Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 29


__ADS_3

"Saya terlalu bodoh dan pengecut waktu itu, andaikan aku yang maju dan menggantikan Samuel ketika calon suaminya menolak dan membatalkan rencana pernikahannya dengan pria yang bernama Heri Ismail Fatahillah itu karena waktu itu Syam juga terus menolak menentang aku pasti akan bahagia hidup dengan gadis sholeha dan baik hati seperti Dewi, tapi sayangnya aku terlalu takut untuk ditolak, tapi aku janji jika Syam menyakiti hatimu maka aku akan datang merebutmu dalam pelukannya," tekadnya pria yang berprofesi dokter itu.


Samuel tak henti-hentinya menatap ke arah belakang sambil memperhatikan seorang pria yang duduk dibalik kemudi mobilnya itu. Leo tersenyum sambil memeluk tubuh istrinya itu dan berjalan beriringan dipagi buta.


"Kamu silahkan berharap sampai kamu kelelahan yang harapan kamu itu tidak akan ada ujungnya dan tak bertepi, karena aku tidak akan akan pernah melepaskan istriku," gumamnya Syam.


Sedari tadi aku perhatikan ada sepasang mata yang terus memperhatikan rumah sederhana kami. Aku sangat yakin siapa orang itu. Aku berharap harapannya tidak akan pernah menjadi kenyataan.


Dewi tidak mengetahui jika sedang terjadi perang dingin antara suaminya dengan pria diam-diam mencintainya tanpa meminta syarat ataupun imbalan berupa balasan atas cintanya itu.


Mereka berjalan bergandengan memasuki area pasar tradisional. Berbagai wangi dan bau sudah menyeruak ke udara bercampur dengan angin pagi hari itu.

__ADS_1


Syam mengajak Dewi terlebih dahulu ke dalam salah satu warung makan yang sejak tadi dia endus bau wangi dari kelezatan bumbu masakannya.


"Sayang kita ke warung makan yang dipojok sana, sepertinya makanannya enak dari wangi bumbunya saja sudah tercium enak apalagi kalau sudah dicicipi rasa dari makanannya," ujarnya Syam.


"Hidung Abang memang selalu bisa bedakan mana makanan yang pastinya menggoyang lidah penikmatnya, saya sudah rencana mau ajak Abang kesana sebenarnya, hanya saja aku rencananya pesan ikan dulu nanti takutnya kehabisan,kalau masalah makanan di warung itu setahu saya banyak kok jadi kita tidak perlu buru-buru ikut antri pesannya, gimana menurut Abang?" Tanyanya Dewi sambil menatap intens ke arah dalam kedua matanya Syam.


"Kalau menurut kamu itu yang terbaik Abang nurut saja apa kata istriku," pungkasnya Sam yang tidak mungkin menolak ataupun protes keinginan Istrinya yang lebih mengerti masalah pasar bagaimana baiknya perempuannya yang paling berpengalaman.


Dewi tersenyum sumringah karena suaminya manut dengan apa yang dikatakannya itu.


Syam tersenyum lebar mendengar perkataan dari mulut istrinya itu dan memang ada masakan yang sering dia makan sejak kecil ketika bundanya masih hidup. Masakan itu yang paling disukainya hingga sekarang, tapi sayangnya masakan itu jika dimasak oleh orang lain rasanya sangat jauh berbeda dengan masakan dari hasil tangannya bundanya Bu Mariana.

__ADS_1


"Serius kamu mau masakin aku dengan olahan ikan bahan dasarnya?" Tanyanya Syam dengan serius yang terpaksa menghentikan laju langkah kakinya karena mendengar perkataan dari istrinya itu.


Dewi kembali tersenyum tulus,"insya Allah masakan apapun yang Abang inginkan sesulit dan sesukar apapun, walau saya belum pernah memasaknya, pasti saya akan berusaha sekuat tenaga untuk masakin Abang kok, apa Abang menyangka dan menganggap saya hanya bercanda?" Tanyanya balik Dewi.


Syam berhadapan langsung dengan Dewi dengan tatapan teduhnya itu sambil memegangi kedua lengannya Dewi dengan pelan dan lembut, "Dewi Kinanti Mirasih Abang sama sekali tidak bercanda dan sangat serius karena sebenarnya saya ada dua macam masakan yang sering Bunda masak untuk saya, dan saya berharap kamu bisa masak makanan itu persis dan mirip dengan yang bunda sering buat, jujur saja saya sangat menantikan siapa orang yang bisa buat makanan itu tapi sayangnya sampai detik ini belum ada yang mampu menyamakan rasa khas aroma buatannya bunda,"


Dewi pun hanya tersenyum menanggapi perkataan dari suaminya itu tanpa ada niat untuk membantah ataupun menyanggahnya.


Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.


Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.

__ADS_1


Dalam Islam membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suami pun juga harus memperlakukan istrinya dengan baik.


Karena hubungan intim suami istri tentu dilandasi dengan niat untuk saling memberi kesenangan pada diri sendiri dan juga pasangan.


__ADS_2