Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 90


__ADS_3

Bu Citra segera mengambil ancang-ancang setelah melihat ada keanehan dengan suaminya. Awalnya Citra Lestari Yahya hanya ingin bertanya kepada suaminya dengan rasa kopi serta kuenya, tapi tak disangkanya jika Pak Hanif melakukan hal-hal yang dimatanya tidak seperti biasanya.


Pak Hanif segera bertindak untuk mencari tahu kebenaran yang selama beberapa hari belakangan ini menjadi pemikirannya dan menghantuinya.


Hanif diam-diam mengikuti kemana perginya Shanum. ia berencana akan mendekati Shanum seperti layaknya seorang sahabat. dia segera menyimpan surat kabar dan secangkir kopinya. Tapi, tanpa sepengetahuannya apa yang dilakukannya diperhatikan dan dilihat langsung oleh Citra Larasati istrinya.


Ya Allah… mau kemana suamiku begitu buru-buru, apa yang terjadi padanya, tak biasanya seperti ini. Karena kalau keluar rumah selalu berpamitan kepadaku untuk mengatakan tujuannya mau kemana.


Tapi saat ini lain daripada yang lain, kelihatannya juga dia sangat terburu-buru. Kalau seperti ini kayaknya aku harus mengikuti kemanapun papa pergi.


Bu Citra segera meraih kunci kontak mobilnya dan mengunci rumahnya sebelum pergi dari sana. Ia juga harus tergesa-gesa agar tidak tertinggal jejak suaminya.


Di tempat lain…


Aku harus mengetahui siapa sebenarnya Shanum, entah kenapa feeling aku mengatakan jika Shanum bukanlah puteri kandungnya Syam dengan Dewi. Aku yakin Sha hanya lah anak angkat semata.


Tapi, kalau Shanum tidak bisa diajak kompromi sebaiknya aku menempuh cara lain agar aku bisa melakukan tes DNA jalan keluar yang terbaik dari segalanya.


Hanif Yahya segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, karena tidak ingin kehilangan jejaknya Shanum.


Bu Citra semakin penasaran karena melihat suaminya mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Astaauhfirullah aladzim suamiku kenapa dengannya sampai-sampai harus mm mengendarai mobilnya dengan kecepatan seperti ini juga.


Shanum dengan santainya mengendarai mobilnya tanpa mengetahui jika ada dua orang yang mengikuti kemanapun perginya.


Aku tidak akan membiarkan esok Abang Abyaza pergi begitu saja ke London, aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Abang.


Aku berani melakukan apapun itu walau harus menentang kedua orang tuaku, yang paling penting agar aku bisa bersama malam ini dengan Abang Abyaza.

__ADS_1


Shanum Inshira bertekad akan menaklukkan malam ini Abya, dia tidak ingin melihat Abya pergi ke UK tanpa melakukan apapun.


Setidaknya aku sudah menyatakan cintaku dan memberikan segalanya untuknya, ada apa dengan hubungan saudara denganku karena aku yakin kami bukan saudara.


Mana ada orang bersaudara kandung tanpa ada kemiripan sedikitpun. Orang-orang saja yang lihat kami berempat, mengatakan kalau saya tidak mirip dengan Mama dan papa jadi apa salahnya aku menyerahkan hidupku untuk Abang.


Shanum terobsesi dengan kakak sulungnya itu, dia bahkan sudah gelap mata untuk melakukan suatu hal yang tidak terpuji.


Di tempat yang cukup jauh, yaitu tepatnya di pulau Lombok NTB. Bu Siti sudah bertemu dengan sanak saudaranya dan betapa terkejutnya setelah mengetahui, jika Gina sudah hampir lebih dua puluh tahun tidak kembali ke kampungnya.


"Jadi kakak tidak mengetahui kemana perginya putrinya kakak?" Tanyanya Bu Siti yang sudah berada di dalam rumah kedua orang tuanya Gina.


"Bukan tidak mengetahui kemana perginya Siti, yang saya ketahui itu terakhir informasi yang diberikan Gina pada kami katanya dia akan berangkat ke Dubai uni Emirate Arab untuk menjadi TKI di sana, tapi sampai sekarang sejak hari itu kami sama sekali susah mendapatkan informasi selanjutnya hingga detik ini, apakah Gina putriku masih hidup atau sudah…." Ucapannya Bu Sadiah terhenti dengan deraian air matanya menetes membasahi pipinya saking sedihnya mengingat anak keduanya itu.


Bi Siti memeluk tubuh renta tantenya adik dari ibunya itu," sabar yah bi, insha Allah suatu saat nanti Gina akan kembali ke sini dengan selamat, yakinlah selalu dengan kebesaran Allah SWT,"


"Iya Siti, hanya foto ini yang mampu saya lihat jika saya teringat dengan Gina, anakku yang nasibnya begitu malang berniat ke ibu kota untuk mengadu nasib,tapi berakhir menjadi TKI di luar negeri,"


Bi Siti sangat yakin setelah melihat foto itu," ya Allah ini sangat mirip dengan non Sha, berarti selama ini Gina telah menukar bayinya dengan bayi Nyonya Dewi, apa Gina melakukan semua itu karena saya sempat mengatakan jika Nyonya Nadia Yulianti itu kasar, keras kepala dan sedikit jahat, apa karena itu sehingga Gina mengambil keputusan untuk menukar anaknya, dugaanku tidak salah lagi, apa saya harus melakukan tes DNA seperti yang sering saya lihat di sinetron untuk mengetahui anak siapa, tapi pasti biayanya mahal,"


Bi Siti awalnya sumringah bahagia dengan apa yang akan dilakukannya tapi, ketika mengingat biayanya dia langsung lemah, letih, lesu,loyo dan lunglai dalam waktu yang bersamaan pula.


Keesokan harinya, Bu Siti berpamitan kepada keluarganya untuk pulang ke ibu kota Jakarta. Dia tidak punya banyak waktu untuk bersantai di kampung halamannya itu. Apalagi dia memiliki misi yang sangat penting yang tidak boleh ditunda-tunda lagi.


Ya Allah… apakah semua ini karena campur tanganku sendiri sehingga kesalahpahaman ini juga terjadi.


Saya sama sekali tidak bermaksud jahat ya Allah.. saya hanya ingin membantu Bu Nadia Yualianti yang tidak bisa hamil lagi dan juga Gina yang harus hamil tanpa suami. Karena suaminya memiliki istri lain yang tidak mungkin ditinggalkannya.


Untungnya hari itu, bi Siti masih memiliki tabungan yang cukup banyak yang selama ini selalu disimpannya sehingga ia bisa membeli tiket pesawat untuk balik ke Jakarta.

__ADS_1


Kalau memakai jasa transportasi laut akan memakan waktu dua sampai tiga hari, sedangkan Abyasa akan berangkat ke London Inggris besok pagi.


Kampus X…


Shanum baru saja mematikan mesin mobilnya ketika ponsel pintarnya berdering. Ia segera meraih hpnya yang tergeletak di atas dasboard mobilnya tersebut.


Shanum mengerutkan keningnya melihat siapa orang yang menghubungi nomor hpnya tersebut.


"Paman Hanif," cicitnya Sha sebelum mengangkat telponnya tersebut.


Bu Citra segera menghentikan laju mobilnya setelah melihat mobil yang membawa suaminya berhenti tepat depan kampus.


"Ini kan kampusnya Hanzal putraku dan juga ke-empat anaknya Mbak Dewi, kenapa Mas Hanif ke sini yah, apa yang dicarinya, ya Allah apa jangan-jangan penyakit lamanya Abang kambuh lagi seperti dulu yang selingkuh dengan seorang gadis yang bekerja sebagai pembantu?"


Berbagai macam prasangka dan dugaan muncul di dalam benaknya Citra. Diase semakin khawatir dengan kelakuan suaminya itu.


Apa sekarang suamiku selingkuh dengan anak mahasiswi, tapi kenapa Mas Hanif kembali terjerumus dalam perbuatan yang tidak baik lagi untuk kedua kalinya.


Air matanya menetes tak terkendali, betapa hancur hatinya memikirkan segala kemungkinan besar yang bisa terjadi, walau hanya sekedar dugaan yang belum tentu seperti kebenaran dan kenyatannya.


Bi Citra segera menyeka air matanya dengan tissue, ia kembali menajamkan penglihatannya ketika melihat ada sosok perempuan muda yang mengetuk pintu mobil suaminya itu.


Ya Allah aku benar-benar tidak paham kenapa Mas Hanif kembali lagi melukai hati dan perasaanku. Kemarin satu fakta besar terungkap tentang Hans putraku yang ternyata kedua orang tuanya masih hidup dan orang tua kandungnya adalah orang yang kaya dan terpandang akan mengambil putraku itu dari dalam pelukanku.


Hari ini aku melihat suamiku bertemu dengan gadis yang sangat jauh muda usianya dari kami. Bahkan perempuan itu lebih pantas disebut anak.


Air matanya semakin menetes membasahi pipinya,ia semakin dibuat terkejut ketika melihat siapa perempuan itu.


Ya Allah itukan Shanum putrinya Mbak Dewi, apa sebenarnya tujuan mereka bertemu.

__ADS_1


Apa jangan-jangan mereka sudah sering kali bertemu yah di belakangku, apa mereka punya hubungan khusus?


Ingat ada give away yah untuk empat orang bagi yang paling rajin dan teraktif mendukung karyaku. khusus satu reader yang mendukung selalu masuk list pertama di daftar list setiap bulannya.


__ADS_2