Satu Atap Dua Hati

Satu Atap Dua Hati
Bab. 265


__ADS_3

Shaira tersenyum simpul melihat mamanya yang sangat patuh untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.


Ya Allah semoga saja mamaku tidak kenapa-kenapa, aku sangat takut terjadi sesuatu padanya.


Semua orang berjalan ke arah UGD untuk memeriksakan kondisi kesehatannya Dewi. Adelio yang melihat istrinya dan keluarga dari istrinya berjalan ke arah UGD dibuat cemas.


Ya Allah apa yang terjadi pada mereka, kenapa mereka berjalan ke arah UGD.


Adelio mempercepat langkah kakinya menuju UGD karena dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"Shaira Innira!" Teriak Adelio.


Tapi, karena teriakannya bersamaan dengan langkahnya Shaira memasuki area ruangan unit gawat darurat sehingga usahanya gagal.


Adelio mempercepat langkahnya menuju ugd, tidak ada yang melarangnya atau mencegahnya karena semua pegawai rumah sakit mengetahui siapa orang yang berlarian di dalam area rumah sakit.


Apapun yang dilakukan oleh Adelio, tidak seorang pun yang berani menegur ataupun memprotes tindakannya.


Dewi telah berbaring di atas bangkar ranjang rumah sakit. Salah satu teman rekan kerjanya Shaira sudah melakukan prosedur pemeriksaan terhadap Dewi.


"Dokter Adinda apa yang terjadi pada mamaku?" Tanyanya Shaira yang cukup khawatir.

__ADS_1


Dokter yang disapa Adinda itu tersenyum terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Shaira.


"Kalian tidak perlu khawatir,hanya saja Tante Dewi harus diopname di sini sehari atau dua hari untuk memulihkan kondisinya Tante," imbuhnya dokter Adinda.


"Tapi, kalau mamaku baik-baik saja kenapa meski dirawat inap segala di rumah sakit?" Cercanya Aidan.


"Iya Nak dokter, aku tidak bisa menginap di rumah sakit soalnya besok hari akad nikah adikku dan keponakanku, apa sebaiknya aku pulang saja. Berikan obat yang terbaik yang nantinya aku minum," harapnya Dewi yang berusaha untuk bangun.


Tanisha segera mencegah mama mertuanya bangkit, "Mamah seharusnya rebahan saja agar kondisinya Mama membaik, katanya tadi mau nungguin dan memanjakan calon cucunya kalau ngidam yang macam-macam, tapi kalau sakit dan tidak mau dirawat gimana caranya, jadi Mama nurut yah dengan dokter cantik," bujuknya Tanisha.


"Tapi, nak besok Tante Dina dan adik sepupumu Adisty akan menikah, bagaimana bisa Mama tidak hadir diacara penting mereka," sedihnya Dewi.


"Istriku, apa yang terjadi? Siapa yang sakit?" Tanyanya Adelio Arsene yang barusan muncul di dalam UGD.


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan Adelio.


Shaira tersenyum menyambut kedatangan suaminya itu," Alhamdulillah tidak ada apa-apa kok Bang, hanya mama saja yang kurang fit jadi butuh ditangani khusus oleh dokter," Jawab Shaira.


Dewi tersenyum simpul menanggapi sikapnya Adelio yang terlihat nyata mengkhawatirkan kondisi kesehatannya itu.


"Mamah sehat kok, mereka saja yang terlalu memanjakan Mama dengan penuh kasih sayang, sehingga mereka memaksaku harus menginap beberapa hari di rumah sakit," candanya Dewi yang berusaha tersenyum walau ada yang aneh dirasakannya dalam tubuhnya tapi berusahalah sekuat tenaga untuk menyembunyikannya.

__ADS_1


"Dokter! Tolong berikan perawatan yang paling terbaik untuk Mama mertuaku! Saya tidak ingin terjadi sesuatu pada Mama," titahnya Adelio.


"Tuan Muda Adelio tenang saja, tanpa Anda memintanya pada kami, tim dokter ahli kami akan menangani segalanya yang paling terbaik," balasnya Dokter Adinda.


"Ingat saya tidak ingin ada kesalahan dan kekurangan dalam menangani kesehatannya mamaku! jika tidak kalian akan terkena masalah besar!" ancamnya Adelio.


"Siap Tuan Besar," ucapnya dokter Adinda.


"Makasih banyak dokter Adinda," imbuh Bu Rina Amelia.


Baru saja dokter Adinda hendak meninggalkan ruangan tersebut, tapi langkahnya terhenti ketika beberapa orang berbondong-bondong memasuki area ruang UGD.


"Mama, apa yang terjadi padamu? jangan buat aku dan yang lainnya ketakutan mah. aku sungguh tidak berdaya jika ada yang terjadi padamu Mah?" Shanum nampak sangat panik.


"Mbak Dewi apa yang terjadi padamu?" Dina Anelka bertanya kepada semua orang yang barusan muncul.


"Tante Dewi apa yang terjadi, Tante baik-baik saja kan?" paniknya Ariella Ziudith, Arabela Aqila.


Shanum Inshira, Arion Sneider Oesman, Syafiq Fatahillah, Fariz, Ade Nugraha, Sheila Alona, Bibi Siti Aminah dan Bu Ijah. Sudah datang bergerombol ke rumah sakit, setelah mendengar kabar tersebut.


Semua orang tidak bisa menyembunyikan kepanikannya yang terbersit dalam benak dan hati mereka setelah melihat kondisi Dewi yang terbaring lemah di atas bangkar rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2