
Dewi yang tidak ingin melihat kemesraan keduanya hanya mampu mengalah, bersabar dan berusaha untuk menenangkan hatinya sendiri.
Saya adalah orang ketiga di dalam hubungan mereka, saya tidak boleh egois mementingkan diri sendiri. Apa lagi kami sama-sama hamil anaknya Abang Syam.
Dewi berusaha untuk mencoba tersenyum, walau Ia tidak menampik jika hatinya sangat sakit dan cemburu pria yang dicintainya itu berpelukan dengan perempuan lain dengan begitu mesranya.
Dewi berusaha untuk mengajarkan pada dirinya jika dia harus ikhlas, sabar, tulus berbagi suami dengan wanita lain.
Insya Allah jika saya bisa bersabar jaminannya surga, walau pun saya tidak menampik dan memungkiri jika hatiku sungguh sakit melihat pria yang saya cintai berduaan dengan wanita lain.
Saya hanya manusia biasa,tapi alangkah bego dan picik hati dan pikiranku jika gara-gara hal seperti mampu membuatku menjadi berfikiran sempit. Mungkin inilah takdir dan garis tangan yang aku lalui,tapi apakah aku bisa meneladani sifatnya Siti Aisyah yang bersabar dengan istri-istri Baginda Rasulullah SAW.
Insha Allah saya pasti bisa melewati semua ujian ini demi meraup pundi-pundi pahala bekal kami diakhirat dan semoga pernikahanku ini bisa menuju JannahMu ya Allah…
Dewi segera berjalan ke arah Nadia yang sudah digendong lebih duluan masuk ke dalam kamarnya oleh Syam. Dewi mengekor dibelakang mereka.
"Mbak Dewi maaf yah sudah merepotkan kamu," ucapnya Nadia ketika dibantu oleh Dewi setelah berbaring di atas ranjangnya.
"Maksudnya nolongin gimana Mbak, saya tidak melakukan apapun Koke, seharusnya Mbak Nadia berterima kasih kepada Tuan Syam yang menolong Anda ketika hampir terjatuh gara-gara tersandung," sanggahnya Dewi yang membantu menyelimuti Nadia.
__ADS_1
"Iya yah juga sih, tapi Mbak sudah bantu untuk membukakan pintu rumah untuk Mas Syam sedangkan saya malah ketiduran, seharusnya kan aku yang menyambut kedatangan suamiku malah Mbak, enggak apa-apa kan Mbak aku sudah repotin," kilahnya Nadia.
"Tidak masalah kok Mbak, saya tidak merasa keberatan kok, saya kan bekerja disini digaji sama Mbak jadi wajarlah saya bersikap seperti ini, tidak digajipun saya akan melakukannya karena kita sesama manusia harus saling membantu satu sama lain selama saya bisa bantu Mbak kenapa tidak pasti akan saya lakukan dengan senang hati," jelasnya Dewi yang diam-diam mengarahkan pandangannya ke Syam yang hanya berdiri mematung di samping kanan ranjangnya Nadia.
"Kalau gitu saya pamit dulu, Mbak istirahat saja kalau ada yang Mbak butuhkan panggil saya saja tidak perlu sungkan ataupun segan untuk memanggil saya," pintanya Dewi yang sesekali melirik ke arah suaminya berada yang nampak tidak berdaya dan kebingungan dengan semua yang terjadi padanya.
Nadia hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya Dewi kemudian menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari Dewi. Syam menatap kepergian istri pertamanya itu dengan tatapan matanya yang sulit diartikan.
Tapi, sebelum Dewi melangkah keluar sebuah kata terucap dari bibirnya Syam," makasih banyak atas bantuannya," ujarnya Syam yang tersenyum simpul ke arah Dewi.
Dewi yang melihat senyuman yang beberapa hari ini selalu ia rindukan membuatnya bisa bernafas lega. Ia senang walau hanya senyuman yang diberikan oleh Syam untuknya.
Sabar Dewi ingat jika kamu tulus dalam bersabar, insha Allah akan berbuah manis. Itu janji Allah SWT pada semua insan umat manusia.
Dewi tersenyum tipis sambil berlalu dari sana dan berjalan menuju dapur. Terlepas dari kenyataan itu semua, Ia merasa lega karena akhirnya bisa bertemu dengan suaminya yang hampir dua minggu putus kontak dan tidak mengetahui apa yang terjadi.
Alhamdulillah makasih banyak ya Allah Engkau memberikan saya kesempatan untuk mengabdi kepada suamiku, mungkin dengan jalan tinggal bersama mereka adalah langkah saya bisa mengabdi kepada suamiku sendiri.
Nadia menatap ke arah pintu dan beralih menatap Nadia istri keduanya, "Mas Syam Dewi perempuan yang baik yah, aku bersyukur setelah dia tinggal disini segala sesuatu keperluanku seperti membuatkan makanan yang paling aku sukai Dewi cukup mampu membuat perutku kenyang, calon bayi kita juga suka dengan masakannya karena selama aku makan masakannya saya tidak pernah mengeluh mual lagi," ungkap Nadia yang memuji masakannya dan keterampilan masaknya Dewi.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau seperti itu, Mas keluar dulu yah mau buat kopi soalnya aku masih punya banyak kerjaan dari kantor,kamu tidur saja, ingat kamu nggak boleh begadang kamu itu sedang hamil tidak baik untuk kesehatan anak kita dan kita untukmu khususnya," imbuhnya Syam sambil memperbaiki tata letak bedcover yang menyelimuti tubuhnya Nadia.
"Aku tidur duluan ya Mas,kalau butuh sesuatu panggil saja Dewi,ia siap bantuin Mas," ucap Nadia seraya memejamkan matanya menuju alam mimpi indahnya malam itu.
Syam memperhatikan Nadia yang sudah terlelap tidurnya dalam sekejap mata saja. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur dan mendapati Dewi yang sedang memasak menghangatkan beberapa masakan yang dibuatnya sore tadi.
Syam melihat ke sekelilingnya itu dan merasa aman, dia segera memeluk tubuhnya Dewi dari arah belakang.
"Istriku, darimana saja kamu, Abang sangat merindukanmu dan kamu tahu tidak aku seperti saja orang gila yang mencari keberadaanmu setelah aku mendapati rumah kosong, ponselmu gak bisa dihubungi, serasa hidupku mau hancur saja,makan tidak enak tidur tidak nyenyak Dewi aku takut sekali kehilanganmu, aku tidak bisa bayangkan hidupku tanpa dirimu," ucapnya sendu Samuel yang tidak disadarinya menitikkan air matanya itu.
Dewi tidak bergerak sedikitpun ataupun menyela pembicaraan suaminya yang mengungkapkan perasaannya selama beberapa hari ini.
Syam membalik tubuhnya Dewi agar keduanya saling berhadapan satu sama lainnya, Dewi menyeka air matanya Syam yang sama sekali tidak disangka dan diduganya jika ternyata niatnya ingin memberikan kejutan kepada suaminya malah berakhir dengan bencana dan keresahan hati dari keduanya.
"Maafkan saya yah Mas, gara-gara sikapnya Dewi Mas harus seperti ini, saya tidak bermaksud atau ada niat untuk sengaja merisaukan dan membuat Mas khawatir dengan kondisiku, saya hanya ke Jakarta bertujuan dan berniat untuk memberikan kejutan kepada Mas kalau saya hamil anak pertama kita," jelasnya Dewi dengan penuh sesal.
Syam mencurahkan kegundahan hatinya beberapa waktu lalu yang hampir saja seperti orang gila dan linglung gara-gara mencari keberadaan Dewi.
Bahkan Syam juga sudah mencari keberadaan Dewi melalui melaporkan berita kehilangan Dewi Kinanti Mirasih ke pihak yang berwajib.
__ADS_1
Syam sangat bersyukur dan berulang-ulang mengucap Alhamdulillah karena, istrinya yang dikiranya hilang itu dalam keadaan baik-baik saja, tapi yang jadi masalah adalah kedua wanita yang dicintainya berada dalam satu atap yang sama.
Mampukah Syam berlaku adil untuk keduanya karena, sekarang yang menjadi polemik dalam hidupnya adalah memperlakukan kedua istrinya dengan adil tanpa ada yang tersakiti.