
Satu minggu kemudian…
Syam sudah pulang dari daerah Banjarmasin Kalimantan Selatan. Ia sangat bahagia karena akan bertemu dengan kedua istrinya itu. Sebenarnya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, Syam seharusnya balik dari Kalsel itu dua minggu lagi, tetapi karena proyek pembangunan yang dikerjakannya itu berjalan lebih cepat dari yang mereka prediksikan sebelumnya. Sehingga ia bisa pulang lebih cepat dari jadwal semula.
Tapi, sebelum pulang ke rumah,ia mendapatkan telpon langsung dari Dewi istrinya yang mengatakan dirinya sudah balik ke kampung halamannya. Awalnya Syam sedikit tidak rela jika istrinya yang paling dicintainya itu kembali ke kampung halamannya. Tapi, dengan berbagai pertimbangan dan alasan yang dijelaskan oleh Dewi akhirnya dia bisa menerima dan memaklumi yang terjadi.
Saya bukannya takut dengan penilaian Abang Syam, hanya saja pasti Abang akan marah dengan Mbak Nadia jika mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Lagian saya dan Afiq sudah berjanji untuk tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Abang Syam.
Biarlah rahasia ini saya bawa sampai mati, kecuali kalau Afiq sendiri yang membongkarnya di kemudian hari. Lebih baik mencari kebaikan dan hikmahnya dari kejadian itu dari pada mencari yang bersalah dibalik semua insiden yang menyebabkan saya memilih untuk balik ke kampung halaman.
"Tunggu Abang yah sayang, Abang akan balik ke sana mumpung Nadia tidak tahu kalau aku balik hari ini, berarti aku pesan tiket dulu yah, ngomong-ngomong bagaimana dengan kondisi calon bayi kita sayang?" Tanyanya Sam seraya berjalan ke arah loket pembelian tiket karena akan berangkat ke kota S.
"Serius Abang akan datang ke sini? Kalau gitu saya dan calon kedua bayi kita pasti tidak akan sabar menunggu kedatangan ayah," ucapnya Dewi dari seberang telepon.
"Dewi apa yang kamu katakan tadi, apa Abang enggak salah dengar kalau kamu akan melahirkan anak kembar?" Tanyanya Syam penuh selidik.
Dewi tersenyum lebar dibalik telponnya seolah Syam melihat senyumannya itu," insya Allah Abang akan memiliki anak perempuan dan laki-laki sekaligus," jawabnya Dewi dengan santai dan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah akhirnya aku akan jadi ayah sayang, tunggu Abang yah ini sudah pesan tiket pesawat mau ke situ," ucapnya syukur Syam yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu setelah mendengar jika tidak lama lagi dia akan memiliki dua anak sekaligus.
"Hati-hati yah Abang, kalau gitu saya akan buatkan kue brownis kukus kesuksesannya Abang," imbuhnya Dewi yang semakin nampak berseri-seri karena mengetahui suaminya bahagia menyambut kelahiran baby nya.
"Dewi istriku, kamu tidak perlu repot-repot untuk buatkan Abang makanan apapun, kamu cukup beristirahat saja, Abang tidak ingin kamu kelelahan sedikitpun jadi kita makan du luar saja," pungkas Syam yang mencegah dan melarang istrinya untuk banyak bergerak agar tidak capek dan kelelahan mengingat kandungan Dewi yang cukup besar itu.
Tanpa disadari dan diketahui oleh Syam ternyata ada seseorang yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka lewat telpon.
"Dewi? bukannya nama istrinya itu Nadia Yualianti yah, tapi tadi aku dengar dia ngomong Dewi istriku, apa jangan-jangan!?"
"Kamu jangan ikut campur urusannya atasan kita,mau punya istri lain dua tiga atau berapapun itu bukan urusan dan hak kita mencampurinya selama tidak menggangu dan mengusik ketenangan dan kenyamanan hidup kita masing-masing kenapa harus buang-buang waktu untuk merecoki hidupnya orang lain," tukasnya yang satu.
Beberapa pegawai yang ikut bersama dengan Syam segera pulang ke rumah masing-masing. Kecuali dengan Syam yang sudah duduk di bangku tunggu keberangkatan pesawat sambil terus memandangi fotonya Dewi.
Ternyata menikah dengan dua perempuan sekaligus memiliki cerita sendiri. Apalagi jika kedua istri kita itu cantik,tapi sayangnya kedua sifat istriku berbeda, Dewi dengan kecantikan alami dan inerbeautynya yang sungguh membuatku terpesona dan selalu takjub akan sifat dan peringainya yang selalu membuat hatiku teduh, tenang dan damai sedangkan dengan Nadia aku merasakan perbedaan yang sungguh luar biasa jauh bedanya, bagaikan langit dan bumi.
Bahkan bukan hanya itu, dengan ranjang pun kemampuan mereka berbeda. Makanya aku sangat bahagia ketika Dewi Kinanti Mirasih tinggal bersamaku di Jakarta, aku merasa sungguh nikmat Allah SWT mana lagi yang aku dustakan. Karena Dewi mampu membahagiakan aku di dapur dan dikamar.
__ADS_1
Astagfirullah aladzim, aku tidak boleh seperti ini selalu membandingkan keduanya, memang manusia tidak ada yang sempurna, tapi aku hanya manusia biasa yang pasti akan menilai kelebihan dan kekurangan keduanya.
Ya Allah… aku sangat bahagia ketika setiap hari aku melihat senyuman teduhnya Dewi tapi, aku sangat kecewa saat dia balik kampungnya lagi. Tapi, demi kebahagiaan kedua istriku aku tidak boleh egois dan hanya mementingkan kebahagiaanku sendiri.
Kalau Dewi hamil anak kembar berarti aku akan langsung punya anak tiga dong yah, harus pintar-pintar menabung kalau begini karena anakku tiga pasti kebutuhan akan bertambah banyak. Aku harus mengurangi jatah bulanannya Nadia, karena aku merasa dia terlalu boros dalam belanja dan memakai uang yang seharusnya tidak penting.
Apalagi Dewi yang memiliki dua anak, pasti kebutuhan mereka berbeda kalau cuma hanya satu anak saja. Aku sudah tidak sabar melihat kedua Istriku melahirkan dan menggendong kedua anakku. Tapi, bagaimana nantinya jika mereka bersamaan melahirkan bisa gawat kalau seperti itu. Aku pasti akan kebingungan, siapa yang akan aku dahulukan apalagi mereka ada di Jakarta ada di kota S.
Apa sebaiknya aku jemput saja Dewi dan menyuruhnya tinggal di rumah yang baru dibelikan oleh bos saja yah? Supaya aku lebih leluasa untuk mengawasi keduanya.
Sepertinya ini ide yang bagus, aku harus memaksa Dewi untuk balik ke Jakarta dan tinggal di perumahan baruku. Karena aku berharap agar keduanya melahirkan didampingi olehku yah Allah. Kabulkan lah keinginan dan permintaanku ini. Amin ya rabbal alamin.
Berselang beberapa menit kemudian, pesawat terbang yang ditumpanginya sudah berangkat ke kota S, Syam sudah duduk dengan nyaman di dalam kabin pesawat dengan tidak sabaran ingin bertemu dengan istri pertamanya itu.
Sedangkan Dewi,walau dilarang oleh suaminya untuk membuat kue kesukaannya Samuel Abidzar Al-Ghifari. Yaitu kue brownies keju mau dikukus atau di panggang dalam oven pun Syam sangat suka. Inilah kue yang paling sering dimakan dan dicicipi oleh Syam jika memiliki waktu senggang ketika Dewi berada di Jakarta bersamanya beberapa waktu yang lalu.
Ya Allah lindungilah selalu pernikahanku,berkahilah pernikahanku ini hingga kelak anak-anak kami dewasa.
__ADS_1
Mampir baca yah kakak please aku mohon Judul novelnya: Belum Berakhir dan Pamanmu Adalah Jodohku