkan dengan buatan orang lain," pujinya Irwansyah yang tidak peduli dengan perasaannya Dina secara langsung.


Dina Kanaya Tabitha memperhatikan apa yang dilakukan oleh suaminya itu,"kenapa dengan masakanku Mas Irwan tidak pernah memuji masakanku sekalipun selalu saja mengatakan kurang ini, kelebihan garam lah penyedap rasa juga, ya Allah astaghfirullahaladzim aku sudah berfikiran negatif terhadap suamiku sendiri,"


Dina nampak sedih dan sedikit kecewa, tapi ia berusaha untuk menyembunyikan perasaannya sendiri di depan banyak orang.


"Mas Irwan mungkin baru kali ini mencoba mencicip masakannya Mbak Dewi, saya saja selalu senang dan menyukai masakannya Mbak karena memang Mbak selalu masak makanan yang sungguh lezat dan nikmat sepertinya masakannya Mbak mampu membuat Abang Syam semakin jatuh cinta pada Mbak, aku kepengen belajar masak lagi dengan Mbak agar suamiku juga menyukai masakanku," ujarnya Dina yang bawa bercanda ucapannya padahal dia serius.


"Insya Allah kamu bisa meluluhkan hati suamimu lewat masakan, Mbak berdoa agar pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek," harapnya Dewi sambil memangku kedua putri kembarnya itu.


"Amin ya rabbal alamin," jawab semuanya yang hadir di dalam ruangan tengah.


Insya Allah minggu terakhir akan ada lagi yang dapat give away kecil-kecilan dari fania, bagi khusus pembaca setia caranya: like, Komentar, baca Satu Atap Dua Hati.

__ADS_1


__ADS_2