
Syam menatap ke arah Hanif dengan tatapan seriusnya, "Mulai detik ini Shanum aku perjelas statusnya adalah dari sejak aku gendong hingga sampai detik ini dan seterusnya, kesalahan apapun yang diperbuatnya dia tetap seperti anak-anakku yang lainnya mereka tidak berbeda satu sama lainnya, dalam hatiku tetap mereka buah hatiku yang tidak akan tergantikan." Tegasnya Syam.
Hanif Yahya terdiam mendengarkan perkataannya Syam sahabatnya itu tanpa berniat untuk menentang ataupun menyangkal apa yang dikatakan oleh Syam.
"Sampai segitunya mas Syam menyayangi putriku yang bukan darah dagingnya sendiri, aku apa bersyukur atau aku harus sedih dengan kenyataan ini? Karena anakku darah dagingku sejak mengetahui jika saya ayahnya sudah menentang dan tidak ingin mengakuiku sebagai ayahnya sendiri,"
Hanif Yahya menghembuskan nafasnya dengan kasar,ia tidak menyangka jika akan seperti ini hidupnya yang akhirnya memiliki anak setelah bertahun-tahun menantikan seorang keturunan dari mantan istrinya itu.
Hanif mengusap wajahnya dengan gusar sambil bersandar ke headboard sofa," ya Allah apakah ini hukuman dan karma yang aku dapatkan karena sudah menelantarkan buah hatiku sendiri, aku juga sudah membuat banyak perempuan sakit hati atas ulahku,"
__ADS_1
Shanum diam-diam terisak dalam kebisuannya yang baru saja terbangun dari tidak sadarkan diri selama beberapa menit setelah melakukan operasi. Dewi tanpa sengaja melihat ada setetes bening mengalir di pipi mulusnya Shanum.
Dewi menyeka air matanya Shanum yang menetes hingga membasahi hijab yang dipakai putrinya itu.
"Sha, putriku baik-baik saja kan? Tanyanya Dewi seraya menyeka air matanya Shanum yang akhirnya terbangun juga dan malah semakin mengeraskan suara isak tangisannya.
Sahnum memegangi punggung tangan mamanya itu,"hiks… hiks Mama maafkan Sha yah Ma, ini semua gara-gara Shanum yang salah dan keliru dalam bergaul, bukan salahnya papa Syam dan mama kok, murni karena kesalahannya Shanum," ratapnya Shanum penuh dengan sesal.
Dewi membantu menyeka air matanya yang luruh membasahi pipinya itu," ya Allah Nak jangan sekali-kali berbicara seperti ini, ingat di dunia ini mana ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun, andaikan ada tapi itu sangat mustahil dan tidak mungkin Nak," pungkasnya Dewi yang mengecup punggung tangan Shanum yang terpasang selang infus.
__ADS_1
"Tapi, Mama Sha sudah mencoreng nama baik papa dan mama, lagian Shanum bukan putri kandungnya Mama dan papa," lirihnya Shanum yang menyanggah perkataan mamanya itu.
Dewi segera menutup mulutnya Shanum menggunakan jari tangannya itu," Sha kamu detik ini hingga Mama meninggalkan dunia ini kalian berempat adalah putrinya Mama tak akan pernah tergantikan di dunia ini dengan apapun, jadi Mama mohon jangan sekali-kali berkata seperti ini lagi," Dewi menjeda perkataannya sejenak.
Shanum antara bahagia dan sedih dengan sikapnya Dewi Kinanti Mirasih," ya Allah aku sangat bahagia dan beruntung mendapatkan seorang Mama yang seperti Mama Dewi, walau aku sudah melukai hati, perasaan dan kepercayaannya tapi masih tetap menyayangi dan tidak marah dengan kelakuan aku yang tidak pantas,"
Dewi kembali mengecup punggung tangannya Shanum berulang kali,"Mama harap dengan siapapun kamu tidak boleh berbicara seperti ini di depan orang lain siapapun itu,ingat siapa saja tidak boleh mengetahui kamu itu bukan anakku mama tidak ingin ada yang menghujat, menghina dan mengolok kamu dengan kebenaran ini,"
Ingat akhir bulan yah khusus untuk pembaca setia yang like,baca, komentar setiap hari akan masuk list yang akan menerima sembako dari fania.
__ADS_1
Jadi pantengin terus yah novel recehku ini. Jangan sampai enggak masuk list. ingat akhir bulan akan ada beberapa pembaca setia dari ketiga novelku yang akan dapat pulsa zikit.
Jika ada readers yang baca ketiga novelku setiap hari maka bonusnya tiga kali juga. akhir bulan aku akan umumkan yang dapat.