
"Mbak Maryam jadi sudah mengetahui kejelekan kak Aidan?" Ucapnya Syaira yang mempertanyakan hal tersebut karena cukup mengejutkan.
Ariela dan Adisti membantu Maryam untuk menggendong kedua bayi kembarnya Maryam dengan Aydan. Kedua bayi itu sudah diberikan nama walaupun belum aqiqah anaknya.
Archelo Farzani Kahizanu dengan adiknya Archenio Fahlevi Khaizuran. Keduanya nama yang sungguh banyak indah dan bagus artinya.
Maryam berusaha untuk tersenyum walau hatinya sangat sakit dan hancur melihat dengan mata kepalanya sendiri pria yang sangat dicintainya itu bergandengan tangan dengan istri barunya.
Aku tidak akan mudah menerima perceraianmu mas Aidan. Aku akan membalas pengkhianatan kalian berdua dengan tidak ingin bercerai dengan semudah itu.
Aku akan membuat istrimu itu selamanya menjadi istri siri. Karena jika aku menggugat cerai ataupun menerima talak dari kamu berarti otomatis kalian akan berbahagia di atas penderitaanku ini.
Aku ingin melihat istri barumu hidup dalam hinaan dan cibiran dari orang-orang karena hubungan sebagai istri siri dan aku ingin kau Rachel Amanda dicap selamanya sebagai pelakor oleh dunia.
Mungkin hanya ini yang bisa aku perbuat, aku akan membalas dendam atas penghinaan ini Aidan Akhtar dan Rachel Amanda.
Shaira berjalan ke arah kakak iparnya itu," Tapi Mbak, kenapa malah diam saja dan tidak bertindak untuk mencegahnya dan mengatakan kepada kami semua jika kak Aidan akan menikah lagi, pasti kejadian ini tidak akan terjadi," sesalnya Shaira yang sangat kasihan melihat sahabatnya.
Biarlah aku dicap sebagai perempuan bego, tolol,munafik atau apapun itu aku tidak perduli. Yang paling penting adalah aku bisa membalas atas rasa sakit yang aku rasakan.
Maryam menatap tajam ke arah suaminya itu.
Kamu Aidan aku tidak akan bercerai denganmu sampai usia anakku 12 tahun. Aku ingin melihat anakmu Rachel dicap sebagai anak tidak sah untuk selamanya.
Maryam langsung merubah mimik wajahnya ketika berhadapan dengan Shaira adik iparnya itu.
"Tidak apa-apa kok Dede Aira, mungkin seperti ini sudah takdir dan jalan hidup yang harus aku lalui. Insha Allah aku bisa sabar dan menghadapi pernikahan keduanya mas Aidan ini," ucapnya Maryam yang sudah mempunyai rencana untuk matang dan baik untuk menghadapi sikap suaminya itu.
"Tapi, Mbak kalau aku diposisinya Mbak aku pasti akan meminta cerai saja, daripada harus hidup berbagi suami dengan wanita lain." Ketusnya Shanum yang enggan untuk menatap Rachel.
"Mbak Maryam apa kamu sadar dengan apa yang telah kamu katakan? Apalagi yang mbak pertahankan dalam hubungan seperti ini! Ingatlah dia sudah mengkhianati kepercayaan kalian berdua! Apa gunanya bertahan Mbak," kesalnya Shaira.
__ADS_1
Maryam tersenyum penuh arti ke arahnya Rachel Amanda," tidak apa-apa kok Aira, insya Allah Mbak bisa jalani hubungan ini dan aku sudah siap berbagi suami dengan dia,tapi untuk bercerai maaf aku tidak bisa. Mana mungkin aku mengijinkan kedua putraku hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya. Demi anakku aku akan rela berbagi suami dengan perempuan itu," ujarnya Maryam dengan mantap dan penuh percaya diri.
Aku akan memperlihatkan kepada suamiku siapa yang paling tepat menjadi pendampingnya. Apakah aku atau dia, kita akan sama-sama berebut kasih sayang dari mas Aidan Akhtar, walaupun aku tau dia tidak pernah jatuh cinta padaku sedikitpun.
Sial! Kenapa perempuan ini tidak meminta untuk bercerai saja! Dan juga mas Aidan kenapa tidak menggugat cerai saja.
Kalau seperti ini, selamanya aku akan hidup menjadi istri siri saja, padahal rencanaku dan niat awal aku adalah untuk menggeser posisinya sebagai istri sahnya.
Rachel mengepalkan tangannya saking jengkelnya mendengar perkataan dari Maryam Nurhaliza.
Dewi Kinantii Mirasih tidak henti-hentinya meneteskan air matanya itu yang sudah membasahi pipinya. Dia sangat kecewa melihat sikap putra keduanya itu. Dewi terduduk di atas sofa ruang tamu dengan deraian air matanya.
Aidan masih berdiri mematung dan tidak sanggup mengatakan cerai kepada istrinya setelah melihat kedua putra kembarnya itu.
Awalnya dia berencana dan memantapkan hatinya untuk mengucapkan talak tiga langsung kepada Maryam, tetapi tiba-tiba lidahnya keluh seketika itu juga ketika melihat Adisty Ulfa dan Ariela Ziudith menggendong bayi mungilnya.
"Tapi, Nak suamimu itu sudah jelas-jelas berkhianat, kenapa kamu terlalu lugu dan bego untuk tidak meminta cerai saja padanya,' protesnya Syamuel.
Maryam ingin tersenyum melihat Rachel Amanda yang sepertinya sangat marah mendengar keputusan dari Maryam sedangkan Aidan sama sekali mengurungkan niatnya untuk bercerai.
Rachel menggoyangkan tangannya yang terus digenggam oleh Aidan. Bertujuan agar Aydan segera tersadar dan mengingat kembali rencana awalnya.
Aidan menatap ke arah Rachel sebelum berbicara," baik lah karena kamu sudah putuskan semuanya, tapi ingat jangan sekali-kali pernah mengkritik, memprotes ataupun marah dengan keputusanku hari ini untuk membawa istri keduaku ke dalam rumah ini." Aidan menjeda perkataannya itu sambil mengarahkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.
Semua orang berdiri mematung, hanya Dewi dan Syam yang terduduk sedangkan Bu Rina Amelia sedang berada di luar daerah sehingga tidak sempat melihat adegan dramatis.
"Aku meminta kepada papah dan mamah dan untuk semua orang kalau mulai detik ini Maryam Nurhaliza dan Rachel Amanda adalah keduanya istriku aku meminta kepada kalian untuk memperlakukan mereka dengan layaknya tidak ada yang dibeda-bedakan, dan kami akan tinggal seatap dengan kalian untuk selamanya," ucapnya Aidan dengan tegas.
Dewi ingin menyanggah perkataannya dari putranya itu tapi segera dicegah oleh suaminya sendiri. Semua kembali terkejut mendengar keputusan final dari Aidan yang akan tinggal bersama dengan kedua istrinya langsung di dalam rumah kedua orang tuanya itu.
"Astaughfirullahaladzim, apa yang terjadi padamu Nak? Apa kesalahan kami sebagai kedua orang tuamu? Padahal selama ini kami tidak pernah sekalipun memperlakukan kalian dengan berbeda. Bahkan semua yang diinginkan oleh anak-anakku kami tidak pernah melarang ataupun meminta kalian untuk menuruti keinginan kami. Saya dengan mama kalian selalu memberikan kebebasan kepada kalian untuk menentukan masa depanmur." Ujarnya Sam.
__ADS_1
Dewi menyeka air matanya dengan kasar sebelum ikut menimpali percakapan mereka, "Iya Nak,apa pernah kalian menginginkan ini, itu dan kami menolaknya ataupun melarang kamu melakukannya? Tidak kan, tapi kenapa sejak awal rencana pernikahanmu kala itu bersama dengan Maryam tidak kamu tolak, padahal kami tidak pernah memaksakan kehendak kami sendiri melainkan selalu mendengarkan apa keinginan kalian berempat," ujarnya sendu Dewi.
"Maryam pikirkan baik-baik sekali lagi keputusanmu, apa kamu tidak masalah hidup serumah dengan madumu di rumah papa? Maaf bukan saya mengusir kamu atau menolak apa yang kamu sudah putuskan, hanya saja bertanya padamu dek apa kamu sanggup untuk berbagi suami dengan dia?" Tanyanya Abyasa yang ikut bicara.
"Iya,kalau Tante berada di posisi kamu pasti juga akan melakukan hal yang sama. Karena Tante yakin kau memutuskan semua ini karena masa depan anak-anakmu. Jadi itu wajar saja terjadi. Yang jadi masalah adalah apakah Aidan sanggup dan mampu berlaku adil kepada kedua istrinya, yang jadi persoalan dan polemik rumah tangga," cercanya Bu Dina Anelka Mulya yang miris melihat hubungan rumah tangga keponakannya itu.
"Bagaimana nak Aidan, apa kamu sanggup berlaku adil? Jika kamu tidak bisa maka Om yang akan menuntut pertanggungjawaban kamu, ingat itu baik-baik. Om akan memaksa Maryam untuk meninggalkan kamu dengan kedua anakmu," gertaknya Syamil yang mulai ikutan berbicara.
Aku kecewa dengan sikapnya Mas Aidan, kenapa sekarang jadi lemah tak berdaya. Padahal dia sudah meyakinkan aku sebelum kami datang ke sini untuk menendang jauh-jauh perempuan kampung itu.
Aidan mau tidak mau menyetujui perkataan dari semuanya," aku sanggup untuk berlaku adil asalkan kalian semua menerima istri baruku. karena sejujurnya aku tidak sanggup untuk meninggalkan Rachel Amanda dan juga tidak mungkin aku bisa tidak peduli dengan kedua anakku yang masih sangat kecil, jadi keputusanku sudah bulat aku akan jalani kehidupanku dengan dua istriku dan tidak ingin tinggal di tempat lain hanya disini, bukannya aku tak sanggup untuk membeli rumah untuk kedua istriku, hanya saja aku tidak bisa tinggal berjauhan dengan kedua orang tuaku."
"Baiklah, bagaimana dengan yang lainnya. Om berharap kalian bisa menghormati keputusan dari Aidan. semoga semuanya bisa hidup berdampingan dengan berdamai. karena kalian sendiri yang memilih untuk berbagi suami jadi mau tidak mau harus siap menanggung segala resiko kedepannya yang bakal terjadi." tuturnya Syamil adiknya Samuel.
Maryam bersimpuh di hadapan kedua mertuanya itu,"Ma, maafkan saya dan mas Aidan Akhtar yang sudah membuat kalian berdua sedih, kalian kedua orang tua kami yang sungguh kami sayangi dan hormati tapi apalah daya kami hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan khilaf," Maryam berucap dengan lelehan air matanya.
"Ya Allah sungguh mulia hatimu nak, insha Allah kalau kamu ikhlas berbagi suami surga balasannya." imbuhnya Bu Dina.
"Aku yakin Mbak Maryam melakukan semua ini karena demi masa depan anaknya dan juga demi nama baik keluarga besarnya yang di Kuala Lumpur Malaysia, mereka tidak ada yang pernah bercerai hingga maut menjemput mereka," ungkap Shaira.
"Tapi kalau aku akan membawa pergi jauh Archelo dan Arshenio dan tidak bakalan mengijinkan untuk mempertemukan ayahnya dengan baby Arch!" kesalnya Shanum yang meraih putrinya baby Shahnaz dalam pangkuannya Arion yang sedari tadi hanya terdiam.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama jika suamiku Adelio Arsene Smith berani bermain mata saja dengan perempuan lain aku tidak sudi apalagi sudah menikah seperti saudaraku sendiri!" geramnya Shaira Innira yang juga ikutan pergi dari ruangan itu bersama dengan Shanun.
Maryam tersenyum merendahkan ke arah madunya itu, sedangkan Rachel Amanda berusaha untuk menyembunyikan kekesalannya di depan umum.
Satupun dari mereka tidak ada yang menyambut kedatangan Rachel Amanda di dalam keluarga besar Abidzar Al-Ghifari. Syam dan yang lainnya segera meninggalkan tempat tersebut sedangkan Dewi dan Dina masih tinggal di dalam ruangan itu.
"Aku minta padamu Aydan, ajari istrimu untuk berpakaian sopan dan tertutup, seperti kenakan hijab seperti saudari-saudarimu yang lainnya," Dewi segera cabut dari sana sesudah berbicara.
"bibi Siti tolong bersihkan dan rapikan kamar tamu untuk istrinya Aidan!" titahnya Dewi sembari menatap sekilas ke arah Rachel.
__ADS_1