
Semua orang yang masih berada di sekitar lobi rumah sakit menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Saniska Tanisha menggenggam erat ujung pakaiannya setelah melihat dengan jelas siapa dua orang yang berteriak memanggilnya.
"Saniska Tanisha Hermansyah!" teriak seorang dari arah belakang punggung mereka berdua.
Makasih banyak atas doanya, amin ya rabbal alamin.. kalian memang the best lah... reader paling cetar membahana. aku berikan kiss kalau gitu. ummah...
Tubuhnya mulai gemetaran ketakutan, sekujur tubuhnya mulai nampak peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya itu. Keringat dingin berkilau terkena cahaya lampu dari lampu rumah sakit.
"Saniska Tanisha akhirnya kita bertemu setelah lebih sebulan kamu melarikan diri!" Ucapnya seorang pria dewasa yang kira-kira seumuran dengan Syamuel Abidzar.
Abiyasa menatap ke arah Tanisha yang raut wajahnya pucat pasi ketakutan, Abyasa Akhtam yang cukup peka dan mengetahui apa yang terjadi pada perempuan tanpa disadarinya mulai dicintainya itu.
Dengan senyuman tulusnya Abyasa segera menggenggam tangannya Tanisha yang semakin terasa dingin di dalam genggamannya itu.
Tanisha bersembunyi dibalik punggung lebarnya Abyaza, dia sangat ketakutan dan panik setelah menyadari jika Pak Kirmanto orang terkaya di kampungnya itu telah menemukannya.
"Ternyata selama ini kamu bersembunyi di ibu kota Jakarta bersama dengan pria ini!" Ucapnya Pak Kirman sambil menunjuk ke arah wajahnya Abyasa.
Abyasa yang ditunjuk seperti itu segera menurunkan jari telunjuknya pak Kirman yang tidak sopan menunjuk seperti seorang pencuri saja.
"To-long jangan dekati saya! Sa-ya ti-dak ingin menikahi pria tua bangka seperti kamu!" Teriaknya Tanisha yang sedikit terbata.
Syam, Dewi,Bu Rina Amelia, Adisty Ulfa, Fariz Maulana, Aidan Akhtar dan Maryam Nurhaliza sudah berada di dalam mobil masing-masing bersiap untuk kembali ke rumah.
Arion Sneider dan Shanum Inshira terdiam memperhatikan interaksi gadis yang diam-diam dicintai oleh kakak sulungnya itu. Sedangkan Shaira Innira dan Adelio Arsene hanya mengamati apa yang akan dilakukan oleh kelima pria yang sudah mengelilingi Abiyasa dan Tanisha.
"Jadi pria ini yang menjadi alasannya Tanisha kabur dari kampungnya, kalau aku jadi dia ish… Iss… amit-amit lah tidak bakalan mau walau dia saudagar kaya di kampung." Ketusnya Shaira yang tersenyum mencemooh.
"Iya apa ibu tirinya dan bapaknya Tanisha sama sekali tidak memiliki hati nurani dan akal sehat sehingga berbuat seperti itu! Sungguh kasihan Tanisha yang harus menikahi pria tua bau tanah itu, karena hutang piutang kedua orang tuanya!" Sarkasnya Shahnum.
Abyasa segera berjalan ke arah pria yang bernama Kirmanto itu," maaf selama saya masih hidup saya tidak akan pernah mengijinkan seorang pun menyakiti Tanisha apapun alasannya!" Tegasnya Abiyasa.
Kirmanto hanya tersenyum merendahkan ke arahnya Abyasa," kamu itu hanyalah anak muda kota yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan saya dan Tanisha calon istriku yang ke enam, jadi tolong minggir dari hadapanku karena aku akan membawa pulang calon pengantinku ke desa kami," ketusnya Pak Kirman.
Pak Kirman segera mendorong sekuat tenaga tubuhnya Abyasa, tapi tubuh yang didorong dengan kekuatan penuh tidak bergeming sedikitpun. Abyasa hanya tersenyum tipis menanggapi sikapnya pak Kirmanto.
Anak muda ini cukup kuat,tapi aku akan memperlihatkan padanya siapa aku sesungguhnya! Aku tidak akan pernah gentar sedikitpun untuk melawan kamu bocah tengil!
"Kenapa kamu selalu memaksaku untuk menikah denganmu! Sedangkan saya sama sekali tidak pernah sudi menikah dengan pria yang sudah bau tanah dan sudah memiliki istri lima orang dan anak dua puluh orang!" Dengusnya Tanisha yang menepis tangannya pak Kirman yang ingin menyentuh wajahnya.
"Langkahi dulu mayatku jika kamu ingin merebut Tanisha dari hadapan mataku ini!" Ancamnya Abiayasa Akhtam yang segera menggenggam erat tangannya Tanisha yang semakin merasakan ketakutan.
__ADS_1
"Kalau kamu berani dan tidak ingin aku bawa pulang perempuan ini, maka bayar semua uang pinjaman dari ibu dan bapakmu yang dipinjamnya mulai dari pinjaman pokoknya hingga bunganya yang sudah bertahun-tahun lamanya!"
"Kenapa aku yang harus membayarnya, sedangkan bukan saya yang pinjam, tapi semua itu ibu tiriku yang pinjam uangmu jadi kamu menagih di sana saja!" Kesalnya Tanisha.
"Hahaha! Kau itu sudah dijual oleh ibu tirimu padaku! Jadi kamu itu milikku seorang makanya kami tidak akan pulang sebelum mendapatkan calon istriku pulang bersamaku!" Ujarnya Kirman sambil berusaha untuk menarik tangannya Tanisha.
Shaira dan Shahnun ingin menolong Tanisha tapi segera dicegah oleh suami mereka masing-masing.
"Kalian tidak perlu ikut campur dan mengotori tangan kalian, aku yakin Abyasa kakak iparku akan mampu mengatasinya dengan baik, jadi kamu cukup menonton saja apa yang akan dilakukan oleh kakakmu, kami tidak akan mengijinkan apapun terjadi pada mereka," ucapnya Arion.
"Iya tenang saja, Abyasa akan aman saja tidak perlu khawatir karena jika kami disini tidak akan terjadi pada mereka," sahutnya Adelio.
Kedua istri-istri mereka terdiam sambil memperhatikan apa selajutnya mereka perbuat.
Tanisha mulai panik dan takut jika anak buahnya juragan Kirman akan menghajar Abiyasa. Pak Kirman dan anak buahnya hanya tersenyum meremehkan mendengar perkataan dari Abiayasa itu.
"Hahaha! Kamu itu hanya anak muda tidak berguna, aku akan menunjukkan padamu siapa aku sebenarnya! Aku bukan hanya sekedar berbicara omdo saja karena aku akan memperlihatkan dan membuktikan padamu siapa Kirmanto Hadiwijaya!" Ucapnya Pak Kirman.
"Lepaskan tangan kotormu dari tanganku! Saya jijik disentuh oleh kakek-kakek seperti kau!" Teriaknya Tanisha seraya berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya Kirman.
Abiayasa segera berusaha untuk melepaskan pegangan pak Kirman pada tangan perempuan yang dicintainya itu. Tapi, karena pak Kirman berusaha keras untuk menarik tangannya Tanisha, sehingga Abyasa mau tidak mau langsung melayangkan bogem mentahnya perutnya Pak Kirman.
"Dasar kamu perempuan lont*, perempuan tidak tahu diri berani-beraninya kedua orang tuamu nikmati harta berharga milikku, tapi kamu malah jatuh ke dalam pelukan pria lain! Aku tidak akan tinggal diam saja!"
"Jika kalian berani maju,maka kalian akan bernasib sama seperti tuanmu itu!" Gertak Markus Horison anak buahnya yang paling besar tubuhnya dari orang-orang itu.
Adelio segera meminta bawahannya untuk segera mengamankan dan mensterilkan bagian lobi rumah sakit bagian belakang dekat parkiran, agar apa yang terjadi disana. Kekacauan itu tidak ada yang melihatnya langsung dan pasien dan pengunjung rumah sakit, sedikitpun tidak terganggu.
Untungnya rumah sakit itu adalah miliknya Adelio Arsene Smith, sehingga lebih mudah untuk menangani Kirmanto dan anak buahnya itu.
"Kamu segera bawa semua anggota keluarganya Tanisha ke Jakarta,malam ini juga!" Titahnya Adelio yang segera menghubungi asisten pribadinya yang adaefi kampung halamannya Tanisha.
Setelah perbincangan itu Adelio kembali duduk di salah satu kursi menjadi penonton setia dari apa yang dilakukan oleh Abiyasa.
"Saya tidak akan ijinkan siapapun menyentuh dengan bebas tangan dari perempuan yang aku cintai!" Geramnya Abyasa yang mematahkan tangannya pak Kirmanto yang tadi berani sudah menarik tangannya Tanisha.
Argh!!
Teriakannya Kirmanto cukup menggema memenuhi seluruh penjuru pelosok area rumah sakit yang tidak jauh dari parkiran.
Tangannya pak Kirman yang tidak terjaga oleh Abyasa segera melayangkan tamparannya ke pipi kirinya Tanisha.
__ADS_1
Plak!!
"Auhh!" Keluhnya Tanisha seraya mengelus pipinya yang terasa panas karena ditampar oleh tuan Kirmanto.
Abyasa segera memukuli pak Kirman dengan membabi buta. Dia tidak tega dan murka melihat gadisnya terkena tamparan cukup keras hingga tubuhnya Tanisha terlempar tepat ke depannya Shaira.
Shaira segera membantu Tanisha bangkit dari posisinya yang terduduk di atas lantai keramik.
"Kirmanto!! Aku akan membalas dendam terhadapmu!" Geramnya Abyasa yang menatap penuh kebencian terhadap Pak tua itu.
Bugh!!
Bugh!!
"Aughh!" Jeritnya Pak Kirman sembari mengeluh kesakitan sembari memegangi perutnya itu.
Abyasa segera menarik kera bajunya Pak Kirman kemudian kembali memukuli wajahnya beberapa kali juga seperti yang dibagian perutnya itu.
Tanisha sudah menitikkan air matanya saking sedihnya dan terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Abyasa.
Dia juga kaget mendengar perkataan dari Abyasa yang mengatakan jika Abiyasa atasannya di kantor mencintainya.
Tanisha semakin mengeras suara Isak tangisannya dan tidak kuasa melihat kejadian itu di depan matanya.
Tubuhnya pak Kirman dan beberapa anak buahnya yang ikut campur akhirnya satu persatu tumbang di sampingnya pak Kirman yang terjatuh tersungkur ke atas lantai keramik rumah sakit.
Buk!!
Plak!!
Prang!!
Bugh!!
Abyasa menarik kera bajunya Pak Kirman, "Hari ini aku akan menunjukkan kekuatan pemuda kota! Namaku bukan Abiayasa Akhtam Abidzar Al-Ghifari jika tidak bisa menghajar kalian, ingat jika kamu berani menganggu calon istriku lagi, saya tidak akan tinggal diam begitu saja!" Ancamannya Abyasa tidak main-main lagi.
Suara pukulan itu bersahut-sahutan mengisi suara di tengah malam. Shaira dan Shanum tidak pernah takut dan mencemaskan kondisi mereka anak buahnya dan juga adik-adiknya itu.
Tanisha segera memeluk tubuh pria yang telah berjuang keras untuk membela dirinya sendiri di depan orang banyak, "Pak Abiyasa aku mohon jangan dilajutkan lagi, sudah semuanya cukup sampai di sini! A-ku tidak mau pak Abiyasa terluka karena kesalahan yang pernah aku perbuat telah setuju dengan keinginannya ibu dan ayah di kampung," bujuknya Tanisha yang semakin mengeraskan suara tangisannya itu.
Tanisha selain takut, disisi lain dia juga bahagia karena akhirnya penantian dan harapannya terjawab sudah. Ia sudah mendengar langsung apa seharusnya dia dengar dari pria yang disayanginya itu.
__ADS_1
Abyasa segera menurunkan amarah dan emosinya yang tersulut karena perempuan yang disayangi diperlakukan kasar oleh pria lain yang mengaku calon suaminya itu.